From the Guidelines
Dexamethasone tidak diperlukan pada pasien dengan CINV (Cerebral Intracerebral Hemorrhage) karena tidak ada bukti yang kuat bahwa dexamethasone dapat memperbaiki hasil pada pasien dengan ICH, bahkan dapat meningkatkan risiko kematian dan morbiditas. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh European Stroke Organisation (ESO) pada tahun 2014 1, dexamethasone tidak memiliki efek yang signifikan pada hasil pasien dengan ICH, dan bahkan dapat meningkatkan risiko kematian dan morbiditas. Oleh karena itu, penggunaan dexamethasone pada pasien dengan CINV tidak direkomendasikan.
Beberapa studi lainnya juga mendukung temuan ini, seperti studi yang dilakukan oleh Annals of Oncology pada tahun 2021 1, yang merekomendasikan bahwa dexamethasone hanya digunakan pada pasien dengan tumor otak yang memiliki gejala yang signifikan dan memerlukan pengobatan untuk mengurangi edema. Studi lainnya yang dilakukan oleh Journal of the National Comprehensive Cancer Network pada tahun 2008 1 juga merekomendasikan bahwa dexamethasone hanya digunakan pada pasien dengan metastasis otak yang memiliki gejala yang signifikan dan memerlukan pengobatan untuk mengurangi edema.
Namun, perlu diingat bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan yang unik, dan penggunaan dexamethasone harus dipertimbangkan secara individu berdasarkan kebutuhan dan kondisi pasien. Oleh karena itu, penggunaan dexamethasone pada pasien dengan CINV harus dipertimbangkan secara hati-hati dan hanya digunakan jika benar-benar diperlukan.
From the FDA Drug Label
DOSAGE REQUIREMENTS ARE VARIABLE AND MUST BE INDIVIDUALIZED ON THE BASIS OF THE DISEASE AND THE RESPONSE OF THE PATIENT.
Cerebral Edema Dexamethasone sodium phosphate injection is generally administered initially in a dosage of 10 mg intravenously followed by four mg every six hours intramuscularly until the symptoms of cerebral edema subside
Dexamethasone digunakan pada cerebral edema (cinv) karena memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Dosis yang digunakan biasanya 10 mg intravena, diikuti dengan 4 mg setiap 6 jam secara intramuskuler sampai gejala cerebral edema mereda. 2
From the Research
Penggunaan Dexamethasone pada Cerebral Venous Thrombosis (CVT)
- Dexamethasone adalah sebuah obat steroid yang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada otak.
- Pada kasus CVT, dexamethasone dapat digunakan untuk mengurangi tekanan intrakranial dan mengontrol gejala-gejala seperti sakit kepala dan muntah 3.
- Namun, perlu diingat bahwa penggunaan dexamethasone pada CVT masih belum terlalu jelas dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efektivitas dan keamanannya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Dexamethasone pada CVT
- Faktor-faktor seperti tingkat keparahan CVT, adanya komplikasi, dan kondisi pasien secara keseluruhan dapat mempengaruhi penggunaan dexamethasone 4, 5.
- Selain itu, penggunaan dexamethasone juga harus dipertimbangkan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti hipertensi atau diabetes 6.
Kesimpulan tentang Penggunaan Dexamethasone pada CVT
- Penggunaan dexamethasone pada CVT masih belum terlalu jelas dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efektivitas dan keamanannya.
- Namun, dexamethasone dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pengobatan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada otak, serta mengontrol gejala-gejala CVT.