In a patient with hemophilia A (factor VIII deficiency), should cryoprecipitate or fresh‑frozen plasma be used to prevent bleeding?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Hemofilia A: Konsentrat Faktor VIII, Bukan Cryoprecipitate atau FFP

Untuk pasien hemofilia A (defisiensi faktor VIII), gunakan konsentrat faktor VIII (rekombinan atau plasma-derived) sebagai terapi standar untuk mencegah perdarahan—baik cryoprecipitate maupun FFP tidak lagi direkomendasikan karena ketersediaan produk faktor VIII yang lebih aman dan efektif. 1

Rekomendasi Berdasarkan Guideline Terkini

Terapi Profilaksis dengan Konsentrat Faktor VIII

  • International Society on Thrombosis and Haemostasis (2024) merekomendasikan profilaksis dengan konsentrat faktor VIII dibandingkan terapi episodik untuk individu dengan hemofilia A berat hingga sedang tanpa inhibitor (rekomendasi kuat, bukti kepastian sedang). 1

  • Profilaksis standar menggunakan 15-40 IU/kg berat badan faktor VIII, 2-3 kali per minggu, baik menggunakan produk rekombinan maupun plasma-derived dengan waktu paruh standar atau extended. 1

  • Meta-analisis dari 3 uji klinis acak menunjukkan profilaksis mengurangi 31 episode perdarahan per tahun (95% CI, 12-50 lebih sedikit) dan 22 episode perdarahan sendi per tahun dibandingkan terapi episodik. 1

Mengapa Bukan Cryoprecipitate atau FFP?

Status Cryoprecipitate untuk Hemofilia A

  • Cryoprecipitate dahulu digunakan untuk hemofilia A, tetapi telah digantikan oleh konsentrat faktor VIII yang lebih murni atau produk rekombinan. 2, 3

  • Meskipun cryoprecipitate mengandung faktor VIII, von Willebrand factor, fibrinogen, dan faktor XIII, ketersediaan konsentrat faktor VIII yang lebih aman dan terstandarisasi telah menggantikan penggunaannya untuk koagulopati ini. 3

  • Cryoprecipitate tidak memiliki inaktivasi virus yang memadai di banyak negara dan telah ditarik dari beberapa negara Eropa karena risiko transmisi infeksi yang tidak dapat diterima. 1

Keterbatasan FFP untuk Hemofilia A

  • FFP mengandung semua faktor koagulasi tetapi dalam konsentrasi yang sangat rendah—empat unit FFP hanya mengandung sekitar 2 gram fibrinogen, menunjukkan ketidakefisienan untuk penggantian faktor spesifik. 4

  • Volume besar yang diperlukan (10-15 mL/kg atau 700-1050 mL untuk pasien 70 kg) meningkatkan risiko komplikasi seperti transfusion-related acute lung injury (TRALI), transfusion-associated circulatory overload (TACO), dan reaksi alergi. 4, 5

  • FFP memiliki variabilitas substansial dalam kandungan faktor koagulasi antar produk, yang dapat mempengaruhi efikasi terapi. 1

  • Waktu paruh faktor X yang diinfuskan sebagai FFP menunjukkan variasi intra- dan interindividual yang signifikan (17-40 jam), menunjukkan ketidakprediktabilan terapi. 1

Situasi Khusus: Ketika Konsentrat Faktor VIII Tidak Tersedia

Pasien yang Belum Pernah atau Minimal Diobati

  • Guideline mendefinisikan pasien ini sebagai yang tidak pernah menerima terapi atau terapi minimal (<5 hari paparan) dengan konsentrat faktor VIII atau komponen darah (whole blood, FFP, packed red cells, platelets, atau cryoprecipitate). 1

Jika Terpaksa Menggunakan Produk Plasma

  • Hanya jika konsentrat faktor VIII benar-benar tidak tersedia, FFP atau cryoprecipitate yang telah diinaktivasi virus (misalnya dengan methylene blue atau solvent-detergent) dapat dipertimbangkan. 1

  • Untuk cryoprecipitate: Jika konsentrat faktor tunggal tersedia, harus digunakan daripada cryoprecipitate. 1

  • Untuk FFP: Konsentrat faktor VIII manusia atau desmopressin hanya dapat dianjurkan jika terapi bypassing tidak tersedia. 1

Peringatan Penting

Risiko Penggunaan Produk Plasma

  • Risiko infeksi viral tetap menjadi perhatian utama dengan produk plasma yang tidak diinaktivasi virus. 1

  • Fluid overload dari volume besar FFP dapat diatasi dengan premedikasi antihistamin, infusi lebih lambat, atau diuretik, tetapi ini menambah kompleksitas terapi. 1

  • Reaksi alergi lebih sering terjadi dengan FFP dan platelets dibandingkan produk darah lainnya. 4

Kompatibilitas ABO

  • Baik FFP maupun cryoprecipitate memerlukan kompatibilitas ABO, dan golongan darah donor dan resipien harus sesuai. 4, 5

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

A protocol for the preparation of cryoprecipitate and cryodepleted plasma.

Methods in molecular biology (Clifton, N.J.), 2011

Guideline

Fresh Frozen Plasma vs Cryoprecipitate: Key Differences and Clinical Applications

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Plasma Fresco Congelado: Indicaciones y Uso Adecuado

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.