Pilihan Antibiotik: Sefiksim vs Azitromisin
Untuk infeksi saluran pernapasan atas bakterial akut (sinusitis, faringitis), sefiksim TIDAK direkomendasikan sebagai pilihan utama karena aktivitasnya yang buruk terhadap Streptococcus pneumoniae resisten penisilin, sedangkan azitromisin dapat digunakan HANYA pada pasien dengan alergi beta-laktam, bukan sebagai terapi lini pertama. 1
Keterbatasan Sefiksim untuk Infeksi Respiratori
Sefiksim dan seftibuten memiliki aktivitas yang sangat buruk terhadap S. pneumoniae, terutama strain yang resisten penisilin, sehingga tidak boleh digunakan untuk sinusitis bakterial akut. 1
Pedoman American Academy of Otolaryngology menegaskan bahwa sefalosporin generasi ketiga seperti sefiksim tidak efektif melawan patogen respiratori utama dibandingkan dengan sefalosporin generasi kedua seperti sefuroksim atau sefprozil. 1
Untuk pasien dengan intoleransi penisilin (reaksi hipersensitivitas non-Tipe I seperti ruam), sefalosporin dapat dipertimbangkan, tetapi sefdinir adalah pilihan yang lebih disukai daripada sefiksim karena penerimaan pasien yang lebih baik dan spektrum yang lebih tepat. 1
Keterbatasan Azitromisin untuk Infeksi Respiratori
Azitromisin dan klaritromisin memiliki aktivitas yang relatif lemah terhadap H. influenzae dan S. pneumoniae yang resisten penisilin, yang dapat menyebabkan peningkatan resistensi terhadap makrolida. 1
Makrolida dan azalida (termasuk azitromisin) tidak direkomendasikan kecuali pasien memiliki alergi beta-laktam karena efektivitasnya yang terbatas terhadap patogen utama sinusitis bakterial akut, dengan tingkat kegagalan bakterial 20-25%. 1
Untuk faringitis streptokokus grup A, eritromisin (kategori makrolida yang sama dengan azitromisin) adalah alternatif yang sesuai hanya untuk pasien yang alergi penisilin, bukan pilihan lini pertama. 1
Rekomendasi Berdasarkan Kondisi Klinis
Untuk Sinusitis Bakterial Akut:
Pilihan terbaik: Amoxicillin dosis tinggi (90 mg/kg/hari) atau amoxicillin-clavulanate untuk pasien dengan faktor risiko resistensi. 1
Alternatif untuk alergi penisilin non-Tipe I: Sefdinir, sefpodoxime, atau sefuroksim axetil (BUKAN sefiksim). 1
Untuk alergi beta-laktam Tipe I: Azitromisin, klaritromisin, atau TMP/SMX dapat digunakan meskipun kurang optimal. 1
Untuk Gonore (Konteks Berbeda):
Sefiksim tidak lagi direkomendasikan sebagai terapi lini pertama untuk gonore karena penurunan kerentanan dan laporan kegagalan pengobatan di Eropa. 1
CDC merekomendasikan ceftriaxone 250 mg IM plus azithromycin 1 g oral sebagai terapi kombinasi yang paling efektif untuk gonore tanpa komplikasi. 1
Peringatan Penting
Jangan pernah menggunakan sefiksim untuk sinusitis bakterial akut - ini adalah kesalahan umum yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatan karena cakupan pneumokokus yang tidak memadai. 1
Resistensi antibiotik adalah pertimbangan utama: kurang dari 5% S. pneumoniae di Amerika Serikat resisten terhadap eritromisin, tetapi penggunaan makrolida yang tidak tepat dapat meningkatkan resistensi. 1
Azitromisin memiliki cakupan yang sangat baik untuk patogen atipikal (Mycoplasma pneumoniae, Chlamydophila pneumoniae) tetapi bukan untuk patogen bakterial tipikal pada sinusitis. 2
Untuk infeksi saluran kemih atau infeksi jaringan lunak yang disebabkan oleh Enterobacteriaceae yang resisten, sefiksim dapat menjadi pilihan yang sesuai karena aktivitasnya yang sangat baik terhadap bakteri gram-negatif (>99% E. coli termasuk strain resisten ampisilin). 3, 4