Pemeriksaan Cairan Asites untuk Diagnosis TB Abdomen
Untuk mendiagnosis TB peritoneal, periksa kadar adenosine deaminase (ADA) cairan asites dengan cut-off ≥32-40 U/L (sensitivitas 100%, spesifisitas 96.6-100%), dikombinasikan dengan hitung jenis sel yang menunjukkan limfositosis. 1
Pemeriksaan Wajib pada Cairan Asites
Panel Skrining Awal
- Hitung sel total dan diferensial: TB peritoneal khas menunjukkan limfositosis (>50% limfosit) 1
- Albumin cairan asites: untuk menghitung SAAG (serum-ascites albumin gradient) 1
- Protein total: TB peritoneal biasanya menunjukkan protein >2.5 g/dL 1
Pemeriksaan Spesifik TB yang Paling Penting
Adenosine Deaminase (ADA) adalah pemeriksaan diagnostik terbaik: 1, 2, 3
- Cut-off untuk pasien tanpa sirosis: ≥32-40 U/L (sensitivitas 100%, spesifisitas 96.6-100%) 1
- Cut-off untuk pasien dengan sirosis: ≥27 U/L (sensitivitas 100%, spesifisitas 93.3%) 1
- ADA <40 U/L secara efektif menyingkirkan diagnosis TB 2
Pemeriksaan Mikrobiologi (Sensitivitas Rendah)
Pewarnaan BTA (Basil Tahan Asam): 1, 2
- Sensitivitas sangat rendah: 0-86% 1, 2
- Tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan utama karena hasil negatif tidak menyingkirkan TB 1
- Sensitivitas hanya 20-83% 1, 2
- Membutuhkan waktu lama (4-8 minggu) 1
- Tetap berguna untuk konfirmasi dan uji sensitivitas obat 1
PCR Mycobacterium: 1
Algoritma Diagnostik
Langkah 1: Evaluasi Awal
- Lakukan parasentesis diagnostik pada semua pasien dengan asites baru atau memburuk 1
- Periksa: hitung sel + diferensial, albumin, protein total 1
Langkah 2: Identifikasi Pola Limfositik
- Jika limfosit >50% dengan PMN <250 sel/mm³: pikirkan TB peritoneal atau keganasan 1, 2, 4
- Pola ini menyingkirkan peritonitis bakterial spontan 2, 4
Langkah 3: Pemeriksaan ADA
- Periksa ADA pada semua kasus dengan limfositosis 1, 3
- ADA ≥32-40 U/L (atau ≥27 U/L pada sirosis) sangat mendukung diagnosis TB 1, 3
Langkah 4: Konfirmasi Jika Diperlukan
- Jika ADA equivokal atau tidak tersedia: lakukan laparoskopi dengan biopsi peritoneum (gold standard, sensitivitas 95.5%) 1, 3
- Histologi menunjukkan granuloma kaseosa pada 84-97% kasus 1, 3, 5
Peringatan Penting
Jebakan pada Pasien Sirosis
- ADA dapat memberikan hasil false-negative pada sirosis karena protein total asites yang rendah 1
- Gunakan cut-off lebih rendah (27 U/L) untuk pasien sirosis 1
- Jangan menyingkirkan TB hanya berdasarkan ADA rendah pada pasien sirosis 1
Hasil Positif Palsu ADA
- Keganasan peritoneal (13% kasus) dapat meningkatkan ADA 6
- Peritonitis bakterial (5.8% kasus) dapat meningkatkan ADA 6
- Selalu korelasikan dengan gambaran klinis dan pola sel 6
Kapan Tidak Perlu Pemeriksaan TB
- Jangan periksa BTA/kultur rutin kecuali ada risiko tinggi TB (imigrasi dari area endemik, HIV, kontak TB) 1
- Pemeriksaan ini mahal dan sensitivitas rendah 1
Pemeriksaan Tambahan untuk Menyingkirkan Diagnosis Lain
Untuk Menyingkirkan Peritonitis Bakterial Sekunder
- Glukosa cairan asites <50 mg/dL 1
- LDH cairan asites > LDH serum 1
- CEA >5 ng/mL atau alkalin fosfatase >240 U/L (perforasi usus) 1
Untuk Menyingkirkan Keganasan
- Sitologi (sensitivitas 82.8% sampel pertama, 96.7% dengan 3 sampel) 1, 2
- Kirim 50 mL cairan segar hangat segera ke laboratorium 1
- Jangan periksa CA-125 karena meningkat pada asites apapun penyebabnya 1, 2
Kesimpulan Praktis
Pada area endemik TB, kombinasi limfositosis asites + ADA ≥32-40 U/L cukup untuk memulai terapi anti-TB empiris setelah menyingkirkan keganasan, uremia, dan peritonitis bakterial. 3 Biopsi peritoneum hanya diperlukan jika ADA tidak tersedia atau hasilnya meragukan. 1, 3