How is autoimmune gastritis diagnosed in middle‑aged to elderly patients presenting with chronic epigastric discomfort, early satiety, nausea, and unexplained iron‑deficiency or vitamin B12 deficiency anemia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 13, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis Gastritis Autoimmune

Diagnosis gastritis autoimmune memerlukan kombinasi pemeriksaan endoskopi dengan biopsi topografi, konfirmasi histopatologi menunjukkan atrofi mukosa oksintik dengan infiltrat limfoplasmositik predominan di korpus dengan sparing antrum, dan pemeriksaan antibodi antiparietal cell (PCA) dan anti-intrinsic factor (IFA). 1

Pendekatan Diagnostik Algoritmik

Langkah 1: Evaluasi Klinis dan Laboratorium Awal

Pasien dengan gastritis autoimmune (AIG) biasanya datang dengan manifestasi klinis yang bervariasi:

  • Gejala gastrointestinal: ketidaknyamanan epigastrik kronik, rasa kenyang dini, mual 2, 3
  • Defisiensi mikronutrien: anemia defisiensi besi (terjadi pada hingga 50% pasien dan muncul lebih awal daripada defisiensi B12) 4, 5 atau anemia defisiensi vitamin B12 (pernicious anemia sebagai manifestasi lanjut) 4, 6
  • Gejala neurologis dan neuropsikiatrik akibat defisiensi B12 7, 2

Evaluasi laboratorium wajib meliputi:

  • Pemeriksaan kadar besi dan vitamin B12 pada semua pasien dengan kecurigaan AIG, terlepas dari ada tidaknya anemia 1, 4
  • Defisiensi besi sering muncul lebih dini karena cadangan B12 hepatik dapat bertahan bertahun-tahun 5

Langkah 2: Endoskopi dengan Biopsi Topografi

Pemeriksaan endoskopi harus dilakukan dengan teknik biopsi yang tepat:

  • Ambil biopsi terpisah dari korpus gaster dan antrum/incisura, tempatkan dalam wadah spesimen berlabel terpisah untuk memungkinkan stratifikasi risiko histopatologi yang akurat 1, 4
  • Teknik biopsi yang tepat sangat penting untuk menghindari missed diagnosis penyakit fokal 4

Temuan endoskopi karakteristik AIG meliputi:

  • Mukosa tampak pucat 1, 4
  • Hilangnya lipatan rugae gaster 1
  • Prominensi pembuluh darah submukosa akibat penipisan epitel gaster yang atrofi 1
  • Pola predominan korpus dengan sparing antrum 1

Langkah 3: Konfirmasi Histopatologi

Temuan histologi yang konsisten dengan AIG:

  • Atrofi mukosa oksintik dengan infiltrat limfoplasmositik 1
  • Kehilangan sel parietal 6, 8
  • Pola korpus-predominan 1

Penting: Diagnosis AIG memerlukan konfirmasi histopatologi terlepas dari temuan serologis 6

Langkah 4: Pemeriksaan Serologis

Periksa antibodi PCA dan IFA pada pasien dengan temuan endoskopi dan histologi yang konsisten dengan AIG 1:

  • Antibodi antiparietal cell (PCA) positif pada 83.4% pasien 3
  • Caveat penting: Pasien seronegatif tetap mungkin memiliki AIG berdasarkan konfirmasi histologi 6, 8
  • Jangan mengesampingkan diagnosis AIG hanya berdasarkan antibodi negatif; pemeriksaan histologi tetap merupakan gold standard 6, 8

Langkah 5: Evaluasi H. pylori

Semua pasien dengan gastritis atrofi harus dites H. pylori menggunakan metode non-serologis (misalnya urea breath test, stool antigen) 1, 4:

  • Serologi tetap positif setelah eradikasi sehingga tidak dapat diandalkan 4
  • Meskipun H. pylori biasanya negatif pada AIG, konfirmasi tetap diperlukan 3
  • Anti-H. pylori IgG dapat positif pada 27.5% pasien dengan AIG, menunjukkan infeksi sebelumnya 3

Langkah 6: Skrining Penyakit Autoimmun Terkait

Pada pasien dengan AIG yang terkonfirmasi:

  • Lakukan skrining penyakit tiroid autoimun karena komorbiditas tinggi 1, 4
  • Pertimbangkan evaluasi penyakit autoimun lain berdasarkan presentasi klinis (misalnya diabetes tipe 1) 1

Langkah 7: Evaluasi Neoplasia

Pada pasien dengan diagnosis baru pernicious anemia, lakukan endoskopi atas untuk:

  • Stratifikasi risiko 1
  • Evaluasi neoplasia gaster dan tumor neuroendokrin (NET) yang sudah ada 1, 4
  • Risiko adenokarsinoma gaster mungkin paling tinggi dalam tahun pertama diagnosis pernicious anemia 4

Pitfall Umum yang Harus Dihindari

  • Underdiagnosis: AIG sering tidak terdiagnosis karena gambaran endoskopi yang subtle dan pelaporan histopatologi yang tidak konsisten 4
  • Kesalahan teknik biopsi: Kegagalan mengambil biopsi terpisah dari korpus dan antrum dalam wadah berlabel berbeda dapat menyebabkan missed diagnosis 4
  • Mengandalkan serologi saja: Pasien seronegatif tetap dapat memiliki AIG; histologi adalah standar emas 6, 8
  • Mengabaikan defisiensi besi: Defisiensi besi muncul lebih awal dan dapat menutupi makrositosis akibat defisiensi B12 5, 9
  • Tidak mengevaluasi mikronutrien tanpa anemia: Evaluasi besi dan B12 harus dilakukan terlepas dari ada tidaknya anemia 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Chronic Autoimmune Gastritis: Modern Diagnostic Principles.

Diagnostics (Basel, Switzerland), 2021

Guideline

Treatment of Atrophic Gastritis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Nutritional Deficiencies in Atrophic Gastritis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Upper Endoscopy for Vitamin B12 Deficiency

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Autoimmune gastritis.

Nature reviews. Disease primers, 2020

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.