Ya, Demam Reumatik Dapat Rekuren
Demam reumatik sangat rentan untuk rekuren setelah episode awal, dan rekurensi ini dapat menyebabkan perburukan penyakit jantung reumatik yang progresif. 1
Risiko dan Mekanisme Rekurensi
- Pasien yang pernah mengalami episode demam reumatik memiliki risiko sangat tinggi untuk mengalami rekurensi setelah infeksi streptokokus grup A berikutnya 1
- Infeksi streptokokus grup A tidak harus bergejala untuk memicu rekurensi - setidaknya sepertiga kasus demam reumatik berasal dari infeksi GAS asimtomatik 2, 3
- Demam reumatik dapat rekuren bahkan ketika infeksi simtomatik diobati dengan tepat, yang menekankan pentingnya profilaksis berkelanjutan 1, 3
- Studi Cochrane 2024 menunjukkan bahwa tanpa profilaksis antibiotik, risiko rekurensi adalah 1.7% dibandingkan 0.7% dengan profilaksis 4
Dampak Rekurensi pada Jantung
- Jika karditis terjadi pada serangan awal, semua rekurensi berikutnya akan melibatkan jantung dengan kerusakan kardiak tambahan yang progresif 1, 5
- Pasien dengan karditis pada episode awal akan terus mengalami keterlibatan kardiak persisten selama rekurensi berikutnya, dengan kemungkinan kerusakan tambahan 5
- Sebaliknya, jika pasien terhindar dari karditis pada serangan awal, mereka cenderung akan terus terhindar pada rekurensi berikutnya (dengan pengecualian langka pada kasus korea murni) 5
- Rekurensi demam reumatik dikaitkan dengan mortalitas yang lebih tinggi - dalam satu studi, semua kematian terjadi pada kelompok rekuren (P = 0.02) 6
Manifestasi Klinis yang Berbeda
Rekurensi demam reumatik menunjukkan pola klinis yang berbeda dari episode pertama:
- Artritis terjadi secara signifikan lebih tinggi pada episode pertama (P = 0.047) 6
- Sesak napas (P = 0.003), palpitasi (P = 0.034), dan regurgitasi aorta (P = 0.001) terjadi secara signifikan lebih tinggi pada rekurensi 6
- Murmur yang terdengar sesuai dengan regurgitasi ekhokardiografi hadir pada 100% pasien rekuren versus hanya 61.5% pada episode pertama (P = 0.007) 6
- Karditis subklinis hanya terjadi pada pasien episode pertama 6
Profilaksis Sekunder - Kunci Pencegahan
Profilaksis antimikroba berkelanjutan (bukan episodik) adalah esensial untuk mencegah rekurensi dan harus dimulai segera setelah diagnosis demam reumatik ditegakkan 1, 2:
Regimen Pilihan:
- Benzatin penisilin G 1.2 juta unit IM setiap 4 minggu (regimen pilihan) 1, 2
- Pada populasi risiko tinggi atau yang mengalami rekurensi meskipun patuh pada regimen 4 minggu, pemberian setiap 3 minggu dapat dipertimbangkan 1, 2, 7
- Studi menunjukkan regimen 3 minggu superior: 1 rekurensi dari 90 pasien versus 6 rekurensi dari 63 pasien pada regimen 4 minggu (P = 0.01) 7
Alternatif untuk Alergi Penisilin:
- Penisilin V oral: 250 mg dua kali sehari 1
- Sulfadiazin: 1 g oral sekali sehari 1
- Antibiotik makrolida atau azalida (untuk pasien alergi penisilin dan sulfadiazin) 1
Durasi Profilaksis
Durasi profilaksis tergantung pada keterlibatan kardiak 1, 2:
- Demam reumatik dengan karditis dan penyakit jantung residual: 10 tahun atau sampai usia 40 tahun (mana yang lebih lama), kadang seumur hidup 1, 2
- Demam reumatik dengan karditis tanpa penyakit jantung residual: 10 tahun atau sampai usia 21 tahun (mana yang lebih lama) 1, 2
- Demam reumatik tanpa karditis: 5 tahun atau sampai usia 21 tahun (mana yang lebih lama) 1, 2
Pertimbangan Penting
- Profilaksis seumur hidup direkomendasikan untuk pasien dengan risiko tinggi paparan streptokokus grup A (misalnya guru, pekerja penitipan anak) 1
- Profilaksis harus dilanjutkan bahkan setelah operasi katup, termasuk penggantian katup prostetik 1, 2
- Anggota keluarga pasien dengan demam reumatik saat ini atau sebelumnya harus mendapat pengobatan segera untuk infeksi streptokokus 2
- Bukti berkualitas sedang menunjukkan benzatin penisilin IM sekitar 10 kali lebih efektif daripada antibiotik oral dalam mencegah rekurensi (RR 0.07,95% CI 0.02-0.26) 4