Diagnosis Gastritis Autoimmune
Diagnosis gastritis autoimmune memerlukan kombinasi pemeriksaan endoskopi dengan biopsi topografi, konfirmasi histopatologi menunjukkan atrofi mukosa oksintik dengan infiltrat limfoplasmositik predominan di korpus dengan sparing antrum, dan pemeriksaan antibodi antiparietal cell (PCA) dan anti-intrinsic factor (IFA). 1
Pendekatan Diagnostik Algoritmik
Langkah 1: Evaluasi Klinis dan Laboratorium Awal
Pasien dengan gastritis autoimmune (AIG) biasanya datang dengan manifestasi klinis yang bervariasi:
- Gejala gastrointestinal: ketidaknyamanan epigastrik kronik, rasa kenyang dini, mual 2, 3
- Defisiensi mikronutrien: anemia defisiensi besi (terjadi pada hingga 50% pasien dan muncul lebih awal daripada defisiensi B12) 4, 5 atau anemia defisiensi vitamin B12 (pernicious anemia sebagai manifestasi lanjut) 4, 6
- Gejala neurologis dan neuropsikiatrik akibat defisiensi B12 7, 2
Evaluasi laboratorium wajib meliputi:
- Pemeriksaan kadar besi dan vitamin B12 pada semua pasien dengan kecurigaan AIG, terlepas dari ada tidaknya anemia 1, 4
- Defisiensi besi sering muncul lebih dini karena cadangan B12 hepatik dapat bertahan bertahun-tahun 5
Langkah 2: Endoskopi dengan Biopsi Topografi
Pemeriksaan endoskopi harus dilakukan dengan teknik biopsi yang tepat:
- Ambil biopsi terpisah dari korpus gaster dan antrum/incisura, tempatkan dalam wadah spesimen berlabel terpisah untuk memungkinkan stratifikasi risiko histopatologi yang akurat 1, 4
- Teknik biopsi yang tepat sangat penting untuk menghindari missed diagnosis penyakit fokal 4
Temuan endoskopi karakteristik AIG meliputi:
- Mukosa tampak pucat 1, 4
- Hilangnya lipatan rugae gaster 1
- Prominensi pembuluh darah submukosa akibat penipisan epitel gaster yang atrofi 1
- Pola predominan korpus dengan sparing antrum 1
Langkah 3: Konfirmasi Histopatologi
Temuan histologi yang konsisten dengan AIG:
- Atrofi mukosa oksintik dengan infiltrat limfoplasmositik 1
- Kehilangan sel parietal 6, 8
- Pola korpus-predominan 1
Penting: Diagnosis AIG memerlukan konfirmasi histopatologi terlepas dari temuan serologis 6
Langkah 4: Pemeriksaan Serologis
Periksa antibodi PCA dan IFA pada pasien dengan temuan endoskopi dan histologi yang konsisten dengan AIG 1:
- Antibodi antiparietal cell (PCA) positif pada 83.4% pasien 3
- Caveat penting: Pasien seronegatif tetap mungkin memiliki AIG berdasarkan konfirmasi histologi 6, 8
- Jangan mengesampingkan diagnosis AIG hanya berdasarkan antibodi negatif; pemeriksaan histologi tetap merupakan gold standard 6, 8
Langkah 5: Evaluasi H. pylori
Semua pasien dengan gastritis atrofi harus dites H. pylori menggunakan metode non-serologis (misalnya urea breath test, stool antigen) 1, 4:
- Serologi tetap positif setelah eradikasi sehingga tidak dapat diandalkan 4
- Meskipun H. pylori biasanya negatif pada AIG, konfirmasi tetap diperlukan 3
- Anti-H. pylori IgG dapat positif pada 27.5% pasien dengan AIG, menunjukkan infeksi sebelumnya 3
Langkah 6: Skrining Penyakit Autoimmun Terkait
Pada pasien dengan AIG yang terkonfirmasi:
- Lakukan skrining penyakit tiroid autoimun karena komorbiditas tinggi 1, 4
- Pertimbangkan evaluasi penyakit autoimun lain berdasarkan presentasi klinis (misalnya diabetes tipe 1) 1
Langkah 7: Evaluasi Neoplasia
Pada pasien dengan diagnosis baru pernicious anemia, lakukan endoskopi atas untuk:
- Stratifikasi risiko 1
- Evaluasi neoplasia gaster dan tumor neuroendokrin (NET) yang sudah ada 1, 4
- Risiko adenokarsinoma gaster mungkin paling tinggi dalam tahun pertama diagnosis pernicious anemia 4
Pitfall Umum yang Harus Dihindari
- Underdiagnosis: AIG sering tidak terdiagnosis karena gambaran endoskopi yang subtle dan pelaporan histopatologi yang tidak konsisten 4
- Kesalahan teknik biopsi: Kegagalan mengambil biopsi terpisah dari korpus dan antrum dalam wadah berlabel berbeda dapat menyebabkan missed diagnosis 4
- Mengandalkan serologi saja: Pasien seronegatif tetap dapat memiliki AIG; histologi adalah standar emas 6, 8
- Mengabaikan defisiensi besi: Defisiensi besi muncul lebih awal dan dapat menutupi makrositosis akibat defisiensi B12 5, 9
- Tidak mengevaluasi mikronutrien tanpa anemia: Evaluasi besi dan B12 harus dilakukan terlepas dari ada tidaknya anemia 1