Manajemen Pasien dengan Penyakit Ginjal Stadium Akhir, Anemia Berat, dan Hiperurisemia Ekstrem
Pasien ini memerlukan hemodialisis segera (dalam 24 jam) untuk mengatasi uremia berat (ureum 330 mg/dL, kreatinin 15 mg/dL) dan hiperurisemia ekstrem (asam urat 15.7 mg/dL), diikuti dengan transfusi darah untuk anemia yang mengancam jiwa (Hb 5.2 g/dL).
Prioritas Manajemen Segera
1. Inisiasi Terapi Pengganti Ginjal Emergensi
Hemodialisis harus dimulai segera karena pasien memenuhi kriteria RIFLE-F (Failure) dengan kreatinin >4 mg/dL dan peningkatan akut yang signifikan 1. Nilai kreatinin 15 mg/dL menempatkan pasien pada kategori gagal ginjal berat yang memerlukan dialisis 1.
Indikasi Absolut untuk Dialisis pada Pasien Ini:
- Azotemia berat dengan ureum 330 mg/dL (normal <50 mg/dL) dan kreatinin 15 mg/dL 1
- Hiperurisemia ekstrem 15.7 mg/dL yang berisiko tinggi menyebabkan nefropati asam urat akut dan kristalisasi di tubulus ginjal 1
- Kemungkinan gejala uremik (meskipun tidak disebutkan eksplisit, nilai ureum >300 mg/dL hampir selalu simptomatik) 1
Protokol Hemodialisis Awal:
Untuk mencegah sindrom disequilibrium dialisis, yang sangat berisiko pada pasien dengan ureum >300 mg/dL 2:
- Sesi pertama: Durasi 2-3 jam dengan aliran darah rendah (200-250 mL/menit), target penurunan ureum hanya 30-40% 2
- Frekuensi: Dialisis harian selama 3-5 hari pertama untuk menghindari penurunan ureum yang terlalu cepat 1, 3
- Monitoring neurologis: Periksa status neurologis setiap 15-30 menit selama dan setelah dialisis untuk mendeteksi tanda-tanda disequilibrium (sakit kepala, mual, kejang) 2
Hemodialisis intermiten (IHD) adalah modalitas pilihan karena dapat menurunkan asam urat sekitar 50% per sesi 6 jam dengan klirens 70-100 mL/menit 1.
Pertimbangkan CRRT (Continuous Renal Replacement Therapy) jika pasien mengalami 1, 3:
- Instabilitas hemodinamik
- Hipotensi yang tidak responsif
- Overload cairan berat
2. Manajemen Hiperurisemia Ekstrem
Asam urat 15.7 mg/dL merupakan hiperurisemia kritis yang memerlukan intervensi agresif 3, 4.
Strategi Farmakologis:
Allopurinol TIDAK boleh diberikan segera pada pasien dengan kreatinin 15 mg/dL karena 5:
- Dengan klirens kreatinin <10 mL/menit, dosis allopurinol tidak boleh melebihi 100 mg/hari 5
- Akumulasi obat dan metabolitnya dapat terjadi pada gagal ginjal 5
- Allopurinol hanya mencegah pembentukan asam urat baru, tidak menurunkan kadar yang sudah tinggi 4
Hemodialisis adalah terapi definitif untuk menurunkan asam urat yang sudah sangat tinggi 1, 4:
- Dapat menurunkan asam urat plasma hingga 50% per sesi 1
- Lebih efektif daripada allopurinol untuk hiperurisemia akut berat 4
Setelah 2-3 sesi dialisis dan asam urat turun <10 mg/dL, mulai allopurinol 100 mg/hari (dosis maksimal untuk klirens kreatinin <10 mL/menit) 5.
Hidrasi dan Alkalinisasi:
- Target output urin ≥100 mL/jam (jika masih ada fungsi ginjal residual) dengan hidrasi agresif 3
- Pertimbangkan sodium bikarbonat untuk alkalinisasi urin (pH target >6.5) guna mencegah kristalisasi asam urat 1
- Diuretik loop dapat digunakan untuk mempertahankan output urin, kecuali ada hipovolemia 3
3. Manajemen Anemia Berat
Hb 5.2 g/dL adalah anemia yang mengancam jiwa dan memerlukan transfusi segera.
Protokol Transfusi:
- Transfusi packed red cells (PRC) harus diberikan, tetapi HATI-HATI dengan kecepatan dan volume pada pasien dengan gagal ginjal stadium akhir 1
- Target Hb: 7-8 g/dL (bukan normalisasi penuh) untuk menghindari overload cairan 1
- Kecepatan transfusi: Lambat (1 unit dalam 3-4 jam) dengan monitoring ketat tanda-tanda overload cairan 1
- Pertimbangkan diuretik loop (furosemide 40 mg IV) di tengah atau setelah setiap unit PRC untuk mencegah edema paru 1
Jangan tunda dialisis untuk transfusi - idealnya lakukan dialisis terlebih dahulu untuk menciptakan "ruang" untuk transfusi dengan mengurangi volume overload 1.
4. Monitoring Elektrolit Intensif
Meskipun tidak disebutkan dalam data laboratorium, pasien dengan ureum 330 mg/dL dan kreatinin 15 mg/dL sangat berisiko tinggi untuk 1:
Hiperkalemia:
- Periksa kalium SEGERA - ini adalah prioritas karena hiperkalemia dapat menyebabkan aritmia fatal 1
- EKG segera untuk mendeteksi perubahan hiperkalemik (gelombang T tinggi, pelebaran QRS) 1
- Jika K+ >6 mmol/L: berikan insulin 0.1 unit/kg + glukosa 25% 2 mL/kg, kalsium glukonat 50-100 mg/kg, dan sodium bikarbonat 1
Hiperfosfatemia:
- Periksa fosfat serum - kemungkinan sangat tinggi (>6 mg/dL) 1
- Jika >6 mg/dL: mulai aluminum hydroxide 50-100 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi 1, 3
Hipokalsemia:
- Periksa kalsium terionisasi 1, 3
- Hanya obati jika simptomatik (tetani, kejang) dengan kalsium glukonat 50-100 mg/kg 1, 3
5. Frekuensi Monitoring
Selama 24-48 jam pertama 3:
- Elektrolit (Na, K, Ca, PO4): setiap 6 jam
- Ureum, kreatinin, asam urat: setiap 12 jam
- Hb: setiap 24 jam atau setelah transfusi
- Status volume dan tanda vital: setiap 4 jam
Setelah stabilisasi 3:
- Elektrolit: setiap 12-24 jam
- Ureum, kreatinin, asam urat: setiap 24 jam
Perangkap Klinis yang Harus Dihindari
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi:
JANGAN mulai dialisis agresif penuh pada sesi pertama - ini dapat menyebabkan sindrom disequilibrium dengan edema serebral, kejang, dan koma 2
JANGAN memberikan allopurinol dosis penuh (300-600 mg) pada pasien dengan kreatinin 15 mg/dL - ini menyebabkan akumulasi toksik 5
JANGAN transfusi cepat atau target Hb normal - risiko edema paru dan gagal jantung akut sangat tinggi pada pasien dengan overload cairan 1
JANGAN abaikan hiperkalemia - periksa kalium dan EKG SEBELUM memulai prosedur lain karena hiperkalemia adalah penyebab kematian mendadak paling umum pada gagal ginjal akut 1
JANGAN berikan cairan IV berlebihan tanpa dialisis - pasien ini kemungkinan sudah overload dan pemberian cairan lebih lanjut dapat menyebabkan edema paru 1, 3
Pertimbangan Khusus untuk Pasien Usia 59 Tahun:
- Risiko komplikasi kardiovaskular lebih tinggi pada usia ini dengan komorbiditas yang mungkin ada 1, 3
- Evaluasi untuk transplantasi ginjal harus dimulai setelah stabilisasi, karena transplantasi memberikan outcome superior dibanding dialisis jangka panjang untuk mortalitas dan kualitas hidup 6
Algoritma Keputusan Klinis
Jam 0-2:
- Periksa kalium dan EKG STAT
- Obati hiperkalemia jika ada
- Pasang akses vaskular untuk hemodialisis (kateter vena sentral jika belum ada)
- Mulai hemodialisis gentle (2-3 jam, aliran rendah)
Jam 2-6: 5. Selesaikan sesi dialisis pertama 6. Evaluasi status volume 7. Jika stabil, mulai transfusi PRC 1 unit (lambat, 3-4 jam)
Jam 6-24: 8. Monitoring elektrolit setiap 6 jam 9. Sesi dialisis kedua setelah 12-24 jam 10. Lanjutkan transfusi jika Hb masih <7 g/dL
Hari 2-5: 11. Dialisis harian hingga ureum <100 mg/dL dan asam urat <10 mg/dL 12. Mulai allopurinol 100 mg/hari setelah asam urat <10 mg/dL 13. Transisi ke jadwal dialisis reguler (3x/minggu)