Can premedication be given for IgE-mediated Allergic Transfusion Reactions (ATRs)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Tidak disarankan untuk memberikan premedikasi secara indiscriminatif untuk reaksi alergi transfusi (ATRs) yang dimediasi IgE, karena hal ini dapat menyebabkan efek sampingan yang tidak diinginkan. Menurut pedoman terbaru dari SHOT 1, premedikasi dengan steroid dan/atau antihistamin tidak disarankan secara umum. Sebaliknya, pendekatan yang lebih personalisasi disarankan, yang disesuaikan dengan gejala dan tanda-tanda pasien untuk membedakan antara reaksi demam dan reaksi alergi.

Beberapa pilihan premedikasi yang dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan riwayat reaksi alergi transfusi yang parah adalah:

  • Antihistamin seperti difenhidramin (Benadryl) 25-50 mg secara oral atau intravena 30 menit sebelum transfusi
  • Kortikosteroid seperti hidrokortison 100 mg IV atau metilprednisolon 40-125 mg IV 30 menit sebelum transfusi
  • Asetaminofen 650 mg secara oral untuk membantu mengelola demam atau ketidaknyamanan

Namun, perlu diingat bahwa premedikasi tidak dapat mencegah reaksi parah pada individu yang sangat sensitif. Oleh karena itu, langkah-langkah tambahan seperti menggunakan produk darah yang direduksi leukosit atau sel darah merah yang dicuci mungkin diperlukan bersama dengan premedikasi. Transfusi harus tetap diberikan secara perlahan dengan pemantauan yang hati-hati, terutama selama 15 menit pertama.

From the FDA Drug Label

INDICATIONS AND USAGE: Diphenhydramine hydrochloride in the injectable form is effective in adults and pediatric patients, other than premature infants and neonates, for the following conditions when diphenhydramine hydrochloride in the oral form is impractical Antihistaminic For amelioration of allergic reactions to blood or plasma, in anaphylaxis as an adjunct to epinephrine and other standard measures after the acute symptoms have been controlled, and for other uncomplicated allergic conditions of the immediate type when oral therapy is impossible or contraindicated.

Premedikasi untuk Allergic Transfusion Reactions (ATRs): IgE-Mediated dapat diberikan menggunakan diphenhydramine (IV) sebagai antihistaminik untuk mengurangi reaksi alergi terhadap darah atau plasma 2.

From the Research

Allergic Transfusion Reactions (ATRs): IgE-Mediated

  • ATRs adalah komplikasi umum dari transfusi darah, dan pemberian premedikasi dengan antihistamin adalah praktik umum untuk mencegah reaksi alergi 3.
  • Namun, penelitian terkini tidak secara konklusif memvalidasi penggunaan premedikasi untuk mencegah ATRs, dan premedikasi yang ada sering menyebabkan efek sampingan 3, 4.
  • Reaksi anafilaksis yang parah dapat terjadi pada pasien dengan riwayat malaria serebral, dan pemeriksaan IgE dan IgG dapat membantu dalam mendiagnosis reaksi alergi 5.
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian anti-alergi sebelum transfusi darah tidak efektif dalam mencegah reaksi transfusi, dan dapat menyebabkan efek sampingan yang tidak perlu 4, 6.
  • Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah premedikasi dapat diberikan pada pasien dengan ATRs IgE-Mediated, dan jika ya, maka jenis premedikasi apa yang paling efektif dan aman.

Pencegahan dan Pengobatan ATRs

  • Pencegahan ATRs dapat dilakukan dengan menggunakan platelet yang dicuci, namun proses pencucian dapat menyebabkan kehilangan platelet yang signifikan 7.
  • Pengobatan ATRs dapat dilakukan dengan menggunakan antihistamin dan kortikosteroid, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efektivitas dan keamanan pengobatan ini 7.

References

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.