In an autistic child receiving sensory integration (SI) and behavioral therapy, should SI be reinstated or modified now that hyperactive, negative behaviors have recurred after SI was stopped?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 7, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Rekomendasi untuk Anak Autisme dengan Perilaku Hiperaktif yang Muncul Kembali Setelah Terapi SI Dihentikan

Terapi integrasi sensorik (SI) harus dilanjutkan kembali sebagai bagian dari rencana terapi komprehensif, karena munculnya kembali perilaku negatif hiperaktif setelah penghentian menunjukkan bahwa anak masih memerlukan intervensi ini untuk fungsi optimal. 1

Dasar Pemikiran Klinis

Bukti untuk Melanjutkan Terapi SI

  • Terapi okupasi dengan pendekatan integrasi sensorik dapat diterima sebagai salah satu komponen dari rencana perawatan komprehensif untuk anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD), terutama ketika dikombinasikan dengan terapi perilaku. 1

  • Munculnya kembali perilaku hiperaktif setelah penghentian terapi SI menunjukkan bahwa anak masih bergantung pada intervensi ini untuk regulasi sensorik dan kontrol perilaku. 1

  • Anak dengan ASD sering mengalami kesulitan dalam memproses informasi sensorik, yang dapat memperburuk gejala inti seperti hiperaktivitas dan perilaku negatif. 2

Pendekatan Terapi yang Direkomendasikan

Kombinasi terapi SI dan terapi perilaku harus dipertahankan secara bersamaan, karena:

  • Terapi perilaku (behavior therapy) tetap menjadi intervensi berbasis bukti yang kuat untuk mengelola perilaku hiperaktif dan negatif pada anak dengan ASD. 1

  • Kombinasi terapi okupasi (termasuk integrasi sensorik) dengan terapi perilaku memberikan pendekatan yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah sensorik dan perilaku secara bersamaan. 1

  • Terapi perilaku harus mencakup pelatihan orang tua dalam teknik manajemen perilaku spesifik, yang telah terbukti efektif untuk memodifikasi perilaku anak dengan ASD. 1

Algoritma Pengelolaan

Langkah 1: Reinstitusi Terapi SI

  • Mulai kembali terapi SI dengan frekuensi yang sama seperti sebelumnya atau sesuai rekomendasi terapis okupasi. 1

  • Fokus pada input vestibular, proprioseptif, dan taktil yang telah terbukti membantu regulasi sensorik anak sebelumnya. 2, 3

Langkah 2: Intensifikasi Terapi Perilaku

  • Lakukan functional behavior assessment untuk mengidentifikasi pemicu spesifik perilaku hiperaktif dan negatif. 1

  • Implementasikan strategi reinforcement positif untuk perilaku yang diinginkan dan planned ignoring untuk perilaku yang tidak diinginkan. 1

  • Latih orang tua dalam teknik modifikasi perilaku yang konsisten di rumah. 1

Langkah 3: Pertimbangan Farmakologis (Jika Diperlukan)

Jika perilaku hiperaktif tetap signifikan meskipun terapi SI dan perilaku telah dioptimalkan:

  • Untuk hiperaktivitas dan inatensi: Pertimbangkan methylphenidate dengan dosis awal 0,3-0,6 mg/kg/dosis, 2-3 kali sehari, yang telah menunjukkan efikasi pada 49% anak dengan ASD. 4

  • Untuk iritabilitas dan agresi: Jika perilaku negatif termasuk agresi atau iritabilitas berat, pertimbangkan risperidone (0,5-3,5 mg/hari) atau aripiprazole (5-15 mg/hari) sebagai lini pertama. 4

  • Kombinasi obat dengan pelatihan orang tua lebih efektif daripada obat saja untuk mengurangi gangguan perilaku serius. 4

Peringatan Penting dan Jebakan Klinis

Keterbatasan Bukti untuk Terapi SI

  • Orang tua harus diberitahu bahwa jumlah penelitian mengenai efektivitas terapi integrasi sensorik masih terbatas dan tidak konklusif. 2

  • Tidak ada kerangka diagnosis yang diterima secara universal untuk "sensory processing disorder", sehingga diagnosis ini umumnya tidak boleh dibuat sebagai diagnosis primer. 2

  • Kesulitan dalam mentoleransi atau memproses informasi sensorik adalah karakteristik yang dapat terlihat pada banyak gangguan perkembangan perilaku, termasuk ASD dan ADHD. 2

Evaluasi Efektivitas Terapi

  • Tetapkan periode uji coba terapi SI (misalnya 8-12 minggu) dengan tujuan perilaku yang jelas dan terukur. 2

  • Gunakan skala penilaian standar seperti Aberrant Behavior Checklist untuk memantau respons terapi secara objektif. 4

  • Jika tidak ada perbaikan yang terukur setelah periode uji coba yang memadai, pertimbangkan untuk memodifikasi atau menghentikan terapi SI dan fokus pada intervensi berbasis bukti lainnya. 2

Pentingnya Konsistensi

  • Penghentian terapi SI secara tiba-tiba dapat menyebabkan regresi perilaku, seperti yang terlihat pada kasus ini. 1

  • Jika terapi SI akan dihentikan di masa depan, lakukan secara bertahap sambil memantau perilaku anak dengan ketat. 1

  • Pastikan strategi terapi perilaku yang kuat sudah ada sebelum mengurangi atau menghentikan terapi SI. 1

Koordinasi dengan Sekolah

  • Koordinasikan program terapi perilaku antara rumah dan sekolah untuk meningkatkan efektivitas. 1

  • Pertimbangkan adaptasi kelas seperti tempat duduk yang disukai, modifikasi tugas, dan rencana perilaku sebagai bagian dari program pendidikan individual (IEP). 1

  • Gunakan jadwal visual dan rehearsal verbal untuk membantu anak memahami aktivitas dan perilaku yang diharapkan. 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Occupational therapy using a sensory integrative approach for children with developmental disabilities.

Mental retardation and developmental disabilities research reviews, 2005

Guideline

Medication Treatment for Autism Spectrum Disorder (ASD)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Related Questions

What forms or methods are used in sensory integration therapy?
What is Sensory Processing Disorder (SPD)?
What therapy approaches are recommended for a patient with sensory processing disorder who is sensitive to clothes tags?
What medications are safe for children with sensory processing disorders (SPD)?
What is the best medication for treating sensory issues?
Can a 325 mg Disprin (aspirin) tablet be chewed in a suspected myocardial infarction?
What are the recommended sterile preparation concentrations and infusion dosing ranges for common continuous infusions (vasopressors/inotropes, sedatives, analgesics, antibiotics, insulin, electrolytes) in a typical adult intensive care unit?
What are the indications and contraindications for intravenous alteplase (tPA) in an adult acute ischemic stroke presenting within 4.5 hours with a disabling neurological deficit, including required imaging, blood pressure, platelet count, glucose, INR, and considerations for low NIH Stroke Scale scores or large‑vessel occlusion?
What is the recommended acute management and early treatment strategy for a patient with non‑ST‑segment elevation myocardial infarction (NSTEMI)?
I am an adult with bipolar disorder, stable on quetiapine sustained‑release (SR) 200 mg, lithium carbonate 1000 mg, and lamotrigine 200 mg taken at night; after tapering off clozapine 2.5 weeks ago I have difficulty falling asleep, prolonged sleep duration, and morning grogginess. How should I adjust my medication regimen and sleep‑hygiene measures to improve sleep without precipitating a manic or depressive episode?
Is it safe for an adult with type 1 or type 2 diabetes to drink Coke Zero, and what amount is recommended?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.