How is equinovarus foot diagnosed?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 15, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Diagnosis Equinovarus (Kaki Pengkor)

Diagnosis equinovarus ditegakkan secara klinis melalui pemeriksaan fisik yang menunjukkan deformitas khas kaki yang mengarah ke bawah (plantarfleksi), ke dalam (inversi), dan rotasi ke atas (supinasi), dengan konfirmasi menggunakan radiografi polos sebagai pencitraan awal.

Pemeriksaan Klinis

Diagnosis equinovarus terutama bersifat klinis karena deformitas terlihat jelas sejak lahir atau setelah cedera neurologis:

  • Inspeksi visual: Kaki menunjuk ke bawah dan ke dalam, dengan tumit yang terdeviasi medial dan forefoot yang adduksi
  • Palpasi: Evaluasi kekakuan deformitas - apakah dapat dikoreksi secara pasif atau sudah fixed
  • Pemeriksaan neurologis: Penting untuk membedakan antara idiopatik kongenital versus sekunder akibat kondisi neurologis (cerebral palsy, stroke, cedera otak)
  • Evaluasi gait dan biomekanikal: Pada pasien yang dapat berjalan, perhatikan pola jalan dan distribusi tekanan plantar

Konteks Klinis yang Berbeda

Kongenital (Clubfoot): Biasanya terdiagnosis saat lahir atau melalui USG prenatal mulai minggu ke-12 kehamilan 1. Namun, tingkat false-positive tinggi pada trimester pertama (50%) dibanding trimester kedua (15,3%) 2.

Pasca-stroke atau cedera neurologis: Diagnosis memerlukan diagnostic nerve block dengan anestesi lokal untuk menentukan peran relatif dari spastisitas otot betis, pemendekan kompleks triceps surae-Achilles tendon, dan kelemahan/ketidakseimbangan otot dorsifleksor 3. Nerve block ini adalah langkah wajib sebelum menentukan terapi.

Charcot neuroarthropathy: Pada pasien diabetes dengan kaki hangat dan bengkak, equinovarus dapat berkembang sebagai komplikasi 4, 5.

Pencitraan

Radiografi Polos (Modalitas Pertama)

Lakukan radiografi polos tiga proyeksi standar (anteroposterior, oblique medial, dan lateral) sebagai pemeriksaan pencitraan awal 4, 6, 7:

  • Weight-bearing radiographs lebih diutamakan karena dapat mendeteksi abnormalitas dinamis seperti malalignment sendi, subluksasi, dan displacement fraktur yang tidak tampak pada non-weight-bearing 4
  • Jika pasien tidak dapat berdiri, non-weight-bearing adalah alternatif yang dapat diterima
  • Radiografi menunjukkan deformitas tulang, parallelism abnormal pada hubungan subtalar, dan deviasi medial dari leher dan kepala talus 8

Pencitraan Lanjutan

MRI direkomendasikan kuat jika radiografi polos normal namun kecurigaan klinis tinggi, atau untuk evaluasi detail jaringan lunak dan keterlibatan sendi 4, 9:

  • MRI paling berguna untuk mendeteksi abnormalitas tulang/sendi dini dan tanda-tanda inflamasi
  • Sensitivitas dan spesifisitas baik hingga excellent untuk berbagai kondisi kaki
  • Pada kongenital equinovarus, MRI menunjukkan deformitas primer berupa deviasi medial leher dan kepala talus dengan rotasi internal kalkaneus 8

CT atau SPECT-CT dapat dipertimbangkan jika MRI tidak tersedia atau kontraindikasi 4.

Evaluasi Komprehensif untuk Pasien Diabetes

Jika equinovarus terjadi pada pasien diabetes, lakukan pemeriksaan kaki komprehensif tahunan 10:

  • Pemeriksaan neurologis: Tes monofilament 10-g dengan minimal satu pemeriksaan tambahan (pinprick, suhu, vibrasi dengan garpu tala 128-Hz, atau refleks ankle)
  • Status vaskular: Inspeksi dan palpasi nadi pedal; pertimbangkan ankle-brachial index jika ada gejala PAD
  • Integritas kulit: Terutama antara jari-jari kaki dan di bawah kepala metatarsal
  • Deformitas tulang dan biomekanikal: Evaluasi hammertoes, bunion, prominent metatarsal heads

Pitfalls yang Harus Dihindari

  1. Jangan mengandalkan radiografi saja pada kecurigaan klinis tinggi - radiografi dapat normal pada tahap awal namun MRI menunjukkan abnormalitas signifikan 4

  2. Pada diagnosis prenatal trimester pertama, waspadai tingkat false-positive tinggi - konfirmasi ulang pada trimester kedua 2

  3. Pada kasus neurologis, jangan langsung ke terapi tanpa diagnostic nerve block - ini menentukan apakah masalahnya spastisitas, kontraktur, atau kelemahan 3

  4. Evaluasi kemungkinan anomali kromosom - risiko 4,8% pada kasus isolated dan 13,4% pada non-isolated 2. Karyotyping harus direkomendasikan bahkan pada kasus isolated.

  5. Jangan abaikan evaluasi multisegmen kaki - variabilitas kinematik tinggi pada equinovarus sekunder CP, dengan keterlibatan bisa primer di hindfoot, forefoot, atau keduanya 11

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.