Penatalaksanaan Hipertensi pada Laki-laki Usia 50 Tahun dengan Tekanan Darah 165/80 mmHg
Pasien dengan tekanan darah 165/80 mmHg harus segera memulai terapi farmakologis bersamaan dengan modifikasi gaya hidup karena termasuk dalam kategori hipertensi derajat 2 (≥160/100 mmHg). 1
Klasifikasi Hipertensi
- Tekanan darah 165/80 mmHg termasuk dalam hipertensi derajat 2 (≥160/100 mmHg) yang memerlukan intervensi segera 1
- Pada hipertensi derajat 2, terapi obat harus dimulai segera bersamaan dengan modifikasi gaya hidup 1
Terapi Non-Farmakologis (Modifikasi Gaya Hidup)
- Menurunkan berat badan hingga mencapai BMI 20-25 kg/m² dan lingkar pinggang <94 cm 1
- Menerapkan pola makan sehat seperti diet DASH atau Mediterania dengan rendah natrium dan tinggi kalium 1, 2
- Aktivitas fisik teratur: latihan aerobik 30 menit per hari, 5-7 hari per minggu 1, 3
- Membatasi konsumsi alkohol (<100 g/minggu) atau hindari sepenuhnya 1
- Berhenti merokok 1
- Membatasi konsumsi gula bebas maksimal 10% dari total asupan energi 1
Terapi Farmakologis
- Untuk hipertensi derajat 2 (≥160/100 mmHg), mulai dengan terapi kombinasi 2 obat 1
- Kombinasi yang direkomendasikan:
Pilihan Obat Spesifik:
- Lini pertama: Kombinasi ARB (seperti losartan) atau ACE inhibitor (seperti lisinopril) dengan CCB dihydropyridine (seperti amlodipine) 1, 4, 5
- Alternatif: Kombinasi ARB/ACE inhibitor dengan diuretik tiazid (seperti hydrochlorothiazide) 1, 6
Algoritma Terapi Bertahap:
- Mulai dengan kombinasi dosis rendah ARB/ACE inhibitor + CCB dihydropyridine 1, 6
- Jika target tidak tercapai dalam 2-4 minggu, tingkatkan dosis ke dosis penuh 1, 6
- Jika masih belum terkontrol, tambahkan diuretik tiazid sebagai obat ketiga 1, 6
- Jika tekanan darah tetap tidak terkontrol dengan 3 obat, pertimbangkan penambahan spironolakton 1, 6
Target Tekanan Darah
- Target tekanan darah <130/80 mmHg 1
- Minimal harus mencapai <140/90 mmHg 1
- Penurunan tekanan darah minimal 20/10 mmHg dari nilai awal 1
- Target harus dicapai dalam waktu 3 bulan 1, 6
Pemantauan
- Evaluasi respons pengobatan dalam 2-4 minggu setelah perubahan obat 6
- Pantau elektrolit, terutama kalium dan natrium, setelah penambahan diuretik 6
- Lakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah untuk memastikan kontrol tekanan darah yang konsisten 1
- Kunjungan tindak lanjut setiap 3-6 bulan setelah tekanan darah terkontrol 1
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
- Hindari kombinasi dua penghambat sistem renin-angiotensin (seperti ACE inhibitor dan ARB) 1
- Pertimbangkan penggunaan kombinasi pil tunggal (fixed-dose combination) untuk meningkatkan kepatuhan 1, 6
- Jika tekanan darah tetap tidak terkontrol dengan 4 obat, rujuk ke spesialis hipertensi 6
- Evaluasi kemungkinan hipertensi sekunder atau resistensi jika tekanan darah sulit dikontrol 7
Dengan pendekatan komprehensif ini, mayoritas pasien dengan hipertensi derajat 2 dapat mencapai target tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular 8.