How should I manage a 59-year-old woman with end-stage renal disease (blood urea nitrogen ≈330 mg/dL, creatinine ≈15 mg/dL), severe hyperuricemia (serum uric acid ≈15.7 mg/dL), and profound anemia (hemoglobin ≈5.2 g/dL)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 17, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Pasien dengan Penyakit Ginjal Stadium Akhir, Anemia Berat, dan Hiperurisemia Ekstrem

Pasien ini memerlukan hemodialisis segera (dalam 24 jam) untuk mengatasi uremia berat (ureum 330 mg/dL, kreatinin 15 mg/dL) dan hiperurisemia ekstrem (asam urat 15.7 mg/dL), diikuti dengan transfusi darah untuk anemia yang mengancam jiwa (Hb 5.2 g/dL).

Prioritas Manajemen Segera

1. Inisiasi Terapi Pengganti Ginjal Emergensi

Hemodialisis harus dimulai segera karena pasien memenuhi kriteria RIFLE-F (Failure) dengan kreatinin >4 mg/dL dan peningkatan akut yang signifikan 1. Nilai kreatinin 15 mg/dL menempatkan pasien pada kategori gagal ginjal berat yang memerlukan dialisis 1.

Indikasi Absolut untuk Dialisis pada Pasien Ini:

  • Azotemia berat dengan ureum 330 mg/dL (normal <50 mg/dL) dan kreatinin 15 mg/dL 1
  • Hiperurisemia ekstrem 15.7 mg/dL yang berisiko tinggi menyebabkan nefropati asam urat akut dan kristalisasi di tubulus ginjal 1
  • Kemungkinan gejala uremik (meskipun tidak disebutkan eksplisit, nilai ureum >300 mg/dL hampir selalu simptomatik) 1

Protokol Hemodialisis Awal:

Untuk mencegah sindrom disequilibrium dialisis, yang sangat berisiko pada pasien dengan ureum >300 mg/dL 2:

  • Sesi pertama: Durasi 2-3 jam dengan aliran darah rendah (200-250 mL/menit), target penurunan ureum hanya 30-40% 2
  • Frekuensi: Dialisis harian selama 3-5 hari pertama untuk menghindari penurunan ureum yang terlalu cepat 1, 3
  • Monitoring neurologis: Periksa status neurologis setiap 15-30 menit selama dan setelah dialisis untuk mendeteksi tanda-tanda disequilibrium (sakit kepala, mual, kejang) 2

Hemodialisis intermiten (IHD) adalah modalitas pilihan karena dapat menurunkan asam urat sekitar 50% per sesi 6 jam dengan klirens 70-100 mL/menit 1.

Pertimbangkan CRRT (Continuous Renal Replacement Therapy) jika pasien mengalami 1, 3:

  • Instabilitas hemodinamik
  • Hipotensi yang tidak responsif
  • Overload cairan berat

2. Manajemen Hiperurisemia Ekstrem

Asam urat 15.7 mg/dL merupakan hiperurisemia kritis yang memerlukan intervensi agresif 3, 4.

Strategi Farmakologis:

Allopurinol TIDAK boleh diberikan segera pada pasien dengan kreatinin 15 mg/dL karena 5:

  • Dengan klirens kreatinin <10 mL/menit, dosis allopurinol tidak boleh melebihi 100 mg/hari 5
  • Akumulasi obat dan metabolitnya dapat terjadi pada gagal ginjal 5
  • Allopurinol hanya mencegah pembentukan asam urat baru, tidak menurunkan kadar yang sudah tinggi 4

Hemodialisis adalah terapi definitif untuk menurunkan asam urat yang sudah sangat tinggi 1, 4:

  • Dapat menurunkan asam urat plasma hingga 50% per sesi 1
  • Lebih efektif daripada allopurinol untuk hiperurisemia akut berat 4

Setelah 2-3 sesi dialisis dan asam urat turun <10 mg/dL, mulai allopurinol 100 mg/hari (dosis maksimal untuk klirens kreatinin <10 mL/menit) 5.

Hidrasi dan Alkalinisasi:

  • Target output urin ≥100 mL/jam (jika masih ada fungsi ginjal residual) dengan hidrasi agresif 3
  • Pertimbangkan sodium bikarbonat untuk alkalinisasi urin (pH target >6.5) guna mencegah kristalisasi asam urat 1
  • Diuretik loop dapat digunakan untuk mempertahankan output urin, kecuali ada hipovolemia 3

3. Manajemen Anemia Berat

Hb 5.2 g/dL adalah anemia yang mengancam jiwa dan memerlukan transfusi segera.

Protokol Transfusi:

  • Transfusi packed red cells (PRC) harus diberikan, tetapi HATI-HATI dengan kecepatan dan volume pada pasien dengan gagal ginjal stadium akhir 1
  • Target Hb: 7-8 g/dL (bukan normalisasi penuh) untuk menghindari overload cairan 1
  • Kecepatan transfusi: Lambat (1 unit dalam 3-4 jam) dengan monitoring ketat tanda-tanda overload cairan 1
  • Pertimbangkan diuretik loop (furosemide 40 mg IV) di tengah atau setelah setiap unit PRC untuk mencegah edema paru 1

Jangan tunda dialisis untuk transfusi - idealnya lakukan dialisis terlebih dahulu untuk menciptakan "ruang" untuk transfusi dengan mengurangi volume overload 1.

4. Monitoring Elektrolit Intensif

Meskipun tidak disebutkan dalam data laboratorium, pasien dengan ureum 330 mg/dL dan kreatinin 15 mg/dL sangat berisiko tinggi untuk 1:

Hiperkalemia:

  • Periksa kalium SEGERA - ini adalah prioritas karena hiperkalemia dapat menyebabkan aritmia fatal 1
  • EKG segera untuk mendeteksi perubahan hiperkalemik (gelombang T tinggi, pelebaran QRS) 1
  • Jika K+ >6 mmol/L: berikan insulin 0.1 unit/kg + glukosa 25% 2 mL/kg, kalsium glukonat 50-100 mg/kg, dan sodium bikarbonat 1

Hiperfosfatemia:

  • Periksa fosfat serum - kemungkinan sangat tinggi (>6 mg/dL) 1
  • Jika >6 mg/dL: mulai aluminum hydroxide 50-100 mg/kg/hari dalam 4 dosis terbagi 1, 3

Hipokalsemia:

  • Periksa kalsium terionisasi 1, 3
  • Hanya obati jika simptomatik (tetani, kejang) dengan kalsium glukonat 50-100 mg/kg 1, 3

5. Frekuensi Monitoring

Selama 24-48 jam pertama 3:

  • Elektrolit (Na, K, Ca, PO4): setiap 6 jam
  • Ureum, kreatinin, asam urat: setiap 12 jam
  • Hb: setiap 24 jam atau setelah transfusi
  • Status volume dan tanda vital: setiap 4 jam

Setelah stabilisasi 3:

  • Elektrolit: setiap 12-24 jam
  • Ureum, kreatinin, asam urat: setiap 24 jam

Perangkap Klinis yang Harus Dihindari

Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi:

  1. JANGAN mulai dialisis agresif penuh pada sesi pertama - ini dapat menyebabkan sindrom disequilibrium dengan edema serebral, kejang, dan koma 2

  2. JANGAN memberikan allopurinol dosis penuh (300-600 mg) pada pasien dengan kreatinin 15 mg/dL - ini menyebabkan akumulasi toksik 5

  3. JANGAN transfusi cepat atau target Hb normal - risiko edema paru dan gagal jantung akut sangat tinggi pada pasien dengan overload cairan 1

  4. JANGAN abaikan hiperkalemia - periksa kalium dan EKG SEBELUM memulai prosedur lain karena hiperkalemia adalah penyebab kematian mendadak paling umum pada gagal ginjal akut 1

  5. JANGAN berikan cairan IV berlebihan tanpa dialisis - pasien ini kemungkinan sudah overload dan pemberian cairan lebih lanjut dapat menyebabkan edema paru 1, 3

Pertimbangan Khusus untuk Pasien Usia 59 Tahun:

  • Risiko komplikasi kardiovaskular lebih tinggi pada usia ini dengan komorbiditas yang mungkin ada 1, 3
  • Evaluasi untuk transplantasi ginjal harus dimulai setelah stabilisasi, karena transplantasi memberikan outcome superior dibanding dialisis jangka panjang untuk mortalitas dan kualitas hidup 6

Algoritma Keputusan Klinis

Jam 0-2:

  1. Periksa kalium dan EKG STAT
  2. Obati hiperkalemia jika ada
  3. Pasang akses vaskular untuk hemodialisis (kateter vena sentral jika belum ada)
  4. Mulai hemodialisis gentle (2-3 jam, aliran rendah)

Jam 2-6: 5. Selesaikan sesi dialisis pertama 6. Evaluasi status volume 7. Jika stabil, mulai transfusi PRC 1 unit (lambat, 3-4 jam)

Jam 6-24: 8. Monitoring elektrolit setiap 6 jam 9. Sesi dialisis kedua setelah 12-24 jam 10. Lanjutkan transfusi jika Hb masih <7 g/dL

Hari 2-5: 11. Dialisis harian hingga ureum <100 mg/dL dan asam urat <10 mg/dL 12. Mulai allopurinol 100 mg/hari setelah asam urat <10 mg/dL 13. Transisi ke jadwal dialisis reguler (3x/minggu)

1, 6, 2, 3, 5, 4

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Post-Dialysis Disequilibrium Syndrome Prevention and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Fluid Management in Tumor Lysis Syndrome (TLS)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Acute uric acid nephropathy.

The Medical clinics of North America, 1990

Guideline

Management of Uremic Gastropathy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.