When is Leucogen (Filgrastim) administered to patients post chemotherapy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 30, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Pemberian leucogen pada pasien post kemoterapi sebaiknya dimulai 1-3 hari setelah selesai kemoterapi. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari American Society of Clinical Oncology yang dipublikasikan pada tahun 2015 1. Dosis yang disarankan adalah 5 μg/kg per hari, diberikan secara subkutan, sampai hitung neutrofil absolut (ANC) mencapai 2-3 x 10^9/L. Pemberian leucogen bertujuan untuk merangsang sumsum tulang untuk memproduksi neutrofil, sehingga mengurangi durasi neutropenia dan risiko infeksi setelah kemoterapi.

Beberapa studi lain juga mendukung pemberian leucogen 24-72 jam setelah selesai kemoterapi, dengan dosis 5 μg/kg per hari, sampai ANC mencapai normal atau near-normal levels 1. Namun, perlu diingat bahwa pemberian leucogen sebaiknya tidak dimulai dalam 24 jam setelah kemoterapi sitotoksik untuk menghindari efek potensial pada sel-sel mieloid yang membelah cepat.

Dalam beberapa kasus, pemberian leucogen dapat dimulai lebih awal, yaitu pada pasien dengan neutropenia berat (ANC < 500/mm^3) atau riwayat febril neutropenia. Namun, keputusan ini harus dibuat berdasarkan penilaian klinis yang teliti dan mempertimbangkan kondisi pasien secara keseluruhan.

Pemberian leucogen harus dihentikan ketika ANC mencapai 10.000/mm^3 untuk mencegah leukositosis berlebihan. Dengan demikian, pemberian leucogen yang tepat waktu dan dosis yang sesuai dapat membantu mengurangi morbiditas dan mortalitas pada pasien post kemoterapi.

From the FDA Drug Label

The safety and efficacy of filgrastim to decrease the incidence of infection‚ as manifested by febrile neutropenia‚ in patients with nonmyeloid malignancies receiving myelosuppressive anti-cancer drugs were established in a randomized‚ double-blind‚ placebo-controlled trial conducted in patients with small cell lung cancer (Study 1) In Study 1, patients received up to 6 cycles of intravenous chemotherapy including intravenous cyclophosphamide and doxorubicin on day 1; and etoposide on days 1,2, and 3 of 21 day cycles. Patients were randomized to receive filgrastim (n=99) at a dose of 230 mcg/m2 (4 to 8 mcg/kg/day) or placebo (n=111) Study drug was administered subcutaneously daily beginning on day 4, for a maximum of 14 days.

Pemberian leucogen (filgrastim) pada pasien post kemoterapi dapat dimulai pada hari ke-4 setelah kemoterapi, dengan dosis 230 mcg/m2 (4-8 mcg/kg/hari) secara subkutan, selama maksimal 14 hari 2.

From the Research

Pemberian Leucogen pada Pasien Post Kemoterapi

Pemberian leucogen, seperti pegfilgrastim, pada pasien post kemoterapi bertujuan untuk mencegah atau mengurangi kejadian neutropenia yang disebabkan oleh kemoterapi. Berikut beberapa poin penting terkait pemberian leucogen pada pasien post kemoterapi:

  • Pemberian pegfilgrastim dapat dilakukan sekali per siklus kemoterapi, karena memiliki waktu paruh yang lebih lama dibandingkan dengan filgrastim 3, 4, 5.
  • Pegfilgrastim dapat diberikan pada hari yang sama dengan kemoterapi, dan telah terbukti efektif dan aman dalam mencegah neutropenia pada pasien dengan kanker gastrointestinal 6.
  • Pemberian pegfilgrastim sekali per siklus kemoterapi dapat mengurangi kejadian neutropenia dan febrile neutropenia, serta mempercepat pemulihan neutrofil 3, 4, 5.
  • Filgrastim, yang merupakan bentuk lain dari leucogen, dapat diberikan secara harian untuk mencegah neutropenia, namun memerlukan pemberian yang lebih lama dan lebih sering dibandingkan dengan pegfilgrastim 7.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.