Pendekatan Awal untuk Penatalaksanaan Pasien dengan Coronary Artery Disease (CAD)
Penatalaksanaan awal pasien dengan CAD harus mengikuti pendekatan bertahap yang dimulai dengan evaluasi klinis umum, dilanjutkan dengan pemeriksaan jantung lebih lanjut, tes diagnostik, dan terapi medis yang komprehensif termasuk modifikasi gaya hidup dan pengobatan yang sesuai. 1
Langkah 1: Evaluasi Klinis Umum
- Lakukan penilaian gejala dan tanda CAD, diferensiasi penyebab nyeri dada non-kardiak dan menyingkirkan Acute Coronary Syndrome (ACS) 1
- Rekam elektrokardiogram (ECG) 12-lead istirahat, tes darah dasar, dan pada pasien tertentu, pencitraan X-ray dada dan tes fungsi paru 1, 2
- Perhatikan bahwa hanya 10-25% pasien dengan CAD yang menunjukkan gejala angina klasik 1, 2
- Evaluasi adanya dispnea (saat istirahat, saat beraktivitas), kelelahan, dan penurunan toleransi latihan 2
Langkah 2: Pemeriksaan Jantung Lanjutan
- Lakukan ekokardiografi untuk menilai fungsi ventrikel kiri, menyingkirkan disfungsi LV dan penyakit katup jantung 1
- Estimasi kemungkinan klinis CAD obstruktif untuk memandu rujukan ke tes non-invasif dan invasif lebih lanjut 1
- Ekokardiografi istirahat direkomendasikan untuk mengukur fungsi LV pada semua pasien dengan dugaan CAD 1
Langkah 3: Tes Diagnostik
- Pencitraan fungsional non-invasif untuk iskemia miokard atau CT angiografi koroner (CTA) direkomendasikan sebagai tes awal untuk mendiagnosis CAD pada pasien simtomatik 1
- Pemilihan tes diagnostik non-invasif awal harus berdasarkan kemungkinan klinis CAD dan karakteristik pasien lainnya 1
- Pencitraan fungsional untuk iskemia miokard direkomendasikan jika CTA koroner menunjukkan CAD dengan signifikansi fungsional yang tidak pasti 1
- Angiografi invasif direkomendasikan sebagai tes alternatif untuk mendiagnosis CAD pada pasien dengan kemungkinan klinis tinggi dan gejala berat yang tidak responsif terhadap terapi medis 1
Langkah 4: Manajemen Terapi
Modifikasi Gaya Hidup
- Perbaikan faktor gaya hidup bersamaan dengan manajemen farmakologis yang tepat sangat direkomendasikan 1, 3
- Intervensi perilaku kognitif direkomendasikan untuk membantu pasien mencapai gaya hidup sehat 1, 3
- Rehabilitasi jantung berbasis latihan direkomendasikan sebagai cara efektif untuk mencapai gaya hidup sehat dan mengelola faktor risiko 1
- Vaksinasi influenza tahunan direkomendasikan, terutama pada pasien lanjut usia 1, 3
Terapi Farmakologis
- Nitrat kerja cepat direkomendasikan untuk meredakan angina segera 4, 3
- Beta-blocker dan/atau calcium channel blocker direkomendasikan sebagai terapi lini pertama untuk kontrol gejala 4, 3, 5
- Statin direkomendasikan untuk semua pasien dengan CAD, dengan tujuan menurunkan LDL-C ≥50% dari baseline dan/atau mencapai LDL-C <1,4 mmol/L (<55 mg/dL) 1, 4, 3
- ACE inhibitor (atau ARB jika ACE inhibitor tidak ditoleransi) direkomendasikan pada pasien dengan gagal jantung dengan LVEF <40%, diabetes, atau penyakit ginjal kronis 1, 4, 3
- Aspirin 75-100 mg sehari direkomendasikan pada pasien dengan riwayat infark miokard atau revaskularisasi 4
Revaskularisasi
- Revaskularisasi miokard direkomendasikan ketika angina menetap meskipun sudah mendapat pengobatan antiangina 4, 3
- Angiografi koroner invasif (ICA) dilengkapi dengan panduan fisiologis invasif (FFR/iwFR) direkomendasikan untuk pasien dengan fitur risiko tinggi atau gejala yang tidak memadai respons terhadap pengobatan 1, 4
- Pasien risiko tinggi dengan disfungsi sistolik ventrikel kiri, diabetes melitus, dan mereka dengan penyakit 3-pembuluh atau left main yang parah harus dipertimbangkan untuk coronary artery bypass grafting (CABG) 4, 3, 6
Pemantauan Jangka Panjang
- Kunjungan berkala ke profesional kesehatan kardiovaskular direkomendasikan untuk menilai kembali potensi perubahan status risiko, modifikasi gaya hidup, kepatuhan terhadap target faktor risiko kardiovaskular, dan perkembangan komorbiditas 1, 4, 3
- Penilaian ulang status CAD direkomendasikan pada pasien dengan memburuknya fungsi sistolik LV atau memburuknya gejala 4
- Keterlibatan profesional kesehatan multidisiplin (kardiolog, dokter umum, perawat, ahli gizi, fisioterapis, psikolog, dan apoteker) direkomendasikan untuk perawatan komprehensif 1, 4, 3
Pertimbangan Khusus
- Pada pasien dengan diabetes, pemantauan kadar glukosa darah dan modifikasi faktor risiko yang agresif sangat penting 4, 3
- Untuk orang lanjut usia dengan CAD, strategi diagnostik dan intervensi yang sama harus diterapkan seperti pada pasien yang lebih muda, dengan dosis obat disesuaikan dengan fungsi ginjal dan kontraindikasi spesifik 4, 3