Durasi Pemberian Tislelizumab pada Karsinoma Nasofaring Metastatik
Tislelizumab harus diberikan secara kontinu hingga terjadi progresi penyakit, toksisitas yang tidak dapat ditoleransi, atau pasien menarik diri dari pengobatan—tidak ada batasan waktu maksimal yang ditetapkan. 1, 2
Regimen Pengobatan Standar
Fase Induksi (4-6 Siklus)
- Tislelizumab 200 mg IV setiap 3 minggu dikombinasikan dengan kemoterapi gemcitabine-cisplatin (GC) 1, 3
- Gemcitabine 1.000 mg/m² pada hari 1 dan 8, cisplatin 80 mg/m² pada hari 1, setiap 21 hari 1, 3
- Diberikan untuk 4-6 siklus sebagai terapi lini pertama 1, 3
Fase Pemeliharaan (Maintenance)
- Tislelizumab monoterapi 200 mg IV setiap 3 minggu dilanjutkan setelah fase induksi 1, 2
- Tidak ada batasan waktu 2 tahun seperti pada beberapa inhibitor PD-1 lainnya 1, 2, 3
- Pengobatan berlanjut hingga progresi penyakit, toksisitas tidak tertoleransi, atau keputusan pasien untuk berhenti 1, 2
Bukti dari Uji Klinis RATIONALE-309
- Studi fase III RATIONALE-309 menunjukkan peningkatan progression-free survival (PFS) yang signifikan: median 9,6 bulan vs 7,4 bulan (HR 0,50; 95% CI 0,37-0,68) 1, 3
- Pada follow-up median 15,5 bulan, pasien yang merespons masih melanjutkan terapi tislelizumab 1
- Protokol studi memperbolehkan pemberian kontinu tanpa batas waktu arbitrer 1, 2
Keunggulan Dibanding Agen Lain
- Berbeda dengan pembrolizumab yang dibatasi hingga 35 siklus (sekitar 2 tahun) 1, tislelizumab dapat diberikan lebih lama 1, 2
- Manfaat klinis tidak bergantung pada ekspresi PD-L1, sehingga tidak perlu pemeriksaan biomarker sebelum memulai terapi 1, 3
- Profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan kejadian efek samping grade 3-4 yang sebanding dengan kelompok plasebo 1, 3
Pertimbangan Praktis Klinis
Kapan Menghentikan Terapi
- Progresi penyakit yang dikonfirmasi oleh pencitraan 1, 2
- Toksisitas tidak tertoleransi, terutama immune-related adverse events (irAEs) grade ≥3 1, 4
- Permintaan pasien untuk menghentikan pengobatan 1, 2
Monitoring Selama Terapi
- Evaluasi respons tumor secara berkala dengan pencitraan 1, 5
- Pemantauan efek samping terkait imun, terutama hipotiroidisme (27% kasus) dan peningkatan kreatin fosfokinase 4, 6
- Median duration of response belum tercapai pada sebagian besar pasien, menunjukkan respons yang tahan lama 1, 6
Rekomendasi Pedoman ASCO
- ASCO 2023 merekomendasikan tislelizumab (bersama toripalimab atau camrelizumab) dikombinasikan dengan GC sebagai terapi lini pertama untuk karsinoma nasofaring rekuren atau metastatik, tanpa memandang tingkat ekspresi PD-L1 1
- Rekomendasi ini berdasarkan bukti berkualitas tinggi dari tiga uji klinis fase III dengan desain serupa 1, 3
Catatan Penting
- Crossover diperbolehkan: Dalam studi RATIONALE-309, pasien yang mengalami progresi pada kelompok plasebo diizinkan beralih ke monoterapi tislelizumab 1, 2
- Tidak ada durasi maksimal yang ditetapkan: Berbeda dengan protokol beberapa agen imunoterapi lain, tislelizumab dapat diberikan selama pasien masih mendapat manfaat klinis 1, 2, 3
- Toksisitas yang dapat ditoleransi dengan sebagian besar efek samping grade 1-2 (62% kasus) 6