What is the difference in target hematocrit between secondary polycythemia and polycythemia vera (Polycthemia Vera)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 20, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Perbedaan target hematokrit antara polistemia sekunder dan polisitemia vera adalah signifikan, dengan target hematokrit pada polisitemia vera yang lebih rendah, yaitu di bawah 45%. Hal ini dikarenakan polisitemia vera merupakan neoplasma mieloproliferatif dengan risiko trombotik yang lebih tinggi, sehingga memerlukan kontrol hematokrit yang lebih agresif. Polisitemia sekunder, yang disebabkan oleh kondisi seperti hipoksia kronis atau penggunaan obat-obatan tertentu, umumnya memiliki risiko trombotik yang lebih rendah dibandingkan dengan bentuk primer. Studi telah menunjukkan bahwa mempertahankan hematokrit di bawah 45% pada polisitemia vera dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular secara signifikan, sedangkan kontrol yang ketat seperti ini mungkin tidak diperlukan pada kasus sekunder. Pendekatan manajemen juga berbeda, dengan polisitemia vera sering memerlukan terapi sitoreduktif seperti hidroksiurea bersama dengan flebotomi, sedangkan manajemen polisitemia sekunder lebih fokus pada pengobatan penyebab yang mendasarinya dengan target hematokrit yang kurang agresif 1.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa target hematokrit yang lebih rendah pada polisitemia vera dapat mengurangi risiko trombosis dan kematian kardiovaskular. Sebagai contoh, studi CYTO-PV menunjukkan bahwa target hematokrit di bawah 45% dapat mengurangi risiko trombosis dan kematian kardiovaskular secara signifikan dibandingkan dengan target hematokrit yang lebih tinggi 1. Oleh karena itu, pengelolaan polisitemia vera harus dilakukan dengan target hematokrit yang lebih rendah, yaitu di bawah 45%, untuk mengurangi risiko trombotik dan kardiovaskular.

Dalam praktek klinis, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi target hematokrit, seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi medis yang mendasarinya. Namun, target hematokrit di bawah 45% harus menjadi tujuan utama dalam pengelolaan polisitemia vera untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas kardiovaskular.

From the Research

Perbedaan Target Hematokrit

  • Target hematokrit untuk polistemia vera (PV) adalah <45% 2, 3, 4, 5, 6
  • Target hematokrit untuk polistemia sekunder tidak secara spesifik disebutkan dalam studi yang disediakan, namun dapat disimpulkan bahwa target hematokrit untuk polistemia sekunder mungkin berbeda dengan PV karena penyebab dan patofisiologi yang berbeda.

Penyebab Perbedaan Target Hematokrit

  • Perbedaan target hematokrit antara PV dan polistemia sekunder mungkin disebabkan oleh perbedaan dalam mekanisme penyakit, faktor risiko, dan tujuan terapi 3, 4, 6
  • PV memiliki karakteristik yang unik, seperti adanya mutasi JAK2, yang mempengaruhi target hematokrit dan terapi 2, 5

Kesimpulan Target Hematokrit

  • Target hematokrit <45% adalah tujuan terapi yang umum untuk PV, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan target hematokrit yang optimal untuk polistemia sekunder 3, 4, 6

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.