What is the difference between citicoline and piracetam?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: July 31, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Perbedaan Citicoline dan Piracetam

Citicoline dan piracetam memiliki mekanisme kerja dan profil klinis yang berbeda, dengan piracetam menunjukkan tren peningkatan risiko kematian pada pasien stroke iskemik, sementara citicoline relatif lebih aman meskipun keduanya belum memiliki bukti yang cukup untuk direkomendasikan sebagai pengobatan rutin.

Mekanisme Kerja

Citicoline:

  • Bekerja sebagai agen penstabil membran sel saraf 1, 2
  • Merupakan prekursor alami untuk sintesis fosfolipid, terutama fosfatidilkolin (PtdCho) 3
  • Memiliki jendela terapi yang panjang dan aktif pada berbagai tahap kaskade iskemik 2
  • Bertransformasi menjadi sitidin dan kolin setelah pemberian, yang masuk ke sel otak secara terpisah 3

Piracetam:

  • Merupakan turunan dari neurotransmitter GABA 4
  • Bekerja dengan memodulasi neurotransmisi pada berbagai sistem transmiter (termasuk kolinergik dan glutamatergik) 4, 5
  • Memiliki sifat neuroprotektif dan antikonvulsan 4
  • Meningkatkan neuroplastisitas dan memulihkan fluiditas membran sel 4

Efektivitas Klinis

Citicoline:

  • Meta-analisis menunjukkan pasien dengan defisit neurologis sedang hingga berat mungkin mendapat manfaat jika pengobatan dimulai dalam 24 jam setelah onset gejala stroke 1, 2
  • Terbukti bermanfaat untuk gangguan kognitif ringan, terutama yang berasal dari vaskular 6, 7
  • Dosis optimal yang direkomendasikan adalah 500 mg 2

Piracetam:

  • Menunjukkan hasil yang beragam dalam uji klinis untuk stroke iskemik 1
  • Efektif untuk gangguan kognitif, demensia, vertigo, mioklonus kortikal, dan disleksia 4, 5
  • Ada tren peningkatan risiko kematian pada pasien yang diobati dengan piracetam untuk stroke iskemik 1
  • Membutuhkan dosis tinggi untuk beberapa indikasi 4

Keamanan

Citicoline:

  • Dianggap sebagai obat yang aman dengan efek samping minimal 2, 6
  • Tidak memiliki efek kolinergik sistemik yang signifikan 2
  • Dapat diberikan secara oral atau parenteral dengan bioavailabilitas yang serupa 2

Piracetam:

  • Umumnya ditoleransi dengan baik meskipun kadang memerlukan dosis tinggi 4
  • Namun, ada kekhawatiran tentang peningkatan risiko kematian pada pasien stroke 1

Rekomendasi Penggunaan

Citicoline:

  • Meskipun memiliki potensi manfaat, citicoline belum direkomendasikan sebagai pengobatan standar untuk stroke iskemik akut oleh American Heart Association/American Stroke Association 1, 2
  • Dapat dipertimbangkan untuk gangguan kognitif ringan, terutama yang berasal dari vaskular 6, 7

Piracetam:

  • American Heart Association/American Stroke Association menyatakan data tidak cukup jelas untuk menarik kesimpulan tentang kegunaan piracetam untuk stroke iskemik 1
  • Dapat digunakan untuk gangguan kognitif, demensia, mioklonus kortikal, dan disleksia 4, 5
  • Tidak direkomendasikan untuk stroke iskemik karena potensi peningkatan risiko kematian 1

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

  • Kedua obat ini belum memiliki bukti yang cukup untuk direkomendasikan sebagai pengobatan rutin untuk stroke iskemik 1, 2
  • Untuk gangguan kognitif, citicoline tampaknya memiliki profil keamanan yang lebih baik dibandingkan piracetam 2, 6
  • Piracetam memiliki spektrum penggunaan yang lebih luas tetapi dengan risiko yang lebih tinggi 4, 5
  • Pemilihan antara kedua obat ini harus mempertimbangkan indikasi spesifik dan profil risiko pasien

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Citicoline in Neuroprotection

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Piracetam and levetiracetam: close structural similarities but different pharmacological and clinical profiles.

Epileptic disorders : international epilepsy journal with videotape, 2000

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.