Penggunaan Mecobalamin dalam Praktik Klinis
Mecobalamin direkomendasikan untuk pengobatan neuropati perifer, terutama sebagai terapi kombinasi dengan vitamin B lainnya, berdasarkan bukti klinis yang menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan konduksi saraf dan gejala neuropati.
Apa itu Mecobalamin?
Mecobalamin adalah bentuk aktif dari vitamin B12 yang berperan sebagai kofaktor penting dalam aktivitas metiltransferase yang bergantung pada B12. Berbeda dengan cyanocobalamin, mecobalamin merupakan bentuk koenzim yang dapat langsung digunakan oleh tubuh.
Indikasi Penggunaan
Mecobalamin terutama diindikasikan untuk:
Neuropati perifer, khususnya:
- Neuropati diabetik
- Neuropati herpetik
- Sindrom terowongan karpal subklinis 1
- Polineuropati
Hiperhomosisteinemia
Efektivitas Klinis
Neuropati Perifer
- Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa mecobalamin dalam kombinasi dengan terapi lain efektif dalam meningkatkan hasil klinis dan kecepatan konduksi saraf pada pasien dengan neuropati perifer 2
- Mecobalamin secara signifikan memperbaiki gejala nyeri spontan (73%) dan mati rasa (75%) pada neuropati diabetik dibandingkan dengan vitamin B12 biasa 3
- Efektif memperbaiki hipoestesia, sensasi panas, sensasi dingin, mulut kering, dan disuria pada pasien dengan neuropati diabetik 3
Sindrom Terowongan Karpal
- Penelitian menunjukkan bahwa mecobalamin oral (1500 μg per hari) selama 2 tahun secara signifikan memperbaiki parameter elektrofisiologis pada saraf sensorik dan motorik pada pasien stroke dengan sindrom terowongan karpal subklinis 1
Dosis yang Direkomendasikan
Berdasarkan pedoman ESPEN 2022 untuk kobalamin 4:
Pasien dengan gangguan penyerapan kobalamin:
- Dosis oral: 350 μg kobalamin per hari (seumur hidup)
- ATAU injeksi IM: 1000-2000 μg kobalamin setiap 1-3 bulan
Untuk gejala akut defisiensi:
- Injeksi IM: 1000 μg kobalamin setiap dua hari selama 2 minggu (atau setiap hari selama 5 hari)
- Dilanjutkan setidaknya dua kali sebulan hingga resolusi semua tanda klinis
Untuk nutrisi enteral:
- Minimal 2,5 mg sianokobalamin per hari dalam 1500 kkal
Untuk nutrisi parenteral:
- Minimal 5 mg sianokobalamin per hari
Untuk ibu menyusui:
- Minimal 2,8 mg sianokobalamin per hari secara oral
Keamanan dan Efek Samping
- Tidak ada batas toksisitas atas untuk kobalamin dan tidak ada laporan toksisitas akut dalam suplementasi kobalamin oral atau parenteral 4
- Pemberian mecobalamin tidak menunjukkan efek samping yang signifikan dalam uji klinis 3
- Perlu diperhatikan bahwa pemberian kobalamin berlebihan mungkin berbahaya untuk beberapa populasi, seperti pasien dengan nefropati diabetik 4
Pemantauan Terapi
- Pada semua pasien berisiko atau yang sedang menjalani pengobatan dengan kobalamin, kecukupan pengisian ulang harus dinilai setidaknya setiap tahun melalui resolusi gejala klinis dan penanda laboratorium yang tersedia 4
- Defisiensi kobalamin harus disingkirkan pada semua pasien yang mengalami anemia, makrositosis terisolasi, diagnosis polineuropati, penyakit neurodegeneratif, atau psikosis 4
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
- Pasien dengan penyakit autoimun atau dengan glositis, anemia, dan neuropati harus diperiksa untuk anemia pernisiosa dengan adanya antibodi anti-faktor intrinsik (anti-IFAB) terlepas dari kadar kobalamin 4
- Untuk pasien dengan gejala akut defisiensi, rute IM harus digunakan dan pemantauan kalium darah harus menjadi bagian dari terapi pengisian ulang 4
- Rute intranasal dan sublingual merupakan alternatif administrasi 4
Meskipun mecobalamin menunjukkan efektivitas dalam pengobatan neuropati perifer, penelitian lebih lanjut dengan kualitas tinggi diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini, terutama untuk penggunaan mecobalamin sebagai monoterapi.