From the FDA Drug Label
1 INDICATIONS AND USAGE
- 1 Non–Hodgkin's Lymphoma (NHL) RITUXAN is indicated for the treatment of adult patients with: Relapsed or refractory, low-grade or follicular, CD20-positive, B-cell NHL as a single agent Previously untreated follicular, CD20-positive, B-cell NHL in combination with first line chemotherapy and, in patients achieving a complete or partial response to a rituximab product in combination with chemotherapy, as single-agent maintenance therapy Non-progressing (including stable disease), low-grade, CD20-positive, B-cell NHL as a single agent after first-line cyclophosphamide, vincristine, and prednisone (CVP) chemotherapy. Previously untreated diffuse large B-cell, CD20-positive NHL in combination with cyclophosphamide, doxorubicin, vincristine, prednisone (CHOP) or other anthracycline-based chemotherapy regimens RITUXAN is indicated for the treatment of pediatric patients aged 6 months and older with: Previously untreated, advanced stage, CD20-positive diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL), Burkitt lymphoma (BL), Burkitt-like lymphoma (BLL) or mature B-cell acute leukemia (B-AL) in combination with chemotherapy.
Non-Hodgkin Limfoma (NHL) adalah jenis kanker yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, khususnya sel-sel B. Rituximab adalah obat yang digunakan untuk mengobati pasien dewasa dengan NHL yang telah kambuh atau resisten terhadap pengobatan sebelumnya, serta pasien dengan NHL yang belum diobati sebelumnya.
- Tipe NHL yang dapat diobati dengan Rituximab meliputi:
- Limfoma follicular
- Limfoma difus besar B-sel
- Limfoma Burkitt
- Limfoma Burkitt-like
- Leukemia akut B-sel matang
- Rituximab dapat diberikan sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan kemoterapi lainnya. 1
From the Research
Non-Hodgkin limfoma (NHL) adalah jenis kanker yang berasal dari sistem limfatik, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. NHL berkembang ketika limfosit, jenis sel darah putih, tumbuh secara abnormal dan dapat membentuk tumor di seluruh tubuh. Berbeda dengan limfoma Hodgkin, NHL mencakup berbagai jenis limfoma yang bervariasi dalam agresivitas, pendekatan pengobatan, dan prognosis. NHL dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama: limfoma sel B (menghitung sekitar 85% kasus) dan limfoma sel T. Gejala umum termasuk pembengkakan kelenjar getah bening, demam, keringat malam, penurunan berat badan, kelelahan, dan kadang-kadang gatal pada kulit. Diagnosis biasanya melibatkan biopsi kelenjar getah bening, tes darah, pemeriksaan citra seperti CT scan atau PET scan, dan pemeriksaan sumsum tulang. Pengobatan tergantung pada jenis, stadium, dan agresivitas limfoma, sering termasuk regimen kemoterapi seperti R-CHOP (rituximab, siklofosfamid, doksorubisin, vinkristin, dan prednison), radioterapi, imunoterapi, terapi target, atau transplantasi sel stem. Prognosis bervariasi secara luas tergantung pada subtipe, stadium pada saat diagnosis, usia, dan kesehatan umum pasien, dengan beberapa bentuk yang tumbuh lambat (indolen) memiliki prognosis yang baik sementara jenis agresif memerlukan pengobatan segera 2. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi kemoterapi dan imunoterapi dapat meningkatkan hasil pengobatan pada pasien dengan NHL 3, 4. Selain itu, perkembangan teknologi pencitraan seperti PET-CT dan MRI telah memungkinkan diagnosis dan pemantauan yang lebih akurat pada pasien dengan NHL 5. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kesadaran tentang pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pengobatan NHL, termasuk kolaborasi antara ahli onkologi, radiologi, dan patologi 6. Dengan demikian, pengobatan yang tepat dan segera dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan hasil pengobatan pada pasien dengan NHL.