Penanganan Batuk Paroksismal pada Anak
Dokter anak sebaiknya memberikan antibiotik makrolida (seperti azithromycin) segera ketika batuk paroksismal dicurigai sebagai pertusis, dan mengisolasi pasien selama 5 hari sejak awal pengobatan untuk mengurangi paroksisma batuk dan mencegah penyebaran penyakit. 1
Evaluasi Diagnostik
- Curigai pertusis (batuk rejan) ketika anak menunjukkan batuk paroksismal yang ditandai dengan serangkaian batuk tanpa inspirasi, diikuti dengan suara "whoop" saat inspirasi dan/atau muntah setelah batuk 1, 2
- Lakukan pengambilan sampel nasofaring dengan aspirasi atau swab Dacron untuk kultur Bordetella pertussis sebagai cara pasti untuk menegakkan diagnosis 1
- Pertimbangkan pemeriksaan darah berpasangan (akut dan konvalesen) untuk mendeteksi peningkatan empat kali lipat antibodi IgG atau IgA terhadap toksin pertusis (PT) atau filamentous hemagglutinin (FHA) 1
- Lakukan foto toraks dan spirometri (jika sesuai usia) untuk menyingkirkan penyebab lain dari batuk paroksismal 1
Tatalaksana Terapi
Antibiotik
- Berikan antibiotik makrolida segera saat pertusis dicurigai, jangan menunggu konfirmasi diagnosis 1
- Azithromycin adalah pilihan utama dengan dosis:
- Antibiotik paling efektif jika diberikan pada fase kataral (2 minggu pertama), namun tetap direkomendasikan pada fase paroksismal untuk mencegah penyebaran 1, 2
Isolasi dan Pencegahan
- Isolasi pasien selama 5 hari sejak dimulainya terapi antibiotik 1
- Identifikasi kontak dekat dan pertimbangkan profilaksis dengan antibiotik yang sama 1
- Pastikan status imunisasi anak sudah lengkap sesuai jadwal DTaP (Difteri, Tetanus, Pertusis aseluler) 1
Terapi Suportif
- Hindari penggunaan beta-agonis kerja panjang, antihistamin, kortikosteroid, dan imunoglobulin pertusis karena tidak terbukti bermanfaat 1
- Berikan dukungan nutrisi dan hidrasi yang adekuat 2
- Pantau tanda-tanda komplikasi seperti apnea, pneumonia, atau kejang terutama pada bayi 4, 5
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
- Hindari pendekatan empiris untuk mengobati asma, refluks gastroesofageal, atau sindrom batuk saluran napas atas kecuali jika terdapat gejala lain yang konsisten dengan kondisi tersebut 1, 2
- Batuk pertusis pada anak biasanya berlangsung lebih lama (median 112 hari) dibandingkan pada orang dewasa (42 hari) 6
- Identifikasi dan atasi faktor lingkungan yang dapat memperburuk batuk, seperti paparan asap rokok 1
- Pertusis dapat terjadi meskipun anak telah mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga tetap harus dipertimbangkan dalam diagnosis banding batuk persisten 7
Tindak Lanjut
- Jika batuk berlangsung lebih dari 8 minggu, pertimbangkan diagnosis lain selain batuk pasca-infeksi 1
- Edukasi orangtua mengenai durasi batuk yang dapat berlangsung lama dan kemungkinan kambuh saat terjadi infeksi saluran napas berikutnya 6
- Pertimbangkan rujukan ke spesialis jika batuk tidak membaik dengan pengobatan yang tepat atau jika muncul gejala yang mengkhawatirkan 2