From the Guidelines
Gangguan ginjal pada pasien myelofibrosis terutama disebabkan oleh beberapa mekanisme yang terkait dengan proses penyakit, termasuk ekstrameduler hematopoiesis di ginjal, sindrom hiperviskositas, hiperurisemia, dan trombotik mikroangiopati. Mekanisme gangguan ginjal pada myelofibrosis dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Ekstrameduler hematopoiesis di ginjal, di mana produksi sel darah abnormal menginfiltrasi jaringan ginjal, mengganggu fungsi normal ginjal.
- Sindrom hiperviskositas dari sel darah berlebihan dapat mengurangi aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus.
- Hiperurisemia yang umum terjadi karena peningkatan turnover sel, menyebabkan nefropati asam urat dan potensi batu ginjal.
- Pasien dapat mengembangkan trombotik mikroangiopati dari fungsi trombosit abnormal dan kerusakan endotel.
- Amyloidosis dapat terjadi pada beberapa kasus, dengan deposit protein yang mengganggu fungsi ginjal.
- Pasien myelofibrosis sering mengalami anemia, yang mengurangi pengiriman oksigen ke ginjal, dan mungkin mengembangkan penyakit glomerulus sekunder.
- Nefrotoksisitas terkait pengobatan dari inhibitor JAK seperti ruxolitinib atau agen kemoterapi dapat lebih lanjut mengompromikan fungsi ginjal. Meskipun studi 1 membahas tentang komplikasi multiple myeloma, bukan myelofibrosis, namun beberapa mekanisme yang dijelaskan seperti nefropati cast dan sindrom Fanconi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana gangguan ginjal dapat terjadi pada kondisi yang terkait dengan produksi sel darah abnormal. Pengelolaan harus mencakup pemantauan fungsi ginjal secara teratur, hidrasi yang cukup, dan pengobatan hiperurisemia dengan allopurinol atau febuxostat jika diperlukan.
From the Research
Mekanisme Ganguan Ginjal pada Myelofibrosis
Ganguan ginjal pada pasien myelofibrosis dapat terjadi karena beberapa mekanisme, termasuk:
- Kerusakan ginjal akibat penumpukan asam urat yang berlebihan, yang dapat menyebabkan nefropati asam urat akut 2
- Penyakit ginjal kronis (CKD) yang dapat memperburuk prognosis pasien myelofibrosis dan meningkatkan risiko trombosis dan kematian 3
- Peradangan dan disfungsi imun yang terkait dengan myelofibrosis, yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal 4
- Faktor-faktor lain seperti hipertensi, disfungsi hati, dan penggunaan obat-obatan yang dapat memperburuk kondisi ginjal 5
Faktor Risiko Ganguan Ginjal pada Myelofibrosis
Beberapa faktor risiko yang dapat memperburuk ganguan ginjal pada pasien myelofibrosis, antara lain:
- Usia lanjut 3, 5
- Penyakit ginjal kronis (CKD) 3
- Hipertensi 5
- Disfungsi hati 5
- Penggunaan obat-obatan yang dapat memperburuk kondisi ginjal 5
- Tingkat asam urat yang tinggi 5, 2
Pengelolaan Ganguan Ginjal pada Myelofibrosis
Pengelolaan ganguan ginjal pada pasien myelofibrosis harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan faktor-faktor risiko yang terkait. Beberapa strategi pengelolaan yang dapat dilakukan, antara lain: