Biopsi Masih Dapat Dilakukan Setelah Pemberian Steroid, Tetapi Harus Segera Dilakukan
Ya, biopsi tetap dapat dilakukan setelah pasien menerima steroid, tetapi steroid harus segera dihentikan dan biopsi harus dilakukan secepat mungkin untuk memaksimalkan kemungkinan mendapatkan diagnosis yang akurat. 1
Rekomendasi Utama dari Pedoman
Pedoman EHA-ESMO 2024 dengan tegas merekomendasikan untuk menghindari pemberian kortikosteroid sebelum biopsi jaringan bila memungkinkan secara klinis, karena steroid dapat menyebabkan regresi sitotoksik sel limfoma yang cepat dan membuat spesimen biopsi menjadi non-diagnostik. 1
Namun, jika steroid sudah diberikan:
- Steroid harus segera dihentikan begitu limfoma SSP masuk dalam diagnosis banding 1, 2
- MRI kontras ulang harus dilakukan setelah penghentian steroid untuk memastikan lesi target masih terlihat dan menunjukkan enhancement yang cukup untuk pengambilan sampel 2
- Biopsi stereotaktik harus dijadwalkan tanpa penundaan (idealnya dalam beberapa hari) setelah MRI pasca-steroid mengkonfirmasi lesi yang dapat ditargetkan 2
Bukti Klinis Mengenai Tingkat Keberhasilan Diagnostik
Data penelitian menunjukkan hasil yang bervariasi:
Studi multisenter Austria (2021) dengan 143 pasien menunjukkan tidak ada perbedaan statistik yang signifikan dalam tingkat keberhasilan diagnostik: 3
- 97,1% (68/70) pada pasien yang menerima steroid preoperatif
- 97,3% (71/73) pada pasien tanpa steroid preoperatif
- Namun, semua pasien menunjukkan enhancement kontras pada MRI preoperatif 3
Meta-analisis literatur yang mencakup 788 pasien PCNSL menunjukkan odds ratio 3 (CI 1,7-6,4) untuk biopsi yang tidak konklusif setelah pemberian steroid, yang berarti steroid meningkatkan risiko kegagalan diagnostik sekitar 3 kali lipat. 3
Studi lain menunjukkan:
- 12% pasien yang menerima steroid memerlukan biopsi ulang, dibandingkan 13% yang tidak menerima steroid (tidak berbeda signifikan) 4
- Namun, 22% pasien pediatrik dengan limfoma mediastinal mengalami efek merugikan pada diagnosis patologis setelah pemberian steroid 5
Algoritma Praktis Setelah Steroid Sudah Diberikan
Langkah 1: Hentikan steroid segera 1, 2
Langkah 2: Evaluasi klinis untuk tanda-tanda herniasi atau peningkatan tekanan intrakranial yang mengancam jiwa: 2
- Jika stabil secara neurologis → lanjutkan ke Langkah 3
- Jika ada risiko herniasi masif → dosis minimal steroid dapat digunakan hanya untuk stabilisasi, tetapi biopsi tetap harus dilakukan sesegera mungkin 2
Langkah 3: Lakukan MRI kontras ulang untuk memverifikasi bahwa lesi masih menunjukkan enhancement yang cukup untuk targeting stereotaktik 2
Langkah 4: Jadwalkan biopsi stereotaktik segera (dalam beberapa hari) jika MRI menunjukkan lesi yang dapat ditargetkan 2
Langkah 5: Jika biopsi otak kontraindikasi, pertimbangkan analisis CSF dengan flow cytometry, analisis mutasi MYD88 L265P, dan kadar IL-10 sebagai jalur diagnostik alternatif 1
Peringatan Penting dan Jebakan Klinis
Tidak ada periode wash-out yang spesifik dalam hari atau minggu yang ditentukan oleh pedoman - yang penting adalah penghentian segera dan penjadwalan biopsi secepat mungkin setelah konfirmasi imaging. 2
Jangan menunda biopsi untuk menunggu "hilangnya efek steroid" - jika ada lesi yang masih menunjukkan enhancement kontras, kemungkinan mendapatkan jaringan diagnostik cukup tinggi. 3
Pedoman NCCN menekankan bahwa limfoma SSP primer adalah pengecualian untuk penggunaan steroid pra-operatif rutin pada tumor otak, memperkuat kebutuhan untuk menghindari steroid kecuali benar-benar diperlukan untuk kontrol darurat tekanan intrakranial. 2
Biopsi harus mencakup panel imunohistokimia minimum: CD20, CD3, CD10, Bcl-6, Bcl-2, MUM1, dan Ki-67. 1
Kesimpulan Praktis
Meskipun steroid dapat mengurangi tingkat keberhasilan diagnostik, biopsi tetap layak dilakukan dan harus segera dijadwalkan setelah penghentian steroid, terutama jika MRI masih menunjukkan lesi dengan enhancement kontras. 3 Penundaan diagnosis harus diminimalkan karena kemungkinan memperoleh jaringan diagnostik masih cukup tinggi bahkan setelah paparan steroid singkat. 3, 4