In a 10‑year‑old primary‑school student who was previously upbeat and academically successful but has become withdrawn, sad, and emotionally labile for the past three months at school and home, what is the appropriate diagnostic work‑up and initial management?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 7, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Arah Diagnosis dan Penyelesaian untuk Anak 10 Tahun dengan Perubahan Perilaku

Anak ini harus segera dievaluasi untuk gangguan depresi menggunakan kriteria DSM-5 melalui wawancara langsung dengan anak dan orang tua, dengan penilaian keselamatan menyeluruh termasuk skrining ide bunuh diri. 1

Langkah Diagnostik yang Harus Dilakukan

1. Skrining dan Penilaian Awal

  • Gunakan alat skrining terstandarisasi seperti PHQ-9 Modified for Teens untuk membantu penilaian, meskipun anak berusia 10 tahun (alat ini divalidasi mulai usia 12 tahun, tetapi dapat memberikan panduan klinis). 1, 2

  • Lakukan wawancara langsung dengan anak dan orang tua secara terpisah untuk menilai gejala depresi berdasarkan kriteria DSM-5, termasuk: 1

    • Suasana hati tertekan atau mudah marah/emosional (pada anak, iritabilitas sering lebih menonjol daripada kesedihan)
    • Kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati (akademis, bermain)
    • Perubahan tidur atau nafsu makan
    • Kelelahan atau kehilangan energi
    • Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan
    • Kesulitan konsentrasi (dapat menjelaskan penurunan akademis)
    • Pikiran tentang kematian atau bunuh diri
  • Kumpulkan informasi kolateral dari guru untuk memahami perubahan perilaku di sekolah, penurunan akademis, dan interaksi dengan teman sebaya. 1

2. Penilaian Keselamatan (Prioritas Utama)

  • Tanyakan langsung tentang ide bunuh diri menggunakan pertanyaan spesifik: "Apakah kamu pernah berpikir untuk menyakiti dirimu sendiri atau ingin mati?" dan "Apakah kamu pernah melakukan sesuatu dengan sengaja untuk menyakiti dirimu sendiri?" 1, 3

  • Evaluasi faktor risiko bunuh diri termasuk: 1

    • Riwayat keluarga depresi, gangguan bipolar, atau perilaku bunuh diri
    • Stressor psikososial (krisis keluarga, trauma, pelecehan)
    • Keluhan somatik yang sering
    • Kontrol impuls yang rendah
  • Jika ada ide bunuh diri dengan rencana atau niat spesifik, rujuk segera ke layanan kesehatan mental atau pertimbangkan rawat inap psikiatri. 1

3. Penilaian Gangguan Komorbid

  • Skrining untuk kondisi psikiatri lain yang sering terjadi bersamaan dengan depresi: 1

    • Gangguan kecemasan
    • ADHD (perhatian pada perubahan perilaku yang mungkin menunjukkan hiperaktivitas atau impulsivitas)
    • Gangguan bipolar (tanyakan tentang periode mood yang meningkat, penurunan kebutuhan tidur, atau aktivasi psikomotor)
    • Trauma atau PTSD (terutama jika ada riwayat peristiwa traumatis)
  • Pertimbangkan stressor lingkungan seperti bullying, perubahan di sekolah, atau masalah keluarga yang dapat memicu atau memperburuk gejala. 1, 4

4. Penilaian Fungsi di Berbagai Domain

  • Evaluasi gangguan fungsi di: 1

    • Sekolah (penurunan nilai, absensi, masalah dengan guru atau teman)
    • Rumah (konflik keluarga, penarikan diri dari aktivitas keluarga)
    • Teman sebaya (isolasi sosial, kehilangan persahabatan)
  • Dokumentasikan penurunan akademis karena masalah emosional di masa kanak-kanak memprediksi kesulitan belajar yang berkelanjutan—anak dengan gejala depresi pada usia 9 tahun dapat kehilangan hampir 4 bulan pembelajaran numerasi dalam 2 tahun. 5

5. Riwayat Medis dan Penyebab Organik

  • Singkirkan penyebab medis dari gejala mood melalui: 1, 6
    • Pemeriksaan fisik lengkap
    • Tes fungsi tiroid
    • Hitung darah lengkap
    • Panel metabolik komprehensif

Rencana Penatalaksanaan Awal

Untuk Gejala Ringan hingga Sedang (Tanpa Ide Bunuh Diri Aktif)

  • Mulai dengan dukungan aktif dan pemantauan yang mencakup: 1

    • Psikoedukasi untuk anak dan keluarga tentang depresi
    • Konseling suportif
    • Fasilitasi manajemen diri orang tua dan pasien
    • Pemantauan rutin gejala depresi (setiap 1-2 minggu)
  • Kembangkan rencana keselamatan yang mencakup: 1

    • Pembatasan akses ke cara-cara mematikan (senjata api, obat-obatan)
    • Identifikasi pihak ketiga yang peduli untuk dihubungi
    • Mekanisme komunikasi darurat jika kondisi memburuk
  • Tetapkan tujuan pengobatan spesifik untuk fungsi di rumah, sekolah, dan dengan teman sebaya. 1

Untuk Gejala Sedang hingga Berat atau Jika Tidak Ada Perbaikan

  • Rujuk untuk psikoterapi berbasis bukti seperti: 1

    • Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
    • Terapi Interpersonal untuk Remaja (IPT-A)
  • Pertimbangkan rujukan ke psikiater anak untuk evaluasi lebih lanjut dan kemungkinan pengobatan farmakologis jika: 1

    • Gejala berat atau persisten setelah 6-8 minggu dukungan aktif
    • Ada komorbiditas kompleks
    • Ada riwayat keluarga yang kuat tentang gangguan mood
  • Pertahankan keterlibatan dalam perawatan lanjutan bahkan setelah rujukan dibuat, dengan negosiasi peran dan tanggung jawab yang jelas antara layanan primer dan kesehatan mental. 1

Peringatan Penting

  • Jangan abaikan iritabilitas sebagai "hanya perilaku buruk"—pada anak-anak, iritabilitas dan perilaku oposisi sering merupakan manifestasi utama depresi, bukan kesedihan. 1, 3

  • Jangan menunda penilaian keselamatan—terlepas dari kesan diagnostik, penilaian bunuh diri harus dilakukan pada setiap anak dengan masalah emosional. 1

  • Jangan mengabaikan penurunan akademis—ini bukan hanya "masalah sekolah" tetapi merupakan indikator penting dari gangguan fungsi dan dapat memperburuk harga diri dan gejala depresi. 5, 7

  • Jangan lupa untuk menilai stressor lingkungan—perubahan perilaku yang tiba-tiba dapat dipicu oleh peristiwa di sekolah (seperti siswa yang mengganggu di kelas) atau di rumah yang memerlukan intervensi terpisah. 1, 4

  • Pertahankan kontak setelah rujukan—perawatan kolaboratif dengan pemantauan berkelanjutan oleh dokter perawatan primer menghasilkan pengurangan gejala depresi yang lebih besar. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Depression Screening and Management Approach

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Signs of Depression in Teenagers

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Behavioral changes associated with a disruptive new student in the classroom.

Journal of developmental and behavioral pediatrics : JDBP, 2015

Guideline

Diagnostic Criteria for Bipolar Disorder

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Social withdrawal in childhood.

Annual review of psychology, 2009

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.