Evaluasi INR Kembali dan Penyesuaian Dosis Warfarin pada Pasien Stroke Kardioemboli
Untuk pasien stroke kardioemboli yang stabil pada warfarin, INR harus diperiksa ulang dalam 1-2 minggu setelah penyesuaian dosis, dan jika INR belum mencapai rentang terapeutik 2.0-3.0, dosis mingguan harus disesuaikan dengan algoritma terstruktur: tingkatkan 10-15% untuk INR 1.6-1.9 atau 15-20% untuk INR <1.5. 1
Jadwal Monitoring INR Berdasarkan Fase Terapi
Fase Inisiasi (Minggu Pertama)
- Periksa INR setiap hari setelah dosis awal sampai INR stabil dalam rentang terapeutik (2.0-3.0) selama 2 hari berturut-turut 2, 3
- Jika menggunakan heparin bridging, lanjutkan heparin dosis penuh selama 4-5 hari sampai INR terapeutik tercapai selama 2 hari konsekutif 2, 1
Fase Stabilisasi (Minggu 2-4)
- Periksa INR 2-3 kali per minggu selama 1-2 minggu pertama setelah mencapai rentang terapeutik 2, 1
- Kemudian periksa setiap minggu selama bulan pertama 1
Fase Maintenance (Setelah Stabil)
- Untuk pasien dengan INR yang konsisten stabil, interval monitoring dapat diperpanjang hingga setiap 4-12 minggu 2, 1
- American College of Chest Physicians merekomendasikan interval hingga 12 minggu untuk pasien dengan pola INR stabil yang konsisten (Grade 2B) 2
Algoritma Penyesuaian Dosis Ketika INR Belum Tercapai
INR Subtherapeutic (Di Bawah Target)
| Nilai INR | Penyesuaian Dosis | Waktu Evaluasi Ulang |
|---|---|---|
| <1.5 | Tingkatkan dosis mingguan 15-20% [1] | 1-2 minggu [1] |
| 1.6-1.9 | Tingkatkan dosis mingguan 10-15% [1] | 1-2 minggu [1] |
- Contoh praktis: Jika pasien menggunakan warfarin 5 mg/hari (35 mg/minggu) dan INR 1.25, tingkatkan dosis mingguan 15-20% menjadi 40-42 mg/minggu, yang setara dengan 6 mg sehari 1
Pertimbangan Bridging Antikoagulasi
- Bridging dengan heparin umumnya tidak diperlukan untuk INR subtherapeutic tunggal pada pasien stabil, bahkan pada INR 1.25, karena risiko absolut tromboemboli hanya 0.3-0.4% 1
- Namun, pertimbangkan bridging dengan LMWH atau UFH dosis terapeutik untuk pasien risiko tinggi: 1
- Katup mitral mekanik
- Katup aorta mekanik dengan faktor risiko tambahan
- Kejadian tromboemboli baru-baru ini (<3 bulan)
- Beberapa katup mekanik
Investigasi Penyebab INR Tidak Stabil
Sebelum menyesuaikan dosis, identifikasi dan koreksi faktor-faktor yang menyebabkan fluktuasi INR: 1
- Kepatuhan obat: Tanyakan apakah pasien melewatkan dosis atau mengonsumsi tidak teratur
- Perubahan obat: Antibiotik (terutama), NSAID, dan obat lain yang berinteraksi dengan warfarin 1
- Asupan vitamin K: Fluktuasi dalam konsumsi sayuran hijau, suplemen, atau perubahan pola makan 2, 1
- Penyakit penyerta: Demam, diare, gagal jantung dekompensasi, atau disfungsi hati/ginjal 1
- Konsumsi alkohol: Dapat meningkatkan atau menurunkan efek warfarin 2, 1
Monitoring Lebih Ketat Setelah Penyesuaian Dosis
- Setelah setiap penyesuaian dosis, kembali ke jadwal monitoring yang lebih sering (setiap 1-2 minggu) sampai pola INR terapeutik yang stabil dapat ditetapkan kembali 2, 1
- Periksa INR dalam 1-2 minggu setelah perubahan dosis untuk memastikan respons yang tepat dan menghindari overcorrection 1
- Lanjutkan monitoring mingguan sampai dua nilai INR terapeutik berturut-turut tercapai 1
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
Jangan bereaksi berlebihan terhadap satu INR yang sedikit di luar rentang dengan perubahan dosis segera jika INR sebelumnya stabil 2, 1
Jangan gunakan loading dose warfarin yang besar, karena meningkatkan risiko komplikasi perdarahan tanpa memberikan perlindungan lebih cepat 3
Jangan abaikan faktor usia: Pasien lanjut usia (>65 tahun) memerlukan dosis pemeliharaan yang lebih rendah dan lebih sensitif terhadap perubahan dosis 2, 1, 3
Jangan lupa vitamin K konsisten: Instruksikan pasien untuk mempertahankan asupan vitamin K yang konsisten, bukan menghindarinya 1
Pertimbangan Khusus untuk Stroke Kardioemboli
- Data dari studi retrospektif menunjukkan bahwa 86% pasien stroke kardioemboli yang menggunakan warfarin memiliki INR <2.0 saat onset stroke, menunjukkan pentingnya kontrol INR yang ketat 4
- Pasien dengan INR >1.7 pada fase akut stroke menunjukkan outcome yang lebih baik dibandingkan INR ≤1.7 (mRS 0-2 pada 62% vs 30.8%; kematian 10% vs 38.4%) 5
- Hal ini menekankan pentingnya mempertahankan INR dalam rentang terapeutik secara konsisten untuk pencegahan stroke berulang 5, 4