From the Guidelines
Premedikasi tidak direkomendasikan untuk reaksi alergi transfusi (ATRs) yang dimediasi IgE karena reaksi ini tidak dapat diprediksi dan berpotensi parah. Reaksi ATR yang dimediasi IgE melibatkan respons hipersensitivitas langsung yang dapat memicu degranulasi sel mast dan basofil, melepaskan histamin dan mediator inflamasi lainnya, yang dapat berkembang menjadi anafilaksis dengan cepat. Premedikasi standar seperti antihistamin dan antipiretik tidak efektif dalam mencegah reaksi alergi yang dimediasi IgE yang sebenarnya.
Berikut beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan:
- Identifikasi pasien dengan riwayat reaksi alergi transfusi parah sebelumnya dan pertimbangkan strategi alternatif seperti produk darah yang dicuci untuk menghilangkan protein plasma, produk yang kekurangan IgA untuk pasien dengan antibodi anti-IgA, atau produk yang direduksi leukosit.
- Jika transfusi sangat diperlukan pada pasien dengan reaksi parah sebelumnya, harus dilakukan dalam pengawasan ketat dengan obat darurat (epinefrin, kortikosteroid, antihistamin) yang tersedia segera.
- Pendekatan paling efektif adalah mengidentifikasi alergen spesifik yang menyebabkan reaksi dan menghindari paparannya daripada mencoba mencegah reaksi dengan premedikasi, seperti yang disarankan oleh 1.
Dalam kasus reaksi alergi transfusi, penting untuk memantau pasien secara ketat dan siap untuk mengatasi reaksi yang parah, termasuk anafilaksis, dengan obat-obatan yang tepat, seperti epinefrin, kortikosteroid, dan antihistamin, sesuai dengan pedoman yang diterbitkan oleh 1.
From the FDA Drug Label
INDICATIONS AND USAGE: Diphenhydramine hydrochloride in the injectable form is effective in adults and pediatric patients, other than premature infants and neonates, for the following conditions when diphenhydramine hydrochloride in the oral form is impractical Antihistaminic For amelioration of allergic reactions to blood or plasma, in anaphylaxis as an adjunct to epinephrine and other standard measures after the acute symptoms have been controlled, and for other uncomplicated allergic conditions of the immediate type when oral therapy is impossible or contraindicated.
Pada kasus Allergic Transfusion Reactions (ATRs): IgE-Mediated, dapat diberikan premedikasi dengan diphenhydramine sebelumnya untuk mengurangi reaksi alergi.
- Diphenhydramine dapat digunakan sebagai antihistaminik untuk mengurangi gejala alergi.
- Namun, perlu diingat bahwa diphenhydramine harus digunakan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter, terutama pada pasien dengan kondisi kesehatan tertentu 2.
From the Research
Kasus Allergic Transfusion Reactions (ATRs): IgE-Mediated
Pada kasus ATRs IgE-Mediated, premedikasi dapat diberikan untuk mencegah reaksi alergi. Berikut beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:
- Pemberian premedikasi dengan antihistamin seperti diphenhydramine adalah praktik umum untuk mencegah ATRs, namun efektivitasnya belum terbukti secara konklusif 3.
- Penelitian lain menunjukkan bahwa pemberian anti-alergi seperti dexamethasone, chlorpheniramine, atau promethazine tidak efektif dalam mencegah reaksi transfusi 4.
- Reaksi alergi transfusi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk IgE-mediated hypersensitivity reaction, dan pemberian premedikasi harus disesuaikan dengan kondisi pasien 5, 6.
- Pemberian premedikasi harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan risiko dan manfaatnya, karena premedikasi juga dapat menyebabkan efek sampingan 3, 4.
Pilihan Premedikasi
Beberapa pilihan premedikasi yang dapat digunakan untuk mencegah ATRs IgE-Mediated adalah: