How should I rehydrate a 12‑kg infant with a 260‑mL fluid deficit?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Rehidrasi Cairan pada Bayi 12 kg dengan Defisit 260 cc

Berikan 260 cc cairan isotonik (NaCl 0,9% atau Ringer Laktat) secara intravena selama 2–4 jam untuk mengganti defisit, kemudian lanjutkan dengan cairan rumatan dan penggantian kehilangan yang sedang berlangsung.

Klasifikasi Derajat Dehidrasi

Bayi 12 kg dengan defisit 260 cc mengalami dehidrasi ringan hingga sedang (sekitar 2% dari berat badan) 1. Penilaian klinis harus mencakup:

  • Turgor kulit – kulit yang kembali lambat menunjukkan dehidrasi sedang 1
  • Waktu pengisian kapiler – prediktor paling andal untuk dehidrasi pada kelompok usia ini 1
  • Status mental, membran mukosa, dan perfusi perifer – lebih reliabel dibanding ubun-ubun cekung atau air mata yang tidak ada 1
  • Timbang berat badan segera untuk menghitung defisit cairan secara akurat 1

Protokol Rehidrasi Berdasarkan Defisit 260 cc

Pilihan Cairan

Gunakan cairan isotonik (NaCl 0,9% atau Ringer Laktat) untuk rehidrasi, bukan cairan hipotonik 2, 1. Pedoman ESPGHAN/ESPEN/ESPR/CSPEN 2018 dan CDC merekomendasikan cairan isotonik untuk mencegah hiponatremia iatrogenik yang dapat berakibat fatal 2, 1.

  • Cairan hipotonik (NaCl 0,45% atau lebih rendah) meningkatkan risiko hiponatremia hingga 8,46 kali lipat pada bayi 3
  • Meta-analisis besar menunjukkan risiko hiponatremia lebih rendah dengan cairan isotonik dibanding hipotonik 2
  • Gastroenteritis adalah kondisi kelebihan arginine vasopressin (AVP), sehingga air bebas akan tertahan sampai defisit volume terkoreksi 4

Kecepatan dan Volume Pemberian

Untuk defisit 260 cc pada bayi 12 kg:

  • Berikan 260 cc cairan isotonik selama 2–4 jam (sekitar 65–130 cc/jam) 1
  • Jika bayi dapat minum, pertimbangkan rehidrasi oral dengan ORS (oral rehydration solution) 100 cc/kg selama 2–4 jam sebagai alternatif yang lebih aman 1
  • Jika muntah menghalangi asupan oral, mulai dengan volume sangat kecil (5 cc) setiap 1–2 menit menggunakan sendok atau spuit 1

Perhitungan Cairan Rumatan Setelah Koreksi Defisit

Setelah defisit 260 cc terkoreksi, hitung kebutuhan rumatan menggunakan formula Holliday-Segar 2:

  • Untuk 10 kg pertama: 100 cc/kg/hari = 1.000 cc/hari
  • Untuk 2 kg berikutnya (bayi 12 kg): 50 cc/kg/hari × 2 kg = 100 cc/hari
  • Total rumatan: 1.100 cc/hari atau sekitar 46 cc/jam 2

Gunakan cairan isotonik (NaCl 0,9% dengan dekstrosa 5%) untuk rumatan, terutama dalam 24 jam pertama 2, 1.

Penggantian Kehilangan yang Sedang Berlangsung

  • Berikan 10 cc/kg ORS (120 cc untuk bayi 12 kg) setelah setiap diare cair 1
  • Berikan 2 cc/kg ORS (24 cc untuk bayi 12 kg) setelah setiap episode muntah 1
  • Jika kehilangan berlanjut melalui IV, gunakan cairan isotonik untuk penggantian 1

Monitoring dan Evaluasi Ulang

  • Evaluasi ulang status hidrasi setelah 2–4 jam terapi rehidrasi 1
  • Monitor tanda vital, turgor kulit, perfusi, dan produksi urin setiap 2–4 jam 5
  • Jika rehidrasi tercapai (turgor kulit normal, membran mukosa lembab, produksi urin adekuat), transisi ke fase rumatan 1
  • Jika dehidrasi persisten, hitung ulang defisit dan lanjutkan terapi 1

Manajemen Nutrisi

  • Lanjutkan ASI tanpa interupsi sepanjang episode penyakit 1
  • Mulai kembali diet sesuai usia segera setelah rehidrasi – termasuk sereal, pati, yogurt, buah, dan sayuran 1
  • Hindari makanan tinggi gula sederhana dan lemak selama fase akut 1
  • Untuk bayi yang minum susu formula, berikan formula kekuatan penuh segera setelah periode rehidrasi 2–4 jam selesai 1
  • Tidak ada justifikasi untuk "istirahat usus" – penundaan pemberian makan menghambat pemulihan 1

Peringatan Penting dan Kesalahan Umum

Kontraindikasi Absolut

  • Jangan berikan obat antimotilitas (loperamide) pada anak <18 tahun – risiko depresi pernapasan dan reaksi kardiak serius 1
  • Jangan gunakan cairan hipotonik untuk rehidrasi awal – meningkatkan risiko hiponatremia berbahaya 2, 3
  • Jangan gunakan minuman ringan, jus, atau larutan garam-gula buatan rumah untuk rehidrasi – komposisi elektrolit tidak tepat 1

Kapan Memerlukan Evaluasi Medis Segera

Instruksikan pengasuh untuk kembali segera jika:

  • Letargi berat atau kesulitan membangunkan bayi 1
  • Peningkatan frekuensi atau volume diare 1
  • Demam tinggi 1
  • Diare berdarah 1
  • Muntah persisten yang mencegah asupan cairan 1
  • Penurunan produksi urin (<3 popok basah dalam 24 jam) 1
  • Mata cekung atau haus yang nyata 1

Pertimbangan Khusus

  • Jika bayi mengalami dehidrasi berat (≥10% defisit atau tanda syok), ini adalah keadaan darurat medis yang memerlukan bolus IV 20 cc/kg NaCl 0,9% atau Ringer Laktat segera sampai nadi, perfusi, dan status mental normal 1
  • Antibiotik tidak diindikasikan kecuali diare berdarah, demam tinggi, atau diare berlangsung >5 hari 1
  • Sebagian besar gastroenteritis viral sembuh dalam 3–5 hari dengan penggantian cairan yang tepat 1

References

Guideline

Management of Pediatric Diarrhea with Dehydration and Electrolyte Disturbances

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Comparison of isotonic and hypotonic intravenous fluids in term newborns: is it time to quit hypotonic fluids.

The journal of maternal-fetal & neonatal medicine : the official journal of the European Association of Perinatal Medicine, the Federation of Asia and Oceania Perinatal Societies, the International Society of Perinatal Obstetricians, 2022

Research

Improving intravenous fluid therapy in children with gastroenteritis.

Pediatric nephrology (Berlin, Germany), 2010

Guideline

Treatment of Hypertonic Dehydration in Pediatrics

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.