Why is Dexamethasone (corticosteroid) necessary for Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CINV)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 24, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Dexamethasone diperlukan dalam pengelolaan mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi (CINV) karena dapat meningkatkan efektivitas obat antiemetic lainnya. Dexamethasone bekerja dengan mengurangi peradangan dan menghambat sintesis prostaglandin, yang membantu mengontrol pusat muntah di otak. Dosis standar untuk pencegahan CINV biasanya 8-20 mg diberikan secara intravena sebelum kemoterapi, diikuti dengan dosis oral 4-8 mg dua kali sehari selama 2-4 hari, tergantung pada potensi emetogenik regimen kemoterapi. Dexamethasone sangat penting dalam mencegah baik CINV akut maupun tertunda ketika dikombinasikan dengan antagonis reseptor 5-HT3 (seperti ondansetron) dan antagonis reseptor NK1 (seperti aprepitant) dalam regimen kemoterapi yang sangat emetogenik 1.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa dexamethasone dapat meningkatkan efektivitas obat antiemetic lainnya dalam mencegah CINV. Sebuah studi yang dipublikasikan di Annals of Oncology menunjukkan bahwa dexamethasone dapat mengurangi kejadian mual dan muntah yang tertunda pada pasien yang menerima kemoterapi yang sangat emetogenik 1. Studi lain yang dipublikasikan di Journal of Clinical Oncology menunjukkan bahwa kombinasi dexamethasone dan aprepitant dapat meningkatkan efektivitas pencegahan CINV pada pasien yang menerima kemoterapi yang sangat emetogenik 1.

Namun, perlu diingat bahwa dexamethasone juga dapat memiliki efek sampingan, seperti insomnia, peningkatan nafsu makan, dan peningkatan gula darah. Oleh karena itu, penggunaan dexamethasone harus dilakukan dengan hati-hati dan diawasi oleh dokter.

Dalam pengelolaan CINV, dexamethasone harus digunakan dengan dosis yang tepat dan kombinasi dengan obat antiemetic lainnya untuk meningkatkan efektivitas pencegahan CINV. Dosis dexamethasone yang umum digunakan adalah 8-20 mg secara intravena sebelum kemoterapi, diikuti dengan dosis oral 4-8 mg dua kali sehari selama 2-4 hari. Kombinasi dexamethasone dengan antagonis reseptor 5-HT3 dan antagonis reseptor NK1 dapat meningkatkan efektivitas pencegahan CINV pada pasien yang menerima kemoterapi yang sangat emetogenik.

Dalam kesimpulan, dexamethasone adalah obat yang penting dalam pengelolaan CINV karena dapat meningkatkan efektivitas obat antiemetic lainnya dan mengurangi kejadian mual dan muntah yang tertunda. Namun, penggunaan dexamethasone harus dilakukan dengan hati-hati dan diawasi oleh dokter untuk menghindari efek sampingan.

From the FDA Drug Label

The recommended oral dosage of aprepitant capsules, dexamethasone, and a 5-HT3 antagonist in adults and pediatric patients 12 years of age and older who can swallow oral capsules for the prevention of nausea and vomiting associated with administration of HEC or MEC is shown in Table 1 or Table 2, respectively Dexamethasone Adults 12 mg orally 8 mg orally 8 mg orally 8 mg orally If a corticosteroid, such as dexamethasone, is co-administered, administer 50% of the recommended corticosteroid dose on Days 1 through 4 [see Clinical Studies (14. 3)].

Dexamethasone dibutuhkan pada CINV karena dapat membantu mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi. Dosis dexamethasone yang direkomendasikan adalah 12 mg secara oral pada hari 1, diikuti dengan 8 mg secara oral pada hari 2,3, dan 4 untuk pasien dewasa. Untuk pasien pediatrik 12 tahun ke atas, dosis dexamethasone yang direkomendasikan adalah 50% dari dosis yang direkomendasikan pada hari 1 sampai 4 2 2.

From the Research

Latar Belakang

Dexamethasone digunakan dalam pengobatan kemoterapi untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi (CINV).

Manfaat Dexamethasone

  • Dexamethasone dapat membantu mencegah CINV dengan efektif, terutama ketika digunakan dalam kombinasi dengan antiemetic lain seperti palonosetron dan ondansetron 3, 4.
  • Dexamethasone juga dapat membantu mengurangi gejala mual dan muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi 5, 6.
  • Penggunaan dexamethasone dalam jangka pendek (1-2 hari) tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan penggunaan dalam jangka panjang (3+ hari) dalam mencegah CINV, namun penggunaan dalam jangka pendek memiliki risiko efek sampingan yang lebih rendah 7.

Penggunaan Dexamethasone pada CINV

  • Dexamethasone dapat digunakan sebagai bagian dari terapi antiemetic untuk mencegah CINV, terutama pada pasien yang menjalani kemoterapi yang memiliki risiko tinggi mengalami mual dan muntah 3, 4.
  • Penggunaan dexamethasone dalam kombinasi dengan palonosetron dan ondansetron dapat membantu mencegah CINV dengan efektif 3, 4.
  • Namun, perlu diingat bahwa penggunaan dexamethasone dalam jangka panjang dapat memiliki efek sampingan, sehingga perlu dipertimbangkan dengan hati-hati 7.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.