How should hypertension (165/80 mmHg) be managed in a 50-year-old male?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 30, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penatalaksanaan Hipertensi pada Laki-laki Usia 50 Tahun dengan Tekanan Darah 165/80 mmHg

Pasien dengan tekanan darah 165/80 mmHg harus segera memulai terapi farmakologis bersamaan dengan modifikasi gaya hidup karena termasuk dalam kategori hipertensi derajat 2 (≥160/100 mmHg). 1

Klasifikasi Hipertensi

  • Tekanan darah 165/80 mmHg termasuk dalam hipertensi derajat 2 (≥160/100 mmHg) yang memerlukan intervensi segera 1
  • Pada hipertensi derajat 2, terapi obat harus dimulai segera bersamaan dengan modifikasi gaya hidup 1

Terapi Non-Farmakologis (Modifikasi Gaya Hidup)

  • Menurunkan berat badan hingga mencapai BMI 20-25 kg/m² dan lingkar pinggang <94 cm 1
  • Menerapkan pola makan sehat seperti diet DASH atau Mediterania dengan rendah natrium dan tinggi kalium 1, 2
  • Aktivitas fisik teratur: latihan aerobik 30 menit per hari, 5-7 hari per minggu 1, 3
  • Membatasi konsumsi alkohol (<100 g/minggu) atau hindari sepenuhnya 1
  • Berhenti merokok 1
  • Membatasi konsumsi gula bebas maksimal 10% dari total asupan energi 1

Terapi Farmakologis

  • Untuk hipertensi derajat 2 (≥160/100 mmHg), mulai dengan terapi kombinasi 2 obat 1
  • Kombinasi yang direkomendasikan:
    • Penghambat ACE atau ARB + diuretik tiazid atau CCB dihydropyridine 1
    • Untuk pasien non-kulit hitam, mulai dengan kombinasi ARB/ACE inhibitor + CCB dihydropyridine 1

Pilihan Obat Spesifik:

  1. Lini pertama: Kombinasi ARB (seperti losartan) atau ACE inhibitor (seperti lisinopril) dengan CCB dihydropyridine (seperti amlodipine) 1, 4, 5
  2. Alternatif: Kombinasi ARB/ACE inhibitor dengan diuretik tiazid (seperti hydrochlorothiazide) 1, 6

Algoritma Terapi Bertahap:

  1. Mulai dengan kombinasi dosis rendah ARB/ACE inhibitor + CCB dihydropyridine 1, 6
  2. Jika target tidak tercapai dalam 2-4 minggu, tingkatkan dosis ke dosis penuh 1, 6
  3. Jika masih belum terkontrol, tambahkan diuretik tiazid sebagai obat ketiga 1, 6
  4. Jika tekanan darah tetap tidak terkontrol dengan 3 obat, pertimbangkan penambahan spironolakton 1, 6

Target Tekanan Darah

  • Target tekanan darah <130/80 mmHg 1
  • Minimal harus mencapai <140/90 mmHg 1
  • Penurunan tekanan darah minimal 20/10 mmHg dari nilai awal 1
  • Target harus dicapai dalam waktu 3 bulan 1, 6

Pemantauan

  • Evaluasi respons pengobatan dalam 2-4 minggu setelah perubahan obat 6
  • Pantau elektrolit, terutama kalium dan natrium, setelah penambahan diuretik 6
  • Lakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah untuk memastikan kontrol tekanan darah yang konsisten 1
  • Kunjungan tindak lanjut setiap 3-6 bulan setelah tekanan darah terkontrol 1

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

  • Hindari kombinasi dua penghambat sistem renin-angiotensin (seperti ACE inhibitor dan ARB) 1
  • Pertimbangkan penggunaan kombinasi pil tunggal (fixed-dose combination) untuk meningkatkan kepatuhan 1, 6
  • Jika tekanan darah tetap tidak terkontrol dengan 4 obat, rujuk ke spesialis hipertensi 6
  • Evaluasi kemungkinan hipertensi sekunder atau resistensi jika tekanan darah sulit dikontrol 7

Dengan pendekatan komprehensif ini, mayoritas pasien dengan hipertensi derajat 2 dapat mencapai target tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular 8.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.