How to manage impaired renal function in patients with myelofibrosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: June 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Research

Pengelolaan gangguan ginjal pada pasien myelofibrosis memerlukan penyesuaian obat, pemantauan, dan perawatan pendukung yang hati-hati. Pertama, evaluasi derajat gangguan ginjal menggunakan laju filtrasi glomerulus yang diestimasi (eGFR) dan modifikasi dosis inhibitor JAK sesuai: untuk ruxolitinib, kurangi menjadi 10mg dua kali sehari untuk gangguan sedang (CrCl 30-59 mL/menit) dan 5mg dua kali sehari untuk gangguan parah (CrCl 15-29 mL/menit); untuk fedratinib, kurangi menjadi 200mg sehari untuk gangguan parah 1. Hindari obat-obatan yang nefrotoksik jika memungkinkan dan sesuaikan status hidrasi untuk mencegah cedera ginjal lebih lanjut. Pantau fungsi ginjal secara teratur dengan serum kreatinin, BUN, dan elektrolit setiap 1-3 bulan tergantung pada tingkat keparahan. Tangani hiperurisemia dengan allopurinol (dimulai dengan 100mg sehari pada gangguan ginjal) atau febuxostat (dikurangi menjadi 20-40mg sehari). Kelola anemia dengan agen-agen yang merangsang eritropoiesis seperti epoetin alfa (dimulai dengan 40.000 unit seminggu, disesuaikan berdasarkan respons) sambil memantau tekanan darah. Kontrol hipertensi dengan inhibitor ACE atau ARB dengan dosis yang dikurangi. Intervensi ini sangat penting karena myelofibrosis dapat mempengaruhi ginjal melalui infiltrasi sel hematopoietik, peradangan yang dimediasi oleh sitokin, dan mikroangiopati trombotik, sementara inhibitor JAK dan pengobatan lainnya dapat memiliki efek nefrotoksik langsung 1.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Penyesuaian dosis inhibitor JAK berdasarkan tingkat gangguan ginjal sangat penting untuk mencegah efek nefrotoksik 1.
  • Penggunaan agen-agen yang merangsang eritropoiesis dapat membantu mengelola anemia, tetapi perlu dipantau dengan hati-hati untuk menghindari hipertensi 2.
  • Kontrol hipertensi yang efektif dapat membantu mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut 1.

Dengan memperhatikan poin-poin tersebut, pengelolaan gangguan ginjal pada pasien myelofibrosis dapat dilakukan dengan efektif dan aman, sehingga membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.