From the Guidelines
Gn sekunder sindrom nefrotik harus diobati dengan terapi yang tepat untuk penyakit yang mendasarinya, serta terapi pendukung untuk mengurangi gejala dan memperlambat progresi penyakit. Pengobatan untuk sindrom nefrotik sekunder tergantung pada penyebab yang mendasarinya, seperti penggunaan imunosupresan untuk penyakit autoimun, antibiotik untuk infeksi, atau penghentian obat yang menyebabkan sindrom tersebut 1. Terapi pendukung termasuk inhibitor konversi angiotensin (ACEIs) seperti enalapril (5-20 mg harian) atau blocker reseptor angiotensin (ARBs) seperti losartan (25-100 mg harian) untuk mengurangi proteinuria 1. Diuretik seperti furosemid (20-80 mg harian) membantu mengelola edema. Beberapa pilihan terapi lainnya termasuk:
- Imunosupresan seperti prednison, yang sering digunakan sebagai terapi lini pertama untuk sindrom nefrotik sekunder 1
- Inhibitor calcineurin seperti siklosporin, yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk pasien yang resisten atau tidak toleran terhadap steroid 1
- Terapi lainnya seperti mikofenolat mofetil, dexametason, dan rituximab, yang dapat digunakan dalam kasus tertentu 1 Pantauan teratur fungsi ginjal, proteinuria, dan elektrolit sangat penting untuk memantau efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi. Prognosis sindrom nefrotik sekunder bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya, dengan beberapa kasus dapat sembuh total ketika penyakit yang mendasarinya diobati secara efektif, sementara yang lain dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis meskipun pengobatan yang tepat.
From the FDA Drug Label
To induce a diuresis or remission of proteinuria in the nephrotic syndrome, without uremia, of the idiopathic type or that due to lupus erythematosus
- Gn sekunder sindrom nefrotik kan behandles med prednison, men kun hvis det skyldes lupus erythematosus eller er af idiopatisk type, og uden uremi 2.
- Der er ingen information om behandling af sekundær nefrotisk syndrom af andre årsager end lupus erythematosus eller idiopatisk type.
From the Research
Sekunder Sindrom Nefrotik
Sekunder sindrom nefrotik adalah kondisi yang disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar penyakit ginjal itu sendiri. Berikut adalah beberapa penyebab sekunder sindrom nefrotik:
- Diabetes 3, 4, 5, 6
- Amyloidosis 3
- Sistemik lupus eritematosus 3, 7
- Hematologi malignansi 3
- Infeksi 3, 7
- Penyakit autoimun lainnya seperti rheumatoid arthritis, urtikaria vaskulitis, sarcoidosis, thyroiditis, Sjogren syndrome, systemic sclerosis, atau ankylosing spondylitis 7
Diagnosis dan Penanganan
Diagnosis sekunder sindrom nefrotik melibatkan evaluasi untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik, laboratorium, dan biopsi ginjal jika diperlukan 3, 4. Penanganan sekunder sindrom nefrotik tergantung pada penyebab yang mendasarinya dan dapat melibatkan pengobatan untuk mengontrol gejala dan komplikasi, serta terapi untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya 3, 4, 7.
Pengobatan
Pengobatan sekunder sindrom nefrotik dapat melibatkan penggunaan obat-obatan seperti glucocorticoid, angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEI), dan angiotensin II receptor blockers (ARB) 3, 5, 6. ACEI dan ARB dapat membantu mengurangi proteinuria dan melindungi fungsi ginjal 5, 6. Namun, perlu diingat bahwa pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi individu dan penyebab yang mendasarinya.