Paracetamol Lebih Baik untuk Sakit Kepala
Untuk sakit kepala, paracetamol (acetaminophen) 1000 mg adalah pilihan yang lebih aman dan lebih direkomendasikan dibandingkan metamizole, terutama karena profil keamanan yang lebih baik dan dukungan pedoman internasional yang lebih kuat. 1, 2
Rekomendasi Berdasarkan Pedoman Internasional
Paracetamol sebagai Terapi Lini Pertama
Pedoman Nature Reviews Neurology (2021) merekomendasikan paracetamol sebagai terapi lini pertama untuk migraine pada pasien yang tidak toleran terhadap NSAID, meskipun efektivitasnya lebih rendah dibandingkan NSAID seperti ibuprofen atau aspirin 1
American College of Physicians merekomendasikan paracetamol 1000 mg sebagai salah satu pilihan lini pertama untuk sakit kepala ringan hingga sedang 2
Untuk tension-type headache (sakit kepala tegang), paracetamol 1000 mg memberikan manfaat dengan NNT (number needed to treat) 22 untuk bebas nyeri dalam 2 jam 3
Posisi Metamizole dalam Pedoman
Metamizole tidak disebutkan dalam pedoman utama untuk pengobatan sakit kepala akut dari American College of Physicians, American Academy of Family Physicians, atau Nature Reviews Neurology 1, 2
Metamizole telah dilarang di beberapa negara karena risiko agranulositosis, nekrosis kulit, dan efek samping serius lainnya 4
Perbandingan Efektivitas
Efektivitas Paracetamol
Paracetamol 1000 mg memberikan respons bebas nyeri pada 19% pasien dibandingkan 10% dengan placebo dalam 2 jam untuk migraine 5
Untuk headache relief (pengurangan nyeri) dalam 2 jam, paracetamol memberikan respons 56% dibandingkan 36% dengan placebo, dengan NNT 5.0 5
Kombinasi paracetamol 1000 mg plus metoclopramide 10 mg tidak berbeda signifikan dengan sumatriptan 100 mg oral untuk headache relief 2 jam 5
Efektivitas Metamizole
Data efektivitas metamizole untuk sakit kepala sangat terbatas dalam literatur medis 6
Tidak ada studi yang ditemukan di mana metamizole telah diteliti secara khusus untuk nyeri non-kanker kronis, termasuk sakit kepala 6
Profil Keamanan
Keamanan Paracetamol
Tingkat efek samping paracetamol tidak berbeda dari placebo (RR 1.1,95% CI 0.94-1.3) dalam 11 studi dengan 5605 partisipan 3
Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dengan paracetamol dalam dosis terapeutik 5, 3
Paracetamol memiliki rekam jejak keamanan yang sangat baik selama lebih dari satu abad penggunaan klinis 7
Paracetamol sangat berharga untuk pasien dengan kontraindikasi NSAID, seperti asma sensitif aspirin dan risiko komplikasi gastrointestinal 7
Keamanan Metamizole
- Meskipun studi terbaru menunjukkan metamizole memiliki insiden efek samping 38.8% lebih rendah dibandingkan paracetamol dalam dosis tunggal 4, data ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati karena:
Algoritma Pengobatan yang Direkomendasikan
Untuk Sakit Kepala Ringan hingga Sedang
- Mulai dengan paracetamol 1000 mg pada onset nyeri 1, 2, 5
- Jika paracetamol tidak efektif setelah 2-3 episode, pertimbangkan NSAID (ibuprofen 400-800 mg atau naproxen 500-825 mg) 1, 2
- Untuk migraine sedang hingga berat yang tidak merespons, eskalasi ke triptan 1, 2
Batasan Frekuensi Penting
- Batasi penggunaan paracetamol tidak lebih dari 2 hari per minggu untuk mencegah medication-overuse headache 2
- Jika memerlukan pengobatan akut lebih dari 2 kali per minggu, pertimbangkan terapi preventif 2
Pertimbangan Khusus
Kapan Paracetamol Adalah Pilihan Terbaik
- Pasien dengan kontraindikasi NSAID (penyakit ginjal, riwayat perdarahan GI, asma sensitif aspirin) 1, 7
- Wanita hamil (paracetamol adalah pilihan lini pertama yang paling aman) 8
- Anak-anak dan lansia 7
- Pasien dengan kondisi kardiovaskular yang kontraindikasi untuk triptan 2
Peringatan Penting
- Jangan melebihi 4000 mg paracetamol per hari dari semua sumber untuk menghindari hepatotoksisitas 2
- Overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan kadang fatal, meskipun dapat dicegah dengan N-acetylcysteine jika diberikan dini 7
- Metamizole tidak memiliki dukungan pedoman yang kuat untuk pengobatan sakit kepala dan membawa risiko efek samping serius yang tidak ada pada paracetamol 4