Tatalaksana Syok Anafilaktik
Epinephrine intramuskular adalah terapi lini pertama yang harus segera diberikan pada semua kasus syok anafilaktik, dengan dosis 0,3-0,5 mg (1:1000) pada dewasa dan 0,01 mg/kg pada anak-anak, disuntikkan pada anterolateral paha. 1
Langkah-langkah Awal Penanganan
- Berikan epinephrine intramuskular 0,3-0,5 mg (1:1000) pada anterolateral paha untuk dewasa atau 0,01 mg/kg untuk anak-anak, yang dapat diulang setiap 5-15 menit sesuai kebutuhan 1, 2
- Posisikan pasien terlentang dengan kaki terangkat (kecuali jika ada kesulitan bernapas) 2
- Berikan oksigen tambahan dan pantau saturasi oksigen 2
- Pasang akses intravena dan berikan bolus cairan kristaloid 500-1000 ml untuk dewasa atau 20 ml/kg untuk anak-anak 1, 2
- Pantau tanda vital secara ketat (tekanan darah, denyut jantung, laju pernapasan, saturasi oksigen) 1, 2
Penanganan Lanjutan
Untuk Hipotensi Berat atau Tidak Responsif
- Jika hipotensi berat atau tidak responsif terhadap epinephrine IM dan resusitasi cairan, pertimbangkan epinephrine IV:
- Untuk hipotensi persisten, pertimbangkan infus epinephrine (5-15 μg/menit) 1, 2
- Jika hipotensi masih berlanjut, pertimbangkan vasopressor lain seperti dopamin (400 mg dalam 500 ml D5W, infus 2-20 μg/kg/menit) 1
Untuk Bronkospasme Persisten
- Jika bronkospasme tidak responsif terhadap epinephrine, berikan beta-agonis inhalasi (albuterol nebulasi 2,5-5 mg dalam 3 ml saline) 1
Terapi Tambahan (Lini Kedua)
- Berikan antihistamin H1: diphenhydramine 25-50 mg IV/IM (1-2 mg/kg) 1, 2
- Pertimbangkan antihistamin H2: ranitidine 50 mg IV untuk dewasa (1 mg/kg untuk anak-anak) 1, 2
- Pertimbangkan kortikosteroid untuk mencegah reaksi bifasik: methylprednisolone IV 1-2 mg/kg/hari atau prednisone oral 0,5 mg/kg 1
Situasi Khusus
Henti Jantung pada Anafilaksis
- Lakukan resusitasi jantung paru dan tindakan bantuan hidup lanjut 1
- Berikan epinephrine IV dosis tinggi: 1-3 mg (1:10.000) secara perlahan selama 3 menit, diikuti 3-5 mg selama 3 menit, kemudian infus 4-10 μg/menit 1
- Lakukan resusitasi cairan agresif 1
- Pertimbangkan atropin dan pacu jantung transkutan jika terjadi asistol atau aktivitas listrik tanpa nadi 1
- Lakukan resusitasi yang lebih lama karena kemungkinan keberhasilan lebih tinggi pada anafilaksis 1
Pasien dengan Terapi Beta-Blocker
- Jika pasien menggunakan beta-blocker dan tidak responsif terhadap epinephrine, berikan glukagon:
Observasi dan Tindak Lanjut
- Observasi pasien minimal 6 jam atau sampai stabil dan gejala berkurang 2
- Periode observasi harus diindividualisasi karena tidak ada prediktor yang andal untuk reaksi bifasik 1
- Berikan resep autoinjector epinephrine dan edukasi penggunaannya untuk pasien dengan riwayat anafilaksis 1, 3
- Rujuk ke ahli alergi untuk evaluasi lebih lanjut 2
Hal Penting dan Pitfall
- Jangan menunda pemberian epinephrine - keterlambatan dapat berakibat fatal 4, 3
- Jangan menggunakan antihistamin atau kortikosteroid sebagai terapi lini pertama pengganti epinephrine 2, 5
- Jangan memberikan epinephrine IV pada situasi non-henti jantung tanpa pemantauan yang memadai 1
- Waspadai kemungkinan reaksi bifasik yang dapat terjadi dalam 72 jam 5
- Ingat bahwa kortikosteroid tidak membantu secara akut tetapi potensial mencegah anafilaksis berulang atau berkepanjangan 1