Dosis Metilprednisolon pada Bronkitis Akut di Pasien Rawat Jalan
Metilprednisolon tidak direkomendasikan untuk bronkitis akut pada pasien rawat jalan yang sehat, karena tidak terbukti memberikan manfaat klinis yang bermakna. Panel ahli CHEST 2020 secara tegas menyatakan bahwa kortikosteroid oral tidak boleh diresepkan secara rutin untuk batuk akibat bronkitis akut pada pasien dewasa imunokompeten 1.
Rekomendasi Berdasarkan Pedoman
Jangan berikan kortikosteroid oral (termasuk metilprednisolon) untuk bronkitis akut tanpa komplikasi pada orang dewasa yang sehat, karena tidak ada bukti yang menunjukkan kortikosteroid membuat batuk lebih ringan atau sembuh lebih cepat 1.
Pedoman CHEST 2020 merekomendasikan tidak ada terapi rutin dengan antibiotik, antivirus, antitusif, beta agonis inhalasi, antikolinergik inhalasi, kortikosteroid inhalasi, kortikosteroid oral, NSAID, atau terapi lain sampai terbukti aman dan efektif 1.
Bronkitis akut adalah infeksi saluran napas bawah akut yang disebabkan oleh virus pada 89-95% kasus, sehingga kortikosteroid tidak memiliki peran dalam pengobatan 2.
Pengecualian Penting: Kondisi yang Memerlukan Kortikosteroid
Kortikosteroid oral HANYA diindikasikan jika diagnosis bukan bronkitis akut sederhana, tetapi:
Eksaserbasi Asma atau COPD
Jika pasien memiliki riwayat asma atau COPD yang tidak terdiagnosis (sekitar sepertiga pasien dengan "bronkitis akut berulang" sebenarnya memiliki asma yang tidak terdiagnosis), maka kortikosteroid oral diindikasikan 1.
Untuk eksaserbasi COPD akut dengan insufisiensi pernapasan, metilprednisolon 0,5 mg/kg BB setiap 6 jam intravena selama 72 jam terbukti meningkatkan fungsi paru secara signifikan 3.
Untuk asma akut berat yang memerlukan rawat inap, dosis rendah kortikosteroid (≤80 mg/hari metilprednisolon atau ≤400 mg/hari hidrokortison) sudah memadai; dosis lebih tinggi tidak memberikan keuntungan terapeutik tambahan 4.
Algoritma Klinis untuk Memutuskan Penggunaan Kortikosteroid
Konfirmasi diagnosis bronkitis akut dengan menyingkirkan pneumonia (periksa tanda vital: denyut jantung >100/menit, laju napas >24/menit, suhu >38°C, atau temuan pemeriksaan dada abnormal menunjukkan pneumonia, bukan bronkitis) 1, 2.
Singkirkan asma atau COPD dengan:
Jika bronkitis akut tanpa komplikasi dikonfirmasi:
Jika asma atau COPD dikonfirmasi:
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan asumsikan dahak purulen menunjukkan infeksi bakteri – dahak purulen terjadi pada 89-95% kasus bronkitis virus dan BUKAN indikasi untuk antibiotik atau kortikosteroid 2.
Jangan berikan kortikosteroid berdasarkan durasi batuk saja – batuk virus biasanya berlangsung 10-14 hari secara normal 1, 2.
Jangan asumsikan demam dalam 3 hari pertama menunjukkan infeksi bakteri – hanya demam yang menetap >3 hari yang menunjukkan kemungkinan superinfeksi bakteri atau pneumonia 2.
Evaluasi Ulang Jika Diperlukan
Pasien harus kembali jika demam menetap >3 hari, batuk menetap >3 minggu, atau gejala memburuk daripada membaik secara bertahap 1, 2.
Jika demam menetap >3 hari, pertimbangkan pneumonia atau superinfeksi bakteri dan lakukan evaluasi ulang dengan foto toraks 2.
Jika batuk menetap >3 minggu, pertimbangkan diagnosis lain: asma, COPD, pertusis, refluks gastroesofageal 2.