Kemungkinan Besar Infeksi Virus Influenza atau Virus Pernapasan Lainnya
Berdasarkan gambaran klinis keluarga ini—demam tinggi, pusing, nyeri otot dan tulang, sakit tenggorokan dengan kesulitan menelan, nafsu makan menurun, dan pembesaran kelenjar getah bening leher ringan—kemungkinan besar ini adalah infeksi virus influenza atau virus pernapasan lainnya seperti adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV), atau parainfluenza. 1
Mengapa Kemungkinan Besar Virus Influenza
Gejala konstitusional yang menonjol seperti demam tinggi, nyeri otot (myalgia), dan pusing (headache) sangat khas untuk influenza, dengan laporan menunjukkan kelemahan (94%), myalgia (94%), batuk (93%), dan kongesti nasal (91%) pada pasien influenza. 1
Onset mendadak dengan demam dan gejala sistemik adalah ciri khas influenza, berbeda dengan infeksi virus pernapasan atas biasa yang biasanya dimulai dengan gejala hidung terlebih dahulu. 1
Nyeri tulang dan otot yang menyeluruh merupakan gejala karakteristik influenza yang membedakannya dari faringitis virus biasa. 1
Penularan dalam satu keluarga sangat mendukung diagnosis virus pernapasan yang mudah menular, terutama influenza yang menyebar cepat dalam rumah tangga. 1
Virus Pernapasan Lain yang Perlu Dipertimbangkan
Respiratory Syncytial Virus (RSV) dapat menyebabkan gejala serupa dengan tingkat serangan sangat tinggi dalam rumah tangga, dengan batuk intens dilaporkan pada 96% kasus dalam satu wabah. 1
Adenovirus, rhinovirus, dan coronavirus juga dapat menyebabkan faringitis dengan gejala sistemik, meskipun biasanya lebih ringan dibanding influenza. 1, 2
COVID-19 harus dipertimbangkan dalam konteks pandemi, dengan gejala demam (92.8%), myalgia (27.7%), sakit kepala (7.2%), dan sakit tenggorokan (5.1-17.4%) yang dilaporkan. 1
Kapan Harus Curiga Infeksi Bakteri (Streptokokus Grup A)
Infeksi bakteri TIDAK mungkin dalam kasus ini karena:
Tidak ada demam tinggi mendadak yang khas untuk Streptokokus Grup A, yang biasanya muncul dengan onset sangat tiba-tiba dan demam ≥38.3°C. 2
Gejala sistemik yang menonjol (nyeri otot menyeluruh, pusing) lebih mengarah ke virus daripada bakteri. 1
Pembesaran kelenjar getah bening yang ringan tidak khas untuk infeksi streptokokus yang biasanya menyebabkan limfadenopati anterior servikal yang nyeri tekan dan membesar. 2
Tanda Bahaya yang Memerlukan Evaluasi Segera
Sesak napas atau frekuensi napas meningkat dapat menandakan pneumonia atau ARDS, terutama pada COVID-19 atau influenza berat. 1
Kesulitan menelan yang memburuk dengan air liur menetes dapat menandakan deep neck infection yang memerlukan CT scan dan antibiotik. 3
Perubahan kesadaran atau kejang dapat menandakan ensefalitis virus, terutama pada COVID-19 atau influenza dengan komplikasi neurologis. 1, 4
Ruam petekial terutama di telapak tangan/kaki dengan demam tinggi harus segera dipikirkan Rocky Mountain Spotted Fever atau meningokokemia. 2
Pendekatan Diagnostik yang Tepat
JANGAN lakukan tes streptokokus jika ada gejala virus yang jelas seperti nyeri otot menyeluruh, onset bertahap, atau gejala konstitusional yang dominan. 2
Pertimbangkan tes influenza rapid jika dalam 48 jam onset gejala dan influenza sedang beredar di komunitas, karena antiviral (oseltamivir) paling efektif jika dimulai dini. 1
Pertimbangkan tes COVID-19 dengan RT-PCR swab nasofaring atau rapid antigen test, terutama jika ada riwayat kontak atau gejala seperti anosmia/ageusia. 1
Tatalaksana yang Direkomendasikan
Terapi suportif adalah kunci: analgesik (parasetamol atau NSAID), hidrasi adekuat, kumur air garam hangat, dan istirahat. 2
JANGAN berikan antibiotik tanpa konfirmasi mikrobiologis infeksi bakteri, karena mayoritas kasus faringitis adalah viral. 2
Antiviral untuk influenza (oseltamivir) dapat dipertimbangkan jika diagnosis influenza dikonfirmasi dalam 48 jam pertama, terutama pada pasien berisiko tinggi. 1
Isolasi anggota keluarga yang sakit untuk mencegah penularan lebih lanjut, terutama jika dicurigai COVID-19 atau influenza. 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Memberikan antibiotik berdasarkan kesan klinis saja tanpa tes konfirmasi menyebabkan penggunaan antibiotik berlebihan pada 50-70% kasus karena virus adalah penyebab dominan. 2
Mengabaikan gejala neurologis seperti sakit kepala berat atau perubahan kesadaran yang dapat menandakan komplikasi serius seperti ensefalitis. 1, 4
Tidak mengenali pola penularan dalam keluarga yang sangat khas untuk virus pernapasan seperti influenza atau RSV. 1