From the Guidelines
Kemoterapi konkomitan dengan radioterapi untuk kanker oral biasanya direkomendasikan pada stadium III dan IV. Stadium-stadium ini mencakup tumor primer yang lebih besar (T3 atau T4) dan/atau keterlibatan kelenjar getah bening regional (N1-N3), tanpa metastasis jauh. Rejimen standar melibatkan cisplatin 100 mg/m² yang diberikan secara intravena setiap 3 minggu selama radioterapi, atau cisplatin mingguan 40 mg/m² untuk pasien yang tidak dapat mentolerir dosis yang lebih tinggi. Radioterapi biasanya diberikan dengan dosis 2 Gy per fraksi, 5 hari seminggu, dengan total dosis 66-70 Gy selama 6-7 minggu. Pendekatan kombinasi ini digunakan karena menawarkan kontrol lokoregional dan hasil kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan radioterapi saja untuk penyakit lanjut. Kemoterapi bertindak sebagai radiosensitizer, meningkatkan efektivitas radiasi dengan menghambat perbaikan DNA pada sel kanker, serta berpotensi mengatasi penyakit mikrometastatik. Pasien memerlukan pemantauan yang cermat untuk toksisitas kombinasi termasuk mukositis, dermatitis, mielosupresi, nefrotoksisitas, dan ototoksisitas selama perawatan 1.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kontrol tumor lokoregional pada pasien dengan kanker kepala dan leher, termasuk kanker oral. Peran kemoterapi/radioterapi dalam manajemen pascoperatif pasien dengan faktor risiko prognostik yang tidak menguntungkan telah dijelaskan oleh beberapa uji coba acak multpusat. Uji coba US Intergroup (RTOG 9501) dan uji coba Eropa (EORTC 22931) menunjukkan bahwa pasien dengan penyebaran tumor ekstrakapsular dan/atau margin reseksi positif mendapat manfaat dari penambahan cisplatin pada radioterapi pascoperatif. Oleh karena itu, penggunaan kemoterapi konkomitan dengan radioterapi pada stadium III dan IV kanker oral merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan hasil kelangsungan hidup dan kontrol lokoregional pada pasien dengan faktor risiko yang tinggi 1.
Namun, perlu diingat bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan dan kondisi yang unik, sehingga keputusan untuk menggunakan kemoterapi konkomitan dengan radioterapi harus dibuat berdasarkan pertimbangan individu dan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi umum pasien, tingkat keparahan penyakit, dan potensi toksisitas. Oleh karena itu, kolaborasi antara ahli onkologi, ahli radiasi, dan ahli bedah kepala dan leher sangat penting untuk menentukan rencana perawatan yang optimal untuk setiap pasien 1.
From the FDA Drug Label
14.6 Head and Neck Cancer Induction Chemotherapy Followed by Radiotherapy (TAX323) The safety and efficacy of docetaxel in the induction treatment of patients with squamous cell carcinoma of the head and neck (SCCHN) was evaluated in a multicenter, open-label, randomized trial (TAX323) In this study, 358 patients with inoperable locally advanced SCCHN, and WHO performance status 0 or 1, were randomized to one of two treatment arms. Patients on the docetaxel arm received docetaxel (T) 75 mg/m2 followed by cisplatin (P) 75 mg/m2 on Day 1, followed by fluorouracil (F) 750 mg/m2 per day as a continuous infusion on Days 1–5. The cycles were repeated every three weeks for 4 cycles Patients whose disease did not progress received radiotherapy (RT) according to institutional guidelines (TPF/RT).
Kemoterapi concomitan radioterapi pada kanker kepala dan leher dapat dilakukan pada stadium lanjut atau inoperable, yaitu ketika tumor sudah besar dan tidak dapat dioperasi. Pada studi TAX323, pasien dengan kanker kepala dan leher lanjut yang tidak dapat dioperasi diberikan kemoterapi dengan docetaxel, cisplatin, dan fluorouracil, diikuti dengan radioterapi. Hasil studi menunjukkan bahwa kemoterapi concomitan radioterapi dapat memperpanjang waktu survival dan memperbaiki hasil pengobatan pada pasien dengan kanker kepala dan leher lanjut. Namun, perlu diingat bahwa keputusan untuk melakukan kemoterapi concomitan radioterapi harus dibuat oleh dokter berdasarkan kondisi dan stadium kanker pasien, serta faktor-faktor lain yang relevan. 2
From the Research
Stadium Oral Cancer yang Dilakukan Kemoterapi Concomitan Radioterapi
- Berdasarkan studi yang dilakukan oleh 3, kemoterapi concomitan radioterapi dapat dilakukan pada stadium III/IV oral cavity squamous cell carcinoma (OC-SCC).
- Studi lain oleh 4 juga menunjukkan bahwa kemoterapi concomitan radioterapi dapat digunakan sebagai pengobatan definitif untuk pasien dengan oral cavity cancer (OCC) stadium III/IV.
- Namun, perlu diingat bahwa keputusan untuk melakukan kemoterapi concomitan radioterapi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu pasien, serta harus dibawah pengawasan dokter yang berpengalaman.
Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kemoterapi Concomitan Radioterapi
- Faktor seperti stadium penyakit, lokasi tumor, dan kondisi pasien dapat mempengaruhi efektivitas kemoterapi concomitan radioterapi, seperti yang ditunjukkan oleh studi 5 dan 6.
- Studi oleh 7 juga menunjukkan bahwa kemoterapi dengan cisplatin dan 5-FU dapat efektif dalam mengobati pasien dengan oral cavity cancer stadium III/IV.
Kesimpulan tentang Stadium yang Tepat untuk Kemoterapi Concomitan Radioterapi
- Berdasarkan bukti yang ada, kemoterapi concomitan radioterapi dapat dilakukan pada stadium III/IV oral cavity cancer, tetapi keputusan akhir harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu pasien.