What should a pediatrician do for a child presenting with paroxysmal cough?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 16, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penanganan Batuk Paroksismal pada Anak

Dokter anak sebaiknya memberikan antibiotik makrolida (seperti azithromycin) segera ketika batuk paroksismal dicurigai sebagai pertusis, dan mengisolasi pasien selama 5 hari sejak awal pengobatan untuk mengurangi paroksisma batuk dan mencegah penyebaran penyakit. 1

Evaluasi Diagnostik

  • Curigai pertusis (batuk rejan) ketika anak menunjukkan batuk paroksismal yang ditandai dengan serangkaian batuk tanpa inspirasi, diikuti dengan suara "whoop" saat inspirasi dan/atau muntah setelah batuk 1, 2
  • Lakukan pengambilan sampel nasofaring dengan aspirasi atau swab Dacron untuk kultur Bordetella pertussis sebagai cara pasti untuk menegakkan diagnosis 1
  • Pertimbangkan pemeriksaan darah berpasangan (akut dan konvalesen) untuk mendeteksi peningkatan empat kali lipat antibodi IgG atau IgA terhadap toksin pertusis (PT) atau filamentous hemagglutinin (FHA) 1
  • Lakukan foto toraks dan spirometri (jika sesuai usia) untuk menyingkirkan penyebab lain dari batuk paroksismal 1

Tatalaksana Terapi

Antibiotik

  • Berikan antibiotik makrolida segera saat pertusis dicurigai, jangan menunggu konfirmasi diagnosis 1
  • Azithromycin adalah pilihan utama dengan dosis:
    • Anak ≤ 6 bulan: 10 mg/kg/hari selama 5 hari 3
    • Anak > 6 bulan: 10 mg/kg (maksimum 500 mg) pada hari pertama, diikuti 5 mg/kg (maksimum 250 mg) pada hari 2-5 3
    • Alternatif: dosis tunggal 30 mg/kg untuk otitis media akut, yang juga efektif untuk pertusis 3
  • Antibiotik paling efektif jika diberikan pada fase kataral (2 minggu pertama), namun tetap direkomendasikan pada fase paroksismal untuk mencegah penyebaran 1, 2

Isolasi dan Pencegahan

  • Isolasi pasien selama 5 hari sejak dimulainya terapi antibiotik 1
  • Identifikasi kontak dekat dan pertimbangkan profilaksis dengan antibiotik yang sama 1
  • Pastikan status imunisasi anak sudah lengkap sesuai jadwal DTaP (Difteri, Tetanus, Pertusis aseluler) 1

Terapi Suportif

  • Hindari penggunaan beta-agonis kerja panjang, antihistamin, kortikosteroid, dan imunoglobulin pertusis karena tidak terbukti bermanfaat 1
  • Berikan dukungan nutrisi dan hidrasi yang adekuat 2
  • Pantau tanda-tanda komplikasi seperti apnea, pneumonia, atau kejang terutama pada bayi 4, 5

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

  • Hindari pendekatan empiris untuk mengobati asma, refluks gastroesofageal, atau sindrom batuk saluran napas atas kecuali jika terdapat gejala lain yang konsisten dengan kondisi tersebut 1, 2
  • Batuk pertusis pada anak biasanya berlangsung lebih lama (median 112 hari) dibandingkan pada orang dewasa (42 hari) 6
  • Identifikasi dan atasi faktor lingkungan yang dapat memperburuk batuk, seperti paparan asap rokok 1
  • Pertusis dapat terjadi meskipun anak telah mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga tetap harus dipertimbangkan dalam diagnosis banding batuk persisten 7

Tindak Lanjut

  • Jika batuk berlangsung lebih dari 8 minggu, pertimbangkan diagnosis lain selain batuk pasca-infeksi 1
  • Edukasi orangtua mengenai durasi batuk yang dapat berlangsung lama dan kemungkinan kambuh saat terjadi infeksi saluran napas berikutnya 6
  • Pertimbangkan rujukan ke spesialis jika batuk tidak membaik dengan pengobatan yang tepat atau jika muncul gejala yang mengkhawatirkan 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of a Child with Post-Tussive Vomiting and Nocturnal Cough

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Pertussis: a reemerging infection.

American family physician, 2013

Research

Pertussis-induced cough.

Pulmonary pharmacology & therapeutics, 2011

Research

Pertussis in a vaccinated 12-year-old girl.

Canadian Medical Association journal, 1984

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.