From the Guidelines
Bevacizumab adalah sebuah antibodi monoklonal yang termasuk dalam kelas anti-angiogenik atau inhibitor faktor pertumbuhan endothelial vaskular (VEGF). Bevacizumab bekerja dengan menarget dan menghambat VEGF, sebuah protein yang merangsang pembentukan pembuluh darah baru, sehingga mengurangi suplai darah ke tumor dan menghambat pertumbuhannya. Bevacizumab primaril digunakan dalam onkologi untuk mengobati berbagai jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, kanker paru non-sel kecil, glioblastoma, kanker ginjal, kanker serviks, dan beberapa jenis kanker ovarium. Bevacizumab biasanya diberikan secara intravena setiap 2-3 minggu, dengan dosis yang umumnya berkisar dari 5-15 mg/kg tergantung pada jenis kanker dan protokol pengobatan yang spesifik 1. Efek samping yang umum termasuk hipertensi, proteinuria, gangguan penyembuhan luka, perdarahan, dan dalam kasus yang jarang, perforasi gastrointestinal. Pemantauan tekanan darah, protein urine, dan penyembuhan luka secara teratur sangat penting selama pengobatan. Bevacizumab sering digunakan dalam kombinasi dengan regimen kemoterapi untuk meningkatkan efikasi pengobatan pada pasien kanker. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bevacizumab dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan mengurangi risiko kekambuhan pada pasien dengan kanker kolorektal dan kanker paru non-sel kecil 1. Namun, perlu diingat bahwa bevacizumab juga dapat memiliki efek samping yang serius, sehingga pemantauan yang ketat dan penyesuaian dosis yang tepat sangat penting untuk meminimalkan risiko tersebut. Dalam beberapa kasus, bevacizumab juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan terapi lain, seperti terapi target atau imunoterapi, untuk meningkatkan efikasi pengobatan pada pasien dengan kanker yang lebih lanjut 1.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan bevacizumab adalah:
- Pemantauan tekanan darah dan protein urine secara teratur
- Penyesuaian dosis yang tepat untuk meminimalkan risiko efek samping
- Kombinasi dengan terapi lain untuk meningkatkan efikasi pengobatan
- Pemantauan yang ketat untuk mendeteksi efek samping yang serius
- Penyesuaian pengobatan berdasarkan respons pasien dan profil efek samping.
Dengan demikian, bevacizumab dapat menjadi sebuah pilihan pengobatan yang efektif untuk pasien dengan kanker, terutama ketika digunakan dalam kombinasi dengan terapi lain dan dengan pemantauan yang ketat 1.
From the FDA Drug Label
The FDA drug label does not answer the question.
From the Research
Bevacizumab Golongan
Bevacizumab termasuk dalam golongan obat anti-angiogenesis, yaitu obat yang menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang diperlukan untuk pertumbuhan tumor.
- Bevacizumab adalah antibodi monoklonal humanisasi yang mengikat faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dan mencegahnya berikatan dengan reseptornya, sehingga menghambat angiogenesis dan pertumbuhan tumor 2, 3, 4, 5, 6.
- Bevacizumab digunakan dalam pengobatan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kolorektal, kanker payudara, kanker paru-paru non-sel kecil, dan kanker ginjal 2, 3, 4, 6.
- Bevacizumab biasanya digunakan dalam kombinasi dengan kemoterapi standar untuk meningkatkan efektivitas pengobatan 2, 3, 6.
- Efek sampingan bevacizumab dapat meliputi hipertensi, proteinuria, perdarahan, komplikasi penyembuhan luka, dan kejadian tromboembolik 2, 3, 6.