From the Guidelines
Glomerulonefritis sekunder dan primer harus dibedakan berdasarkan penyebab dan patogenesisnya untuk menentukan pendekatan pengobatan yang tepat. Glomerulonefritis primer terjadi ketika ginjal merupakan organ utama yang terkena, dengan proses penyakit yang berasal dari ginjal itu sendiri. Contoh termasuk penyakit minimal change, focal segmental glomerulosclerosis, membranous nephropathy, IgA nephropathy, dan glomerulonefritis progresif cepat 1.
Sementara itu, glomerulonefritis sekunder berkembang sebagai akibat dari penyakit sistemik yang mempengaruhi banyak organ, dengan keterlibatan ginjal hanya sebagai salah satu manifestasi. Penyebab umum termasuk lupus eritematosus sistemik, diabetes mellitus, infeksi seperti hepatitis B dan C, obat-obatan, dan vaskulitis 1. Pembedaan ini penting untuk pendekatan pengobatan, karena bentuk primer biasanya memerlukan terapi imunosupresif yang menargetkan ginjal secara spesifik, sedangkan bentuk sekunder memerlukan pengobatan kondisi yang mendasarinya.
Pengobatan glomerulonefritis sekunder dan primer harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Misalnya, nefritis lupus mungkin diobati dengan steroid (prednisone 1mg/kg/hari) dan mikofenolat mofetil (dimulai dengan 2g/hari), sedangkan IgA nefropati mungkin menerima inhibitor ACE dan possibly steroid 1. Diagnosis biasanya memerlukan biopsi ginjal dengan mikroskopi cahaya, imunofluoresensi, dan mikroskopi elektron untuk menentukan pola cedera spesifik. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah progresi ke penyakit ginjal kronis dan kegagalan ginjal eventual.
Dalam beberapa kasus, glomerulonefritis sekunder dapat diobati dengan menghilangkan penyebab yang mendasarinya, seperti penghentian obat-obatan yang menyebabkan penyakit atau pengobatan infeksi yang mendasarinya 1. Sementara itu, glomerulonefritis primer mungkin memerlukan terapi imunosupresif jangka panjang untuk mengontrol gejala dan mencegah progresi penyakit 1. Oleh karena itu, penting untuk melakukan diagnosis yang akurat dan menentukan pendekatan pengobatan yang tepat berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan penyakit.
From the Research
Perbedaan Glomerulonefritis Sekunder dan Primer
- Glomerulonefritis (GN) dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu GN primer dan sekunder 2.
- GN primer adalah kondisi di mana kerusakan glomerulus terjadi tanpa adanya penyakit sistemik yang mendasarinya, sedangkan GN sekunder adalah kondisi di mana kerusakan glomerulus terjadi sebagai akibat dari penyakit sistemik lainnya, seperti diabetes mellitus, penyakit autoimun, atau amyloidosis 3.
Penyebab dan Gejala
- GN primer dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, reaksi autoimun, dan kerusakan genetik 4.
- Gejala GN primer dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi proteinuria, hematuria, dan penurunan fungsi ginjal 5.
- GN sekunder dapat disebabkan oleh berbagai penyakit sistemik, termasuk diabetes mellitus, lupus eritematosus sistemik, dan amyloidosis 3.
- Gejala GN sekunder dapat bervariasi tergantung pada penyakit yang mendasarinya, tetapi umumnya meliputi proteinuria, hematuria, dan penurunan fungsi ginjal 6.
Pengobatan
- Pengobatan GN primer dan sekunder dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan gejala yang mendasarinya 2.
- Pengobatan GN primer dapat meliputi penggunaan steroid, imunosupresan, dan agen sitotoksik 3.
- Pengobatan GN sekunder dapat meliputi pengobatan penyakit yang mendasarinya, serta penggunaan agen yang sama dengan pengobatan GN primer 4.
- Rituximab telah digunakan sebagai pengobatan GN primer, terutama pada pasien dengan membranous nefropati 5, 6.