Penyebab dan Cara Penularan Campak pada Anak
Campak disebabkan oleh virus campak (measles virus), sejenis virus RNA beruntai tunggal dari famili Paramyxoviridae genus Morbillivirus, dan menular melalui droplet pernapasan yang tersebar di udara ketika penderita batuk atau bersin. 1, 2
Etiologi (Penyebab)
Agen penyebab: Virus campak adalah morbillivirus dari famili Paramyxoviridae yang bersifat sangat menular dan hanya menginfeksi manusia tanpa reservoir hewan. 1, 3
Karakteristik virus: Virus ini merupakan virus RNA beruntai negatif yang muncul sekitar abad ke-6 SM dari virus rinderpest dan telah beradaptasi sempurna pada spesies manusia. 1, 3
Mekanisme Penularan
Rute transmisi utama: Campak menyebar melalui droplet pernapasan (aerosol) yang dihasilkan saat penderita batuk atau bersin, dengan penularan terjadi melalui kontak manusia-ke-manusia. 4, 1
Tingkat penularan: Campak adalah salah satu penyakit paling menular dengan R0 (angka reproduksi dasar) sebesar 15-20, artinya satu orang yang terinfeksi dapat menularkan kepada 15-20 orang lain dalam populasi yang rentan. 3
Daya tular yang sangat tinggi: Lebih dari 90% orang yang tidak memiliki kekebalan dan terpapar virus akan tertular penyakit ini. 4
Persistensi virus di lingkungan: Droplet yang terinfeksi dan mendarat di permukaan dapat tetap aktif dan menular selama beberapa jam, sehingga seseorang dapat tertular dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka. 4
Periode Infeksius
Masa penularan: Penderita campak dapat menularkan virus mulai dari 4 hari sebelum munculnya ruam hingga 4 hari setelah ruam muncul. 5
Masa inkubasi: Setelah terpapar virus, gejala awal muncul setelah periode inkubasi rata-rata 8-11 hari. 2, 6
Populasi Berisiko Tinggi
Anak-anak: Penyakit ini terutama menyerang anak-anak muda berusia 5-6 bulan dengan puncak mortalitas pada tiga tahun pertama kehidupan. 1
Individu tidak divaksinasi: Anak-anak prasekolah yang tidak divaksinasi, terutama yang tinggal di daerah perkotaan, memiliki risiko tertinggi selama wabah. 4
Individu immunocompromised: Orang dengan leukemia, limfoma, atau infeksi HIV menghadapi risiko infeksi yang lebih parah dan berkepanjangan, bahkan dapat mengeluarkan virus selama beberapa minggu setelah penyakit akut. 4
Peringatan Klinis Penting
Penularan tanpa gejala: Sekitar 25-50% infeksi rubella (yang sering dikacaukan dengan campak) bersifat subklinis, namun campak sendiri hampir selalu menimbulkan gejala. 4
Kontrol infeksi di fasilitas kesehatan: Petugas kesehatan harus menggunakan respirator N95 dan menempatkan pasien dalam ruang isolasi bertekanan negatif karena sifat penularan melalui udara. 5
Pencegahan primer: Vaksinasi adalah strategi pencegahan paling penting, dengan dua dosis vaksin MMR yang direkomendasikan—dosis pertama pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun—untuk mencapai tingkat kekebalan populasi >95% yang diperlukan untuk menghentikan transmisi endemik. 4, 6, 3