What is the appropriate vancomycin dosing regimen for an adult patient with sepsis, including loading dose, maintenance schedule, and renal function adjustments?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 10, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Vankomisin pada Pasien Sepsis

Untuk pasien dewasa dengan sepsis, berikan dosis muatan (loading dose) vankomisin 25-30 mg/kg berdasarkan berat badan aktual, diikuti dengan dosis pemeliharaan 15-20 mg/kg setiap 8-12 jam, dengan target kadar trough 15-20 μg/mL untuk infeksi serius. 1

Dosis Muatan (Loading Dose)

  • Dosis muatan 25-30 mg/kg berdasarkan berat badan aktual adalah esensial untuk mencapai konsentrasi terapeutik dengan cepat pada pasien kritis dengan sepsis atau syok septik. 1
  • Dosis muatan diperlukan karena volume distribusi ekstraselular yang meningkat akibat resusitasi cairan pada pasien sepsis dan syok septik. 1
  • Dosis muatan TIDAK dipengaruhi oleh fungsi ginjal - berikan dosis penuh bahkan pada pasien dengan gangguan ginjal, karena dirancang untuk mengisi volume distribusi yang tetap tidak berubah terlepas dari fungsi ginjal. 1
  • Infuskan dosis muatan selama 2 jam dengan premedikasi antihistamin untuk meminimalkan risiko red man syndrome. 1
  • Jangan gunakan dosis tetap 1 gram - ini menghasilkan kadar subterapeutik pada sebagian besar pasien, terutama yang memiliki berat badan >70 kg. 1

Dosis Pemeliharaan (Maintenance Dose)

  • Untuk pasien dengan fungsi ginjal normal: 15-20 mg/kg (berat badan aktual) setiap 8-12 jam, tidak melebihi 2 g per dosis. 1
  • Untuk pasien dengan klirens kreatinin ≥80 mL/min/1.73 m², dosis vankomisin ≥2 g setiap 8 jam kemungkinan diperlukan untuk mencapai target terapeutik yang optimal. 2
  • Frekuensi dosis pemeliharaan harus disesuaikan berdasarkan fungsi ginjal. 1

Penyesuaian untuk Gangguan Fungsi Ginjal

  • Perpanjang interval dosis berdasarkan klirens kreatinin sambil mempertahankan dosis berbasis berat 15-20 mg/kg. 1
  • Untuk pasien dengan gangguan ginjal berat, interval dosis dapat diperpanjang menjadi 24-48 jam atau lebih lama. 1
  • Monitoring kadar trough wajib dilakukan pada semua pasien dengan disfungsi ginjal. 1

Target Terapeutik dan Monitoring

  • Target kadar trough: 15-20 μg/mL untuk infeksi serius termasuk sepsis, bakteremia, endokarditis, meningitis, pneumonia, dan fasciitis nekrotikans. 1
  • Parameter farmakodinamik yang paling memprediksi efikasi adalah rasio AUC/MIC dengan target >400. 1
  • Ambil sampel kadar trough pada kondisi steady state, sebelum dosis keempat atau kelima. 1
  • Kadar trough >20 μg/mL secara signifikan meningkatkan risiko nefrotoksisitas, terutama bila dikombinasikan dengan agen nefrotoksik lain. 1

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Kritis

  • Pasien dengan sepsis memiliki volume distribusi yang meningkat akibat resusitasi cairan, sehingga memerlukan dosis yang lebih tinggi. 3
  • Studi menunjukkan bahwa dosis muatan 35 mg/kg diperlukan untuk mencapai konsentrasi vankomisin 20 mg/L dengan cepat pada pasien kritis. 3
  • Untuk pasien dengan klirens kreatinin 100 mL/min/1.73 m², diperlukan setidaknya 35 mg/kg per hari melalui infus kontinu untuk mempertahankan konsentrasi target. 3

Terapi Alternatif

  • Jika MIC vankomisin ≥2 μg/mL (VISA/VRSA), beralih ke agen alternatif seperti daptomycin, linezolid, atau ceftaroline, karena rasio AUC/MIC target tidak dapat dicapai. 1
  • Untuk pneumonia MRSA, pertimbangkan linezolid sebagai lini pertama karena penetrasi paru yang superior, dengan tingkat kegagalan klinis vankomisin 40% atau lebih tinggi. 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan mengurangi atau menghilangkan dosis muatan berdasarkan fungsi ginjal - ini adalah kesalahan paling umum dan menyebabkan keterlambatan pencapaian kadar terapeutik. 1
  • Jangan menargetkan kadar trough tinggi (15-20 mg/L) secara tidak perlu untuk infeksi non-berat, karena meningkatkan risiko nefrotoksisitas. 1
  • Hindari penggunaan obat nefrotoksik bersamaan (aminoglikosida, piperacillin-tazobactam, kontras CT, amphotericin B, NSAID) karena secara signifikan meningkatkan risiko nefrotoksisitas. 1
  • Jangan mengambil sampel trough terlalu dini (sebelum dosis ketiga) - steady state mungkin belum tercapai, yang menyebabkan interpretasi yang tidak akurat. 1

References

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.