Mekanisme Gagal Jantung Kanan pada Penyakit Arteri Koroner dengan Lesi LAD
Gagal jantung kanan pada pasien dengan penyakit arteri koroner (CAD), khususnya dengan lesi Left Anterior Descending (LAD), terjadi melalui mekanisme interaksi ventrikel-ventrikel dan iskemia miokard ventrikel kanan yang dapat menyebabkan disfungsi ventrikel kanan.
Mekanisme Utama
Iskemia miokard ventrikel kanan dapat terjadi langsung akibat oklusi arteri koroner kanan (RCA) atau LAD yang menyuplai bagian anterior ventrikel kanan, menyebabkan disfungsi ventrikel kanan 1.
Interaksi ventrikel-ventrikel (ventricular-ventricular dependence) menyebabkan disfungsi ventrikel kiri akibat lesi LAD yang kemudian mempengaruhi ventrikel kanan secara negatif 2.
Oklusi LAD dapat menyebabkan infark miokard ventrikel kiri yang mengakibatkan gagal jantung kiri, hipertensi pulmonal, dan akhirnya gagal jantung kanan (cor pulmonale) 3.
Jalur Patofisiologi
Jalur Langsung: Iskemia Ventrikel Kanan
LAD distal dan cabang diagonal dapat menyuplai darah ke dinding anterior ventrikel kanan, sehingga oklusi LAD dapat langsung menyebabkan iskemia dan disfungsi ventrikel kanan 1.
Studi menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit LAD dapat mengalami disfungsi ventrikel kanan yang signifikan, meskipun tidak seumum pada penyakit RCA 4.
Jalur Tidak Langsung: Gagal Jantung Kiri ke Kanan
Lesi LAD menyebabkan iskemia miokard ventrikel kiri, terutama pada dinding anterior dan septum interventrikular 5.
Disfungsi ventrikel kiri mengakibatkan peningkatan tekanan pengisian ventrikel kiri dan kongesti paru 6.
Hipertensi pulmonal reaktif berkembang akibat kongesti paru kronis, meningkatkan afterload ventrikel kanan 3.
Peningkatan afterload ventrikel kanan secara kronis menyebabkan hipertrofi dan akhirnya disfungsi ventrikel kanan 2.
Mekanisme Interdependensi Ventrikel
Septum interventrikular berperan penting dalam fungsi kedua ventrikel 6.
Disfungsi ventrikel kiri akibat lesi LAD menyebabkan perubahan geometri dan mekanik septum yang mempengaruhi fungsi ventrikel kanan 6.
Dilatasi ventrikel kanan akibat peningkatan afterload menyebabkan pergeseran septum ke arah kiri, mengganggu pengisian ventrikel kiri dan menciptakan lingkaran setan disfungsi biventrikular 2.
Faktor yang Memperburuk
Infark miokard ventrikel kanan sebelumnya yang menyebabkan kerusakan struktural ventrikel kanan 1.
Penyakit arteri koroner multivessel yang melibatkan LAD dan RCA secara bersamaan 5.
Hipertensi sistemik yang meningkatkan afterload ventrikel kiri dan memperburuk gagal jantung kiri 6.
Penyakit paru obstruktif kronik yang dapat memperburuk hipertensi pulmonal 6.
Aritmia yang mengganggu sinkronisasi kontraksi ventrikel dan mengurangi curah jantung 6.
Manifestasi Klinis
Peningkatan tekanan vena jugularis sebagai tanda kardinal gagal jantung kanan 2.
Edema perifer, terutama pada pergelangan kaki dan kaki 2.
Hepatomegali kongestif dengan rasa penuh epigastrik dan nyeri 2.
Asites pada kasus lanjut 2.
Penurunan toleransi latihan akibat penurunan curah jantung 2.
Pendekatan Diagnostik
Ekokardiografi untuk menilai fungsi ventrikel kanan dan kiri, serta tekanan arteri pulmonalis 3.
Angiografi koroner untuk mengidentifikasi lokasi dan tingkat keparahan lesi LAD dan kemungkinan penyakit arteri koroner lainnya 5.
MRI jantung untuk penilaian kuantitatif fungsi ventrikel kanan dan karakterisasi jaringan miokard 6.
Pengukuran BNP (Brain Natriuretic Peptide) untuk menilai keparahan gagal jantung 6.
Tatalaksana
Revaskularisasi koroner untuk mengatasi iskemia miokard yang mendasari, terutama pada lesi LAD yang signifikan 5.
Terapi farmakologis untuk gagal jantung, termasuk diuretik untuk mengatasi retensi cairan 2.
Vasodilator pulmonal pada kasus dengan hipertensi pulmonal signifikan 2.
Dukungan inotropik pada kasus gagal jantung kanan akut 2.
Terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen di atas 90% pada pasien hipoksemik 2.
Kesimpulan
Gagal jantung kanan pada pasien dengan CAD dan lesi LAD terjadi melalui mekanisme kompleks yang melibatkan iskemia langsung ventrikel kanan, gagal jantung kiri yang menyebabkan hipertensi pulmonal, dan interdependensi ventrikel. Pemahaman mekanisme ini penting untuk diagnosis dini dan tatalaksana yang tepat untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.