What is the optimal management for a 23‑24‑week pregnant gravida 5, para 3, abortus 1 woman on maintenance magnesium sulfate, a proton‑pump inhibitor, with type 2 diabetes mellitus, mild anemia (Hb 9.8 g/dL), severe hyponatremia (serum Na 114 mmol/L), hypoalbuminemia (2.5 g/dL) and acute‑on‑chronic kidney disease stage IV?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 18, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Optimal untuk Kehamilan 23-24 Minggu dengan Preeklampsia Berat, Diabetes Melitus Tipe 2, dan Komplikasi Multiorgan

Pasien ini memerlukan terminasi kehamilan segera karena kondisi maternal yang mengancam jiwa—hiponatremia berat (114 mmol/L), gagal ginjal akut-on-kronik stadium IV, dan hipoalbuminemia—pada usia kehamilan periviable di mana prognosis neonatal sangat buruk, sehingga prioritas adalah stabilisasi maternal dan penyelamatan nyawa ibu. 1

Penilaian Awal dan Konseling

  • Berikan konseling individual mengenai risiko dan manfaat terminasi kehamilan versus manajemen ekspektatif, dengan penjelasan bahwa pada usia kehamilan 23-24 minggu, tingkat kelangsungan hidup neonatal sangat rendah dan risiko disabilitas mayor sangat tinggi 1
  • Tawarkan pilihan terminasi kehamilan (abortion care) sebagai bagian dari manajemen yang sesuai dengan kondisi maternal yang mengancam jiwa 1
  • Jika pasien memilih manajemen ekspektatif, jelaskan bahwa resusitasi neonatal dan perawatan intensif hanya akan dipertimbangkan jika diinginkan oleh pasien dan tim medis 1

Manajemen Magnesium Sulfat

Indikasi dan Dosis untuk Preeklampsia Berat

  • Lanjutkan magnesium sulfat untuk profilaksis kejang eklampsia dengan dosis maintenance 1-2 g/jam IV secara kontinyu 2, 3
  • Batasi total cairan IV menjadi 60-80 mL/jam untuk mencegah edema paru, mengingat pasien sudah memiliki hipoalbuminemia (2.5 g/dL) yang meningkatkan risiko kebocoran kapiler 2, 3
  • Hindari kombinasi magnesium sulfat dengan calcium channel blocker (terutama nifedipine IV atau sublingual) karena dapat menyebabkan depresi miokard berat dan hipotensi 1, 2

Monitoring Ketat Toksisitas Magnesium

Mengingat pasien memiliki gagal ginjal stadium IV, risiko toksisitas magnesium sangat tinggi karena ekskresi renal terganggu:

  • Periksa refleks patella setiap 4 jam—hilangnya refleks terjadi pada kadar 3.5-5 mmol/L 4
  • Monitor laju respirasi setiap jam—paralisis respirasi terjadi pada kadar 5-6.5 mmol/L 2, 4
  • Pantau output urin ketat (target ≥30 mL/jam)—oliguria meningkatkan risiko toksisitas 2
  • Periksa kadar magnesium serum secara serial pada pasien dengan gangguan ginjal berat ini, meskipun monitoring klinis biasanya cukup pada fungsi ginjal normal 2
  • Pada insufisiensi ginjal berat, maksimum dosis magnesium sulfat adalah 20 gram/48 jam 3
  • Siapkan kalsium glukonat 1 gram IV sebagai antidotum jika terjadi toksisitas 4

Manajemen Hipertensi Akut

  • Gunakan antihipertensi terpisah untuk mencapai target tekanan darah <160/105-110 mmHg, karena magnesium sulfat tidak menurunkan tekanan darah 2
  • Labetalol IV adalah agen lini pertama untuk kontrol tekanan darah akut pada eklampsia/preeklampsia berat 2
  • Alternatif: nifedipine oral immediate-release, tetapi JANGAN berikan bersamaan dengan magnesium sulfat karena risiko hipotensi berat 1, 2
  • Hindari hydralazine karena terbukti inferior dibanding agen lain 1

Manajemen Diabetes Melitus Tipe 2

  • Insulin adalah terapi pilihan untuk diabetes tipe 2 dalam kehamilan, bukan agen oral 1
  • Titrasi insulin secara hati-hati mengingat resistensi insulin meningkat eksponensial pada trimester kedua 1
  • Target glikemik ketat: glukosa preprandial <105 mg/dL, 1 jam postprandial <155 mg/dL, 2 jam postprandial <130 mg/dL 1
  • Hindari metformin pada pasien ini karena kontraindikasi pada preeklampsia dan risiko restriksi pertumbuhan intrauterin 1

Manajemen Hiponatremia Berat (114 mmol/L)

  • Hiponatremia berat ini merupakan indikasi emergensi yang memerlukan koreksi bertahap untuk mencegah mielinolisis pontin sentral
  • Batasi cairan total menjadi 60-80 mL/jam seperti yang sudah disebutkan untuk manajemen preeklampsia 2, 3
  • Hindari diuretik karena volume plasma sudah berkurang pada preeklampsia dan dapat memperburuk perfusi uteroplasenta 1
  • Koreksi natrium tidak boleh melebihi 8-10 mEq/L dalam 24 jam pertama untuk mencegah komplikasi neurologis

Manajemen Gagal Ginjal Akut-on-Kronik Stadium IV

  • Pertimbangkan dialisis jika terjadi overload volume, uremia berat, atau hiperkalemia 1
  • Restriksi garam dan loop diuretik (furosemide) dapat digunakan dengan hati-hati pada gagal ginjal atau gagal jantung dalam kehamilan 1
  • Monitor kreatinin serum dan output urin ketat—survival janin menurun drastis dengan peningkatan kreatinin 1

Manajemen Anemia Ringan (Hb 9.8 g/dL)

  • Berikan suplementasi besi oral atau IV untuk suspected defisiensi besi 1
  • Periksa status besi (feritin, saturasi transferin) untuk membedakan defisiensi besi dari anemia penyakit kronik
  • Transfusi darah hanya jika Hb <7 g/dL atau ada perdarahan aktif/instabilitas hemodinamik

Pertimbangan Antibiotik

  • Jika terjadi ketuban pecah dini (PPROM), berikan antibiotik profilaksis: ampicillin IV + erythromycin IV selama 48 jam, dilanjutkan amoxicillin + erythromycin oral selama 5 hari 1
  • Azithromycin dapat digunakan sebagai alternatif erythromycin jika tidak tersedia 1
  • Hindari amoxicillin-clavulanate karena meningkatkan risiko necrotizing enterocolitis 1

Kortikosteroid dan Neuroproteksi Janin

Keputusan Kritis Berdasarkan Pilihan Pasien

  • Jangan berikan kortikosteroid antenatal atau magnesium sulfat untuk neuroproteksi janin sampai waktu ketika resusitasi neonatal dan perawatan intensif akan dipertimbangkan sesuai oleh tim medis DAN diinginkan oleh pasien 1
  • Jika manajemen ekspektatif dipilih dan resusitasi neonatal direncanakan: berikan betamethasone atau dexamethasone untuk maturasi paru janin 1
  • Magnesium sulfat untuk neuroproteksi janin dapat diberikan pada <32 minggu jika persalinan diantisipasi dalam 24 jam dan resusitasi neonatal direncanakan 5, 6

Timing Persalinan

  • Persalinan adalah satu-satunya terapi definitif untuk preeklampsia 1
  • Indikasi terminasi segera: perburukan kondisi maternal, bukti laboratorium disfungsi organ akhir (sudah ada pada pasien ini), atau fetal distress 1
  • Pada kasus ini dengan hiponatremia berat (114 mmol/L), gagal ginjal stadium IV, dan hipoalbuminemia berat (2.5 g/dL), terminasi kehamilan harus dipertimbangkan segera untuk menyelamatkan nyawa ibu 1

Peringatan Penting

  • Jangan pernah gunakan magnesium sulfat melebihi 5-7 hari secara kontinyu karena dapat menyebabkan abnormalitas janin 3
  • Pada gagal ginjal berat, dosis maksimum adalah 20 gram/48 jam dengan monitoring kadar magnesium serum yang sering 3
  • Cardiac arrest dapat terjadi pada kadar magnesium >12.5 mmol/L 4
  • ACE inhibitor dikontraindikasikan absolut pada trimester kedua dan ketiga karena menyebabkan disgenesis renal janin 1

Manajemen Postpartum

  • Lanjutkan magnesium sulfat minimal 24 jam postpartum karena kejang eklampsia dapat terjadi pertama kali pada periode postpartum dini 2
  • Resistensi insulin turun drastis setelah persalinan plasenta—kurangi dosis insulin segera untuk mencegah hipoglikemia 1
  • Monitor tekanan darah dan kondisi klinis minimal setiap 4 jam saat terjaga selama minimal 3 hari postpartum 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Magnesium Sulfate in Severe Pre-eclampsia and Eclampsia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Magnesium Sulfate Dosing for Fetal Neuroprotection in Preterm Labor

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.