Is microneedling safe and effective for treating melasma in an adult female with Fitzpatrick skin type III‑VI who has no active infection, uncontrolled dermatologic disease, and is not pregnant or lactating?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 8, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Microneedling untuk Melasma

Microneedling efektif dan aman sebagai terapi adjuvan untuk melasma, terutama ketika dikombinasikan dengan agen topikal seperti asam traneksamat atau PRP, dengan risiko hiperpigmentasi pasca-inflamasi yang sangat rendah bahkan pada tipe kulit Fitzpatrick III-VI. 1, 2

Posisi Microneedling dalam Algoritma Terapi

Microneedling bukan terapi lini pertama untuk melasma. Mulai dengan:

  • Lini pertama: Triple combination cream (hydroquinone 4%, tretinoin 0.05%, fluocinolone acetonide 0.01%) dikombinasi dengan sunscreen SPF 50+ broad-spectrum yang diaplikasikan ulang setiap 2-3 jam 1, 3

  • Lini kedua (jika respons tidak adekuat setelah 8-12 minggu): Tambahkan microneedling sebagai adjuvan untuk meningkatkan penetrasi terapi topikal 2, 4

Keunggulan Microneedling untuk Melasma

Microneedling memiliki keunggulan signifikan dibandingkan laser untuk pasien dengan tipe kulit lebih gelap (Fitzpatrick III-VI):

  • Risiko hiperpigmentasi pasca-inflamasi sangat rendah dibandingkan laser 5, 6
  • Laser pada tipe kulit Fitzpatrick IV-VI berisiko tinggi menyebabkan luka bakar, hiperpigmentasi, dan hipopigmentasi karena peningkatan absorpsi energi laser oleh melanin 1
  • Downtime minimal (24-48 jam) dibandingkan modalitas lain 5
  • Dapat digunakan dengan aman pada semua tipe kulit, termasuk kulit tipis, sensitif, dan etnik 5

Protokol Terapi Microneedling

Untuk hasil optimal:

  • Frekuensi: 3-4 sesi dengan interval minimal 21 hari (atau setiap 2-3 minggu) 1, 3, 7
  • Kedalaman jarum: 0.25-2.5 mm tergantung area yang ditarget 5
  • Teknik: Injeksi intradermal pada interval 1 cm di seluruh area yang terkena 1
  • Evaluasi: Follow-up satu bulan setelah sesi terakhir 1, 7
  • Maintenance: Setiap 6 bulan karena melasma adalah kondisi kronis dengan tingkat rekurensi tinggi 1, 3, 7

Kombinasi dengan Agen Topikal

Microneedling paling efektif ketika dikombinasikan dengan agen topikal, bukan sebagai monoterapi:

  • Microneedling dengan asam traneksamat topikal menunjukkan hasil superior 2, 4
  • Microneedling dengan PRP (platelet-rich plasma) juga efektif 3, 7
  • Mekanisme kerja utama adalah memfasilitasi penetrasi terapi topikal ke epidermis dan dermis 6, 2
  • Efek tambahan: neovaskularisasi dan neocollagenesis setelah trauma minimal 5

Perbandingan dengan Modalitas Lain

Berdasarkan bukti terkini, microneedling lebih efektif daripada injeksi intradermal PRP untuk melasma 1, 3. Namun, jika menggunakan PRP:

  • Injeksi intradermal PRP lebih efektif daripada injeksi asam traneksamat intradermal 3, 7
  • PRP dikombinasi dengan asam traneksamat oral 250 mg dua kali sehari menunjukkan efikasi total tertinggi (90.48%) dengan tingkat rekurensi lebih rendah 1, 3, 7

Pengukuran Keberhasilan Terapi

  • Gunakan skor modified Melasma Area and Severity Index (mMASI) untuk tracking objektif 1, 3, 7
  • Penurunan MASI >60-90% = perbaikan moderat 1
  • Penurunan MASI >90% = respons excellent 1
  • Perbaikan signifikan terlihat dalam 6 minggu 3, 7
  • Efek terbaik terlihat pada minggu ke-12 2

Persiapan dan Tips Praktis

  • Gunakan anestesi topikal compounded (bukan over-the-counter) minimal 30 menit sebelum prosedur dan pastikan dibersihkan sebelum memulai 5
  • Pastikan kulit terlubrikasi dengan baik dengan agen topikal/PRP untuk menghindari sensasi tertarik 5
  • Jangan lakukan microneedling di atas tato atau permanent makeup 5
  • Petakan area bermasalah untuk treatment khusus dengan teknik stamping pada kedalaman lebih besar 5

Peringatan Pasca-Prosedur

  • Hindari paparan sinar matahari selama 24 jam pasca-prosedur 5
  • Hindari krim wajah/produk dengan pewangi kuat selama 24 jam 5
  • Lanjutkan proteksi matahari ketat dengan sunscreen SPF 50+ yang diaplikasikan ulang setiap 2-3 jam 1, 3
  • Gunakan topi bertepi lebar (>3 inci) saat di luar ruangan 1, 3
  • Hindari paparan UV puncak (jam 10 pagi - 4 sore) 1, 3

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Menghentikan terapi terlalu cepat: Melasma adalah kondisi kronis yang memerlukan terapi maintenance jangka panjang 1, 7
  • Lupa mengaplikasikan ulang sunscreen: Harus diaplikasikan ulang setelah berenang, berkeringat, atau setelah 2-3 jam paparan kontinyu 1, 3
  • Gagal mengatasi faktor hormonal: Kehamilan, kontrasepsi oral, terapi pengganti hormon dapat membatasi keberhasilan terapi 1
  • Tidak menasihati pasien untuk berhenti merokok: Merokok dapat memperburuk melasma 1, 3

Profil Keamanan

  • Microneedling ditoleransi dengan baik oleh pasien 5, 2
  • Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan dalam studi 2, 4
  • Risiko minimal untuk hiperpigmentasi pasca-inflamasi atau memar karena kedalaman jarum maksimal 2.5 mm 5
  • Jauh lebih aman daripada laser untuk tipe kulit gelap 5, 1, 6

References

Guideline

Melasma Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Melasma Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

A Systematic Review of the Efficacy and Safety of Microneedling in the Treatment of Melasma.

Dermatologic surgery : official publication for American Society for Dermatologic Surgery [et al.], 2020

Guideline

Treatment Options for Melasma

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.