Evaluasi dan Penanganan Nyeri Lambung yang Baru Muncul
Rekomendasi Utama
Jika usia Anda 55 tahun atau lebih muda tanpa gejala alarm (penurunan berat badan, muntah darah, kesulitan menelan, atau anemia), Anda harus menjalani tes Helicobacter pylori terlebih dahulu, diikuti dengan terapi penghambat asam lambung (PPI) jika gejala masih berlanjut. 1
Penyebab Umum Nyeri Lambung Baru
Nyeri lambung (dispepsia) yang baru muncul biasanya disebabkan oleh:
- Infeksi Helicobacter pylori - bakteri ini menyebabkan sekitar 42% kasus penyakit tukak lambung dan merupakan penyebab utama tukak yang tidak terkait dengan obat antiinflamasi 2
- Penggunaan obat NSAID (seperti ibuprofen, aspirin) - menyebabkan sekitar 36% kasus penyakit tukak lambung 2
- Penyakit refluks asam lambung (GERD) - mempengaruhi 42% orang Amerika setiap bulan, dengan gejala nyeri ulu hati dan regurgitasi 3
- Gastritis - peradangan lapisan lambung yang sering berkaitan dengan H. pylori atau penggunaan obat-obatan 4
- Penyakit tukak peptik - bertanggung jawab atas sekitar 10% gejala saluran cerna atas 1
Algoritma Evaluasi Berdasarkan Usia dan Gejala
Jika Usia ≤55 Tahun TANPA Gejala Alarm:
Lakukan tes H. pylori menggunakan urea breath test atau tes antigen tinja (metode paling akurat) 1
Jika H. pylori positif: Jalani terapi eradikasi dengan kombinasi antibiotik dan PPI, yang menurunkan angka kekambuhan dari 50-60% menjadi 0-2% 2
Jika H. pylori negatif atau gejala tetap ada setelah eradikasi: Mulai terapi empiris dengan PPI (omeprazol 20-40 mg sekali sehari) selama 4-8 minggu, dengan tingkat penyembuhan 80-90% untuk tukak duodenum dan 70-80% untuk tukak lambung 1, 2
Jika gejala membaik: Tidak perlu pemeriksaan lebih lanjut 1
Jika gejala tidak membaik setelah terapi PPI dan eradikasi H. pylori: Pertimbangkan endoskopi untuk evaluasi lebih lanjut, meskipun kemungkinan menemukan penyakit organik sangat rendah pada kelompok usia muda 1
Gejala Alarm yang Memerlukan Endoskopi Segera:
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan 3
- Kesulitan menelan (disfagia) 3
- Muntah darah (hematemesis) 3
- Muntah persisten 3
- Anemia 3
- Usia >55 tahun 1
Kehadiran gejala alarm ini meningkatkan risiko keganasan lambung atau komplikasi serius, sehingga endoskopi harus dilakukan tanpa penundaan. 3
Kondisi Darurat yang Harus Disingkirkan Terlebih Dahulu
Meskipun jarang, nyeri lambung dapat menjadi manifestasi dari kondisi yang mengancam jiwa:
Infark miokard - terutama pada wanita, diabetesi, dan lansia yang dapat menampilkan nyeri epigastrium sebagai gejala utama dengan angka kematian 10-20% jika terlewat 3
- Lakukan EKG dalam 10 menit dan troponin serial pada jam ke-0 dan ke-6 3
Perforasi tukak peptik - nyeri mendadak dan berat yang menjadi menyeluruh, disertai demam, kekakuan perut, dan bising usus menghilang, dengan mortalitas mencapai 30% jika terlambat ditangani 3
Pankreatitis akut - nyeri epigastrium yang menjalar ke punggung, didiagnosis dengan amilase ≥4x normal atau lipase ≥2x normal 3
Pemeriksaan Penunjang yang Diperlukan
Pemeriksaan Laboratorium Dasar:
- Darah lengkap untuk mendeteksi anemia 3
- Tes H. pylori (urea breath test atau tes antigen tinja) 1
- Jika dicurigai komplikasi: CRP, laktat serum, fungsi hati dan ginjal 3
Pemeriksaan Pencitraan:
- CT scan abdomen dengan kontras adalah gold standard jika diagnosis tidak jelas, dapat mengidentifikasi pankreatitis, perforasi, dan kedaruratan vaskular 3
- Endoskopi saluran cerna atas adalah pemeriksaan definitif untuk tukak peptik, gastritis, dan esofagitis ketika pasien stabil 3
Penanganan Empiris Sambil Menunggu Diagnosis
- Mulai terapi PPI dosis tinggi (omeprazol 20-40 mg sekali sehari sebelum makan) untuk dugaan patologi terkait asam 5
- Hindari NSAID karena memperburuk tukak dan risiko perdarahan 3
- Jika menggunakan NSAID dan tidak dapat dihentikan, pertimbangkan mengganti jenis NSAID dan menambahkan PPI 2
- Puasa (NPO) sampai kedaruratan bedah disingkirkan 3
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan abaikan kemungkinan penyebab jantung pada pasien dengan nyeri epigastrium "atipikal", terlepas dari usia 3, 5
- Jangan tunda pencitraan pada pasien dengan tanda peritoneal, karena mortalitas perforasi tukak meningkat signifikan dengan diagnosis yang terlambat 3
- Jangan mengandalkan satu kali pemeriksaan troponin - diperlukan pemeriksaan serial minimal 6 jam untuk menyingkirkan NSTEMI 3
- Jangan menganggap GERD tanpa menyingkirkan penyebab yang mengancam jiwa terlebih dahulu, bahkan pada pasien dengan riwayat refluks 3
- Muntah persisten dengan nyeri epigastrium menyingkirkan dispepsia fungsional dan memerlukan investigasi untuk penyakit struktural seperti tukak peptik atau sindrom koroner akut 3
Prognosis dan Pencegahan Kekambuhan
- Eradikasi H. pylori menurunkan angka kekambuhan tukak dari 50-60% menjadi hampir 0% 2
- Penghentian NSAID menyembuhkan 95% tukak dan mengurangi kekambuhan dari 40% menjadi 9% 2
- Terapi PPI jangka panjang mungkin diperlukan jika faktor risiko tidak dapat dihilangkan 2
- Pasien yang merespons terapi dapat dikelola tanpa investigasi lebih lanjut 1