What peripheral nerve block is beneficial for post-operative pain management in Total Knee Replacement (TKR) surgery, and what medications are used?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 16, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Blok Perifer untuk Manajemen Nyeri Pasca Operasi TKR

Blok saraf femoral (FNB) sangat direkomendasikan sebagai teknik pilihan untuk manajemen nyeri pasca operasi Total Knee Replacement (TKR) berdasarkan bukti pengurangan skor nyeri dan kebutuhan analgesik tambahan. 1

Jenis Blok Perifer yang Direkomendasikan

  • Blok saraf femoral (FNB) adalah teknik utama yang direkomendasikan untuk analgesia pasca operasi TKR berdasarkan bukti level 1 1
  • Alternatif lain adalah teknik anestesi spinal dengan kombinasi anestesi lokal dan morfin spinal 1
  • Blok adduktor canal dapat dipertimbangkan sebagai alternatif FNB karena mempertahankan kekuatan otot quadriceps lebih baik 2
  • Kombinasi blok saraf femoral dan saraf sciatic tidak direkomendasikan karena bukti yang terbatas dan tidak konsisten 1
  • Blok lumbar plexus (pendekatan posterior) tidak direkomendasikan karena FNB sama efektifnya dengan risiko komplikasi yang lebih rendah 1

Obat yang Digunakan untuk Blok Perifer

  • Anestesi lokal adalah komponen utama untuk blok saraf perifer 1
  • Tidak ada rekomendasi spesifik mengenai penggunaan teknik infus femoral kontinyu vs bolus tunggal karena heterogenitas dalam desain penelitian dan inkonsistensi data 1
  • Obat adjuvan saraf perifer seperti alpha-2-adrenoceptor agonists (clonidine, epinephrine) tidak direkomendasikan karena kurangnya bukti efektivitas 1

Pendekatan Multimodal untuk Manajemen Nyeri

  • FNB harus dikombinasikan dengan analgesik sistemik sebagai bagian dari pendekatan multimodal 1, 3
  • Paracetamol (acetaminophen) harus diberikan secara terjadwal sebagai analgesik dasar 1, 2
  • Tambahkan NSAID konvensional atau inhibitor COX-2 selektif kecuali jika kontraindikasi 1, 2
  • Untuk nyeri breakthrough intensitas tinggi, berikan opioid kuat intravena; untuk nyeri intensitas sedang hingga rendah, gunakan opioid lemah 1, 2
  • Teknik pendinginan dan kompresi pada area operasi dapat membantu mengurangi nyeri 1, 2

Keunggulan FNB Dibandingkan Teknik Lain

  • FNB menghasilkan pengurangan konsumsi opioid yang signifikan dibandingkan dengan PCA opioid saja 4
  • FNB mengurangi risiko mual dan muntah dibandingkan dengan analgesia epidural 4
  • FNB kontinyu memberikan kontrol nyeri yang lebih baik dibandingkan dengan FNB single-shot pada 24 jam pasca operasi 4
  • Blok saraf perifer meningkatkan fleksi lutut dan kepuasan pasien dibandingkan dengan PCA opioid saja 4

Teknik Alternatif yang Sedang Berkembang

  • Teknik infiltrasi lokal volume tinggi menunjukkan bukti awal yang menjanjikan tetapi memerlukan evaluasi lebih lanjut 1
  • Blok IPACK (Infiltration between Popliteal Artery and Capsule of Knee) dikombinasikan dengan blok adductor canal menunjukkan efektivitas dalam mengatasi nyeri posterior lutut 5
  • Injeksi periartikular dengan liposomal bupivacaine dikombinasikan dengan blok adductor canal menunjukkan efektivitas yang sebanding dengan FNB dengan keunggulan dalam hal lama rawat inap dan biaya 6

Hal yang Perlu Dihindari

  • Hindari teknik neuraxial sentral: clonidine spinal tidak direkomendasikan karena bukti yang terbatas dan tidak konsisten 1
  • Neostigmine spinal tidak direkomendasikan karena bukti yang terbatas dan efek samping 1
  • Epidural LA ± opioid tidak direkomendasikan karena peningkatan risiko efek samping serius tanpa manfaat yang lebih baik 1
  • Teknik intra-artikular: LA dan/atau morfin tidak direkomendasikan karena efikasi analgesik yang tidak konsisten 1

Dengan mempertimbangkan semua bukti, blok saraf femoral dengan anestesi lokal merupakan pilihan utama untuk manajemen nyeri pasca operasi TKR, dikombinasikan dengan analgesik sistemik sebagai bagian dari pendekatan multimodal untuk mengoptimalkan kontrol nyeri dan pemulihan pasien.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.