Is mecobalamin recommended?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: July 31, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penggunaan Mecobalamin dalam Praktik Klinis

Mecobalamin direkomendasikan untuk pengobatan neuropati perifer, terutama sebagai terapi kombinasi dengan vitamin B lainnya, berdasarkan bukti klinis yang menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan konduksi saraf dan gejala neuropati.

Apa itu Mecobalamin?

Mecobalamin adalah bentuk aktif dari vitamin B12 yang berperan sebagai kofaktor penting dalam aktivitas metiltransferase yang bergantung pada B12. Berbeda dengan cyanocobalamin, mecobalamin merupakan bentuk koenzim yang dapat langsung digunakan oleh tubuh.

Indikasi Penggunaan

Mecobalamin terutama diindikasikan untuk:

  1. Neuropati perifer, khususnya:

    • Neuropati diabetik
    • Neuropati herpetik
    • Sindrom terowongan karpal subklinis 1
    • Polineuropati
  2. Hiperhomosisteinemia

Efektivitas Klinis

Neuropati Perifer

  • Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa mecobalamin dalam kombinasi dengan terapi lain efektif dalam meningkatkan hasil klinis dan kecepatan konduksi saraf pada pasien dengan neuropati perifer 2
  • Mecobalamin secara signifikan memperbaiki gejala nyeri spontan (73%) dan mati rasa (75%) pada neuropati diabetik dibandingkan dengan vitamin B12 biasa 3
  • Efektif memperbaiki hipoestesia, sensasi panas, sensasi dingin, mulut kering, dan disuria pada pasien dengan neuropati diabetik 3

Sindrom Terowongan Karpal

  • Penelitian menunjukkan bahwa mecobalamin oral (1500 μg per hari) selama 2 tahun secara signifikan memperbaiki parameter elektrofisiologis pada saraf sensorik dan motorik pada pasien stroke dengan sindrom terowongan karpal subklinis 1

Dosis yang Direkomendasikan

Berdasarkan pedoman ESPEN 2022 untuk kobalamin 4:

  • Pasien dengan gangguan penyerapan kobalamin:

    • Dosis oral: 350 μg kobalamin per hari (seumur hidup)
    • ATAU injeksi IM: 1000-2000 μg kobalamin setiap 1-3 bulan
  • Untuk gejala akut defisiensi:

    • Injeksi IM: 1000 μg kobalamin setiap dua hari selama 2 minggu (atau setiap hari selama 5 hari)
    • Dilanjutkan setidaknya dua kali sebulan hingga resolusi semua tanda klinis
  • Untuk nutrisi enteral:

    • Minimal 2,5 mg sianokobalamin per hari dalam 1500 kkal
  • Untuk nutrisi parenteral:

    • Minimal 5 mg sianokobalamin per hari
  • Untuk ibu menyusui:

    • Minimal 2,8 mg sianokobalamin per hari secara oral

Keamanan dan Efek Samping

  • Tidak ada batas toksisitas atas untuk kobalamin dan tidak ada laporan toksisitas akut dalam suplementasi kobalamin oral atau parenteral 4
  • Pemberian mecobalamin tidak menunjukkan efek samping yang signifikan dalam uji klinis 3
  • Perlu diperhatikan bahwa pemberian kobalamin berlebihan mungkin berbahaya untuk beberapa populasi, seperti pasien dengan nefropati diabetik 4

Pemantauan Terapi

  • Pada semua pasien berisiko atau yang sedang menjalani pengobatan dengan kobalamin, kecukupan pengisian ulang harus dinilai setidaknya setiap tahun melalui resolusi gejala klinis dan penanda laboratorium yang tersedia 4
  • Defisiensi kobalamin harus disingkirkan pada semua pasien yang mengalami anemia, makrositosis terisolasi, diagnosis polineuropati, penyakit neurodegeneratif, atau psikosis 4

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

  • Pasien dengan penyakit autoimun atau dengan glositis, anemia, dan neuropati harus diperiksa untuk anemia pernisiosa dengan adanya antibodi anti-faktor intrinsik (anti-IFAB) terlepas dari kadar kobalamin 4
  • Untuk pasien dengan gejala akut defisiensi, rute IM harus digunakan dan pemantauan kalium darah harus menjadi bagian dari terapi pengisian ulang 4
  • Rute intranasal dan sublingual merupakan alternatif administrasi 4

Meskipun mecobalamin menunjukkan efektivitas dalam pengobatan neuropati perifer, penelitian lebih lanjut dengan kualitas tinggi diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini, terutama untuk penggunaan mecobalamin sebagai monoterapi.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.