What is the diagnosis and treatment for secondary (Gn) nephrotic syndrome?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 18, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Gn sekunder sindrom nefrotik harus diobati dengan terapi yang tepat untuk penyakit yang mendasarinya, serta terapi pendukung untuk mengurangi gejala dan memperlambat progresi penyakit. Pengobatan untuk sindrom nefrotik sekunder tergantung pada penyebab yang mendasarinya, seperti penggunaan imunosupresan untuk penyakit autoimun, antibiotik untuk infeksi, atau penghentian obat yang menyebabkan sindrom tersebut 1. Terapi pendukung termasuk inhibitor konversi angiotensin (ACEIs) seperti enalapril (5-20 mg harian) atau blocker reseptor angiotensin (ARBs) seperti losartan (25-100 mg harian) untuk mengurangi proteinuria 1. Diuretik seperti furosemid (20-80 mg harian) membantu mengelola edema. Beberapa pilihan terapi lainnya termasuk:

  • Imunosupresan seperti prednison, yang sering digunakan sebagai terapi lini pertama untuk sindrom nefrotik sekunder 1
  • Inhibitor calcineurin seperti siklosporin, yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk pasien yang resisten atau tidak toleran terhadap steroid 1
  • Terapi lainnya seperti mikofenolat mofetil, dexametason, dan rituximab, yang dapat digunakan dalam kasus tertentu 1 Pantauan teratur fungsi ginjal, proteinuria, dan elektrolit sangat penting untuk memantau efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi. Prognosis sindrom nefrotik sekunder bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya, dengan beberapa kasus dapat sembuh total ketika penyakit yang mendasarinya diobati secara efektif, sementara yang lain dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis meskipun pengobatan yang tepat.

From the FDA Drug Label

To induce a diuresis or remission of proteinuria in the nephrotic syndrome, without uremia, of the idiopathic type or that due to lupus erythematosus

  • Gn sekunder sindrom nefrotik kan behandles med prednison, men kun hvis det skyldes lupus erythematosus eller er af idiopatisk type, og uden uremi 2.
  • Der er ingen information om behandling af sekundær nefrotisk syndrom af andre årsager end lupus erythematosus eller idiopatisk type.

From the Research

Sekunder Sindrom Nefrotik

Sekunder sindrom nefrotik adalah kondisi yang disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar penyakit ginjal itu sendiri. Berikut adalah beberapa penyebab sekunder sindrom nefrotik:

  • Diabetes 3, 4, 5, 6
  • Amyloidosis 3
  • Sistemik lupus eritematosus 3, 7
  • Hematologi malignansi 3
  • Infeksi 3, 7
  • Penyakit autoimun lainnya seperti rheumatoid arthritis, urtikaria vaskulitis, sarcoidosis, thyroiditis, Sjogren syndrome, systemic sclerosis, atau ankylosing spondylitis 7

Diagnosis dan Penanganan

Diagnosis sekunder sindrom nefrotik melibatkan evaluasi untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik, laboratorium, dan biopsi ginjal jika diperlukan 3, 4. Penanganan sekunder sindrom nefrotik tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan dapat melibatkan pengobatan untuk mengontrol gejala dan komplikasi, serta terapi untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya 3, 4, 7.

Pengobatan

Pengobatan sekunder sindrom nefrotik dapat melibatkan penggunaan obat-obatan seperti glucocorticoid, angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEI), dan angiotensin II receptor blockers (ARB) 3, 5, 6. ACEI dan ARB dapat membantu mengurangi proteinuria dan melindungi fungsi ginjal 5, 6. Namun, perlu diingat bahwa pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi individu dan penyebab yang mendasarinya.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.