Pemeriksaan GeneXpert pada Cairan Asites untuk Tuberkulosis
GeneXpert MTB/RIF dapat dilakukan pada cairan asites, tetapi memiliki sensitivitas yang sangat rendah (28,6-70,6%) dan TIDAK direkomendasikan sebagai tes diagnostik utama untuk tuberkulosis peritoneal. 1, 2
Rekomendasi Utama
Pemeriksaan Adenosine Deaminase (ADA) adalah tes pilihan pertama untuk cairan asites dengan kecurigaan tuberkulosis peritoneal, bukan GeneXpert. 1 ADA memiliki sensitivitas 91,7-100% dan spesifisitas 92-100%, jauh lebih superior dibandingkan GeneXpert. 1
Performa GeneXpert pada Cairan Asites
Sensitivitas yang Buruk
- Sensitivitas GeneXpert pada cairan asites hanya 28,6-30% dibandingkan dengan standar referensi komposit 1, 2, 3
- Dalam satu studi, dari 21 pasien dengan tuberkulosis abdominal yang terbukti secara histopatologi, GeneXpert hanya positif pada 6 pasien (sensitivitas 28,57%) 3
- Meta-analisis menunjukkan sensitivitas pooled hanya 30% (95% CI: 22-40%) untuk diagnosis tuberkulosis peritoneal 2
Spesifisitas Tinggi
- Spesifisitas GeneXpert mencapai 97-100% pada cairan asites 1, 2, 4
- Nilai prediktif positif 100%, artinya hasil positif sangat dapat dipercaya 3, 4
- Tidak ada hasil false-positive dalam beberapa studi 2, 3
Algoritma Diagnostik yang Direkomendasikan
Langkah 1: Pemeriksaan Awal Cairan Asites
- Ukur kadar ADA dengan cut-off ≥32-40 U/L untuk pasien non-sirosis 1
- Untuk pasien sirosis, gunakan cut-off lebih rendah ≥27-32 U/L 1
- Lakukan hitung sel dengan diferensiasi (limfositosis mendukung TB), protein total, albumin, glukosa, dan LDH 1
Langkah 2: Interpretasi Hasil ADA
- ADA ≥32-40 U/L (non-sirosis) atau ≥27-32 U/L (sirosis): Sangat mendukung tuberkulosis peritoneal 1
- ADA <27 U/L: Tuberkulosis tidak mungkin, tetapi tidak dapat sepenuhnya disingkirkan terutama pada pasien sirosis 1
Langkah 3: Konfirmasi Diagnostik
- Laparoskopi dengan biopsi peritoneum adalah gold standard, menunjukkan granuloma kaseosa dengan sensitivitas 95,5% 1
- Kultur cairan asites memiliki sensitivitas rendah (20-83%) 1
- Pewarnaan AFB sangat tidak sensitif (0-86%) 1
Kapan GeneXpert Dapat Dipertimbangkan
Sebagai Tes Tambahan Saja
- GeneXpert dapat dilakukan sebagai tes adjuvan, tetapi TIDAK BOLEH menggantikan pemeriksaan ADA 1
- Hasil GeneXpert negatif TIDAK DAPAT menyingkirkan tuberkulosis asites karena tingginya angka false-negative 1, 2
Pada Jaringan Peritoneum (Bukan Cairan)
- GeneXpert pada jaringan peritoneum yang diperoleh saat laparoskopi memiliki sensitivitas lebih baik (60,7%) dibandingkan cairan asites 5
- Spesifisitas pada jaringan tetap sangat baik (100%) 5
- Dapat mendeteksi resistensi rifampisin secara simultan 5
Peringatan Penting
Jangan Menunda Pengobatan
- Hasil GeneXpert negatif pada cairan asites tidak boleh menunda inisiasi terapi anti-tuberkulosis jika kecurigaan klinis tinggi 1, 6
- Tingkat false-negative 40-70% terlalu tinggi untuk mengandalkan hasil negatif 1, 2, 3
Konteks Klinis Penting
- Pasien berisiko tinggi: imigrasi dari area endemik TB, HIV/AIDS, limfositosis pada cairan asites 1
- ADA dapat meningkat pada empiema, artritis reumatoid, limfoma, dan keganasan lain 1
- Singkirkan keganasan, uremia, dan peritonitis bakterial sebelum memulai terapi empiris 1
Kultur Tetap Diperlukan
- Kultur mikobakterium harus selalu dilakukan terlepas dari hasil GeneXpert 6
- Kultur tetap menjadi gold standard meskipun memerlukan waktu 2-6 minggu 6
Kesimpulan Praktis
Untuk diagnosis tuberkulosis peritoneal dari cairan asites: gunakan ADA sebagai tes utama, bukan GeneXpert. 1 Jika diperlukan konfirmasi definitif, lakukan laparoskopi dengan biopsi peritoneum. 1 GeneXpert hanya berguna sebagai tes tambahan dengan pemahaman bahwa hasil negatif tidak menyingkirkan diagnosis. 1, 2