What is the chemotherapy regimen for a patient with adenocarcinoma (lung cancer)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: June 30, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Regimen kemoterapi standar untuk adenokarsinoma paru stadium lanjut adalah kombinasi platinum-based doublet, seperti karboplatin (AUC 5-6) atau sisplatin (75 mg/m²) dengan pemetrexed (500 mg/m²), yang diberikan secara intravena setiap 3 minggu selama 4-6 siklus. Pilihan terapi ini didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan keunggulan regimen ini dalam memperbaiki kelangsungan hidup dan kualitas hidup pasien dibandingkan dengan terapi pendukung saja 1.

Beberapa pilihan kemoterapi lain yang dapat digunakan adalah:

  • Karboplatin atau sisplatin dengan paclitaxel, docetaxel, gemcitabine, atau vinorelbine 1
  • Pemetrexed dengan karboplatin atau sisplatin 1
  • Afatinib, osimertinib, atau crizotinib untuk pasien dengan mutasi EGFR, ALK, atau ROS1 1

Penggunaan terapi yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi pasien, termasuk status performa, jenis histologi, dan hasil tes molekuler. Perawatan pendukung seperti antiemik, hidrasi, dan faktor stimulasi koloni juga penting untuk mencegah efek sampingan kemoterapi.

Dalam beberapa kasus, terapi imun dengan pembrolizumab dapat digunakan, terutama untuk pasien dengan ekspresi PD-L1 ≥50% 1. Namun, pilihan terapi ini harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan hasil tes molekuler.

Dalam membuat keputusan terapi, penting untuk mempertimbangkan hasil penelitian terbaru dan pedoman klinis yang ada, serta mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pasien.

From the FDA Drug Label

2.2 Non-small Cell Lung Cancer • For treatment after failure of prior platinum-based chemotherapy, Docetaxel Injection was evaluated as monotherapy, and the recommended dose is 75 mg/m2 administered intravenously over 1 hour every 3 weeks A dose of 100 mg/m2 in patients previously treated with chemotherapy was associated with increased hematologic toxicity, infection, and treatment-related mortality in randomized controlled trials For chemotherapy-naive patients, Docetaxel Injection was evaluated in combination with cisplatin. The recommended dose of Docetaxel Injection is 75 mg/m2 administered intravenously over 1 hour immediately followed by cisplatin 75 mg/m2 over 30-60 minutes every 3 weeks

Regimen kemoterapi untuk pasien dengan adenokarsinoma paru adalah:

  • Docetaxel 75 mg/m2 secara intravena selama 1 jam setiap 3 minggu sebagai monoterapi setelah kegagalan kemoterapi berbasis platinum sebelumnya
  • Docetaxel 75 mg/m2 secara intravena selama 1 jam diikuti oleh sisplatin 75 mg/m2 selama 30-60 menit setiap 3 minggu sebagai terapi kombinasi untuk pasien yang belum pernah mendapatkan kemoterapi sebelumnya 2

From the Research

Regimen Kemoterapi untuk Adenocarcinoma Paru

Regimen kemoterapi untuk adenocarcinoma paru dapat bervariasi tergantung pada stadium dan karakteristik tumor. Berikut beberapa pilihan regimen kemoterapi yang telah dipelajari dalam beberapa studi:

  • Pembrolizumab plus pemetrexed-carboplatin: Studi 3 menunjukkan bahwa kombinasi pembrolizumab dengan pemetrexed dan carboplatin dapat menjadi pilihan kemoterapi yang efektif untuk pasien dengan adenocarcinoma paru non-squamous yang tidak memiliki alterasi targetable.
  • Pemetrexed dan cisplatin: Studi 4 menunjukkan bahwa kombinasi pemetrexed dan cisplatin dapat menjadi pilihan kemoterapi yang efektif untuk pasien dengan adenocarcinoma paru non-squamous.
  • Osimertinib dengan atau tanpa kemoterapi: Studi 5 menunjukkan bahwa osimertinib dapat menjadi pilihan kemoterapi yang efektif untuk pasien dengan adenocarcinoma paru yang memiliki mutasi EGFR, dan bahwa penambahan kemoterapi dapat memperpanjang waktu survival bebas progresi.
  • Gefitinib dengan atau tanpa kemoterapi: Studi 6 menunjukkan bahwa gefitinib dapat menjadi pilihan kemoterapi yang efektif untuk pasien dengan adenocarcinoma paru yang memiliki mutasi EGFR, dan bahwa penambahan kemoterapi dapat memperpanjang waktu survival bebas progresi.

Pilihan Regimen Kemoterapi Berdasarkan Mutasi EGFR

Untuk pasien dengan adenocarcinoma paru yang memiliki mutasi EGFR, beberapa pilihan regimen kemoterapi yang dapat dipertimbangkan adalah:

  • Osimertinib dengan atau tanpa kemoterapi: Studi 5 menunjukkan bahwa osimertinib dapat menjadi pilihan kemoterapi yang efektif untuk pasien dengan adenocarcinoma paru yang memiliki mutasi EGFR.
  • Gefitinib dengan atau tanpa kemoterapi: Studi 6 menunjukkan bahwa gefitinib dapat menjadi pilihan kemoterapi yang efektif untuk pasien dengan adenocarcinoma paru yang memiliki mutasi EGFR.
  • Erlotinib: Studi 7 menunjukkan bahwa erlotinib dapat menjadi pilihan kemoterapi yang efektif untuk pasien dengan adenocarcinoma paru yang memiliki mutasi EGFR.

Kesimpulan Tidak Dapat Diberikan

Tidak dapat diberikan kesimpulan yang pasti tentang regimen kemoterapi yang paling efektif untuk adenocarcinoma paru, karena pilihan regimen kemoterapi yang optimal dapat bervariasi tergantung pada karakteristik individu pasien dan tumor. Oleh karena itu, penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan pilihan regimen kemoterapi yang paling sesuai untuk setiap pasien.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.