Inversi Gelombang T Tidak Menunjukkan NSTEMI Secara Definitif
Inversi gelombang T yang terisolasi di lead II, III, aVF, dan V1-V3 saja TIDAK cukup untuk mendiagnosis NSTEMI—diagnosis NSTEMI memerlukan peningkatan biomarker jantung (troponin atau CK-MB) bersamaan dengan bukti iskemia klinis atau EKG. 1
Mengapa EKG Saja Tidak Cukup
- Inversi gelombang T adalah temuan yang tidak spesifik dan dapat terjadi pada berbagai kondisi selain infark miokard 1
- Menurut American College of Cardiology, inversi gelombang T yang tidak spesifik (≤2 mm atau ≤0.2 mV) memiliki nilai diagnostik yang rendah untuk iskemia akut 1
- Diagnosis NSTEMI secara definitif memerlukan peningkatan biomarker nekrosis miokard (troponin atau CK-MB) dalam darah, bukan hanya perubahan EKG 1
Kapan Inversi Gelombang T Menjadi Signifikan
- Inversi gelombang T yang dalam dan simetris (≥2 mm atau ≥0.2 mV) di lead inferior menunjukkan kecurigaan tinggi untuk iskemia miokard akut, terutama yang melibatkan arteri koroner kanan (RCA) atau arteri sirkumfleksa kiri (LCx) 1, 2
- Inversi gelombang T yang baru muncul (new-onset) memiliki nilai prediktif lebih tinggi untuk NSTEMI tipe 1 dibandingkan penyebab cedera miokard lainnya, dengan risiko relatif 1.69 3
- Jika inversi gelombang T disertai dengan gelombang Q di lead group yang sama, kemungkinan infark miokard sebelumnya meningkat secara signifikan 1, 2
Algoritma Penilaian Klinis
Langkah 1: Bandingkan dengan EKG Sebelumnya
- Perbandingan dengan EKG lama secara signifikan meningkatkan akurasi diagnostik 1, 2
- Inversi gelombang T yang baru muncul lebih mengkhawatirkan daripada yang sudah ada sebelumnya 3
Langkah 2: Evaluasi Konteks Klinis
- Adanya nyeri dada atau gejala iskemia saat EKG diambil sangat penting—pseudo-normalisasi gelombang T yang sebelumnya inverted selama episode nyeri dada dapat mengindikasikan iskemia akut 1
- Penilaian faktor risiko kardiovaskular dan waktu onset gejala 2
Langkah 3: Ukur Biomarker Jantung Secara Serial
- Troponin jantung atau CK-MB harus diukur pada saat presentasi, 6-9 jam, dan 12-24 jam jika sampel awal negatif dan kecurigaan klinis tinggi 1
- Tanpa peningkatan biomarker, diagnosis adalah angina tidak stabil (unstable angina), bukan NSTEMI 1
Langkah 4: Pertimbangkan Diagnosis Diferensial
Penyebab non-iskemik yang harus disingkirkan:
- Peristiwa sistem saraf pusat (terutama perdarahan subaraknoid)—dapat menyebabkan inversi gelombang T yang dalam 1, 2
- Obat-obatan: antidepresan trisiklik atau fenotiazin 1, 2
- Kardiomiopati Takotsubo—dapat menunjukkan inversi gelombang T di ≥6 lead pada hari ke-2 (sensitivitas 74%, spesifisitas 92%) 4
- Perikarditis, miokarditis, emboli paru, gangguan elektrolit, hipertrofi ventrikel kiri 1, 2
Peringatan Penting
- EKG yang sepenuhnya normal tidak menyingkirkan kemungkinan NSTEMI—1-6% pasien dengan EKG normal terbukti mengalami infark miokard 1
- Pasien dengan pola inversi gelombang T terisolasi memiliki risiko mortalitas lebih rendah dibandingkan dengan deviasi segmen ST, tetapi tetap memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan EKG normal 1, 2
- Oklusi arteri sirkumfleksa kiri dapat menunjukkan EKG 12-lead yang tidak diagnostik—pertimbangkan lead posterior (V7-V9) jika kecurigaan klinis tinggi 1
Stratifikasi Risiko Berdasarkan EKG
Menurut American College of Cardiology, gradien risiko kematian dan kejadian iskemik jantung adalah 1:
- Risiko tertinggi: Bundle branch block, paced rhythm, atau hipertrofi ventrikel kiri
- Risiko menengah: Deviasi segmen ST (elevasi atau depresi)
- Risiko lebih rendah: Inversi gelombang T terisolasi
- Risiko terendah: EKG normal
Kesimpulannya, inversi gelombang T di lead yang disebutkan menunjukkan kemungkinan iskemia miokard dan memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan biomarker jantung serial dan penilaian klinis menyeluruh—tetapi tidak dapat mendiagnosis NSTEMI tanpa konfirmasi laboratorium. 1, 2