Mekanisme Kerja Captopril dan Pemilihan Obat Hipertensi
Mekanisme Kerja Captopril
Captopril bekerja dengan menghambat enzim angiotensin-converting enzyme (ACE), yang mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II, sehingga menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi dan pengurangan sekresi aldosteron. 1
Secara spesifik, captopril:
- Menghambat ACE (peptidyldipeptide carboxy hydrolase) yang bertanggung jawab mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor endogen yang poten 1
- Menurunkan sekresi aldosteron dari korteks adrenal, yang berkontribusi pada pengurangan retensi natrium dan cairan 1
- Meningkatkan aktivitas renin plasma (PRA) akibat hilangnya umpan balik negatif dari penurunan angiotensin II 1
- Menghambat degradasi bradikinin (karena ACE identik dengan "bradykininase"), yang dapat meningkatkan konsentrasi bradikinin dan prostaglandin E2, berkontribusi pada efek terapeutik 1
- Menurunkan resistensi arteri perifer pada pasien hipertensi tanpa mengubah atau bahkan meningkatkan cardiac output 1
Efek maksimal terjadi 60-90 menit setelah pemberian oral, dengan absorpsi sekitar 75% yang berkurang 30-40% bila diminum bersama makanan 1. Waktu paruh eliminasi kurang dari 2 jam pada fungsi ginjal normal 1.
Pemilihan Obat Hipertensi yang Sesuai
Ambang Batas Memulai Terapi Farmakologis
Mulai terapi antihipertensi farmakologis pada:
- Semua pasien dengan TD ≥140/90 mmHg (rekomendasi kuat) 2
- Pasien dengan penyakit kardiovaskular (CVD) dan TD sistolik 130-139 mmHg (rekomendasi kuat) 2
- Pasien tanpa CVD tetapi dengan risiko kardiovaskular tinggi, diabetes mellitus, atau penyakit ginjal kronik dan TD sistolik 130-139 mmHg (rekomendasi kondisional) 2
Pilihan Obat Lini Pertama
WHO merekomendasikan salah satu dari empat kelas obat berikut sebagai terapi awal: 2
- Diuretik thiazide atau thiazide-like
- ACE inhibitor (seperti captopril)
- Angiotensin receptor blocker (ARB)
- Calcium channel blocker (CCB) dihydropyridine long-acting
Keempat kelas ini memiliki bukti kualitas tinggi dalam menurunkan kejadian kardiovaskular 2.
Strategi Monoterapi vs Terapi Kombinasi
Terapi kombinasi (preferensi single-pill combination) direkomendasikan sebagai terapi awal untuk:
- Hipertensi grade 2 atau 3 (TD ≥160/100 mmHg atau TD ≥20/10 mmHg di atas target) 2
- Risiko kardiovaskular total tinggi atau sangat tinggi 2
- Pasien yang memerlukan penurunan TD cepat 2
Monoterapi dapat dipertimbangkan untuk:
- Peningkatan TD ringan dengan risiko kardiovaskular rendah atau sedang 2
- Pasien hipertensi tanpa komplikasi dan lansia (inisiasi bertahap) 2
Kombinasi yang Efektif dan Ditoleransi Baik
Kombinasi dua obat yang direkomendasikan: 2
- Diuretik thiazide + ACE inhibitor
- Diuretik thiazide + ARB
- CCB + ACE inhibitor
- CCB + ARB
- CCB + diuretik thiazide
- β-blocker + CCB (dihydropyridine)
Peringatan penting: Kombinasi dua penghambat sistem renin-angiotensin (ACE inhibitor + ARB, atau dengan renin inhibitor) berpotensi berbahaya dan tidak direkomendasikan karena meningkatkan risiko kardiovaskular dan ginjal 2.
Target Tekanan Darah
Target TD yang direkomendasikan: 2
- <140/90 mmHg untuk semua pasien hipertensi tanpa komorbiditas (rekomendasi kuat)
- <130/80 mmHg untuk pasien dengan CVD yang diketahui (rekomendasi kuat) 2
- <130/80 mmHg untuk pasien risiko tinggi (dengan risiko CVD tinggi, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronik) (rekomendasi kondisional) 2
Pertimbangan Khusus untuk Captopril
Dosis captopril yang tepat:
- Dosis harian tidak melebihi 150 mg (biasanya 25-50 mg dua atau tiga kali sehari) 3, 4
- Diminum 1 jam sebelum makan karena makanan mengurangi absorpsi 30-40% 1
- Efektif sebagai monoterapi pada hipertensi ringan-sedang 5, 6, 3
- Lebih efektif bila dikombinasi dengan diuretik pada hipertensi yang lebih berat 5, 3
Keuntungan captopril:
- Efektivitas serupa dengan diuretik thiazide dan beta-blocker 5, 4
- Meningkatkan kualitas hidup lebih baik dibanding methyldopa atau propranolol 5
- Efek samping lebih rendah pada dosis yang tepat (≤150 mg/hari): ruam kulit 0,5-4%, gangguan pengecapan 0,1-3%, proteinuria 0,5%, neutropenia 0,3% 5
Peringatan Klinis Penting
Hindari atau gunakan dengan hati-hati pada:
- Kehamilan (kontraindikasi absolut) 2, 4
- Stenosis arteri renalis bilateral berat 2, 4
- Deplesi natrium berat (risiko hipotensi simptomatik) 1, 4
- Penyakit kolagen dengan gagal ginjal 4
- Sindrom hiperkalemia 4
Penyesuaian dosis diperlukan pada gangguan fungsi ginjal karena terjadi retensi captopril 1.
Algoritma Pemilihan Obat
- Evaluasi TD dan risiko kardiovaskular (gunakan kalkulator risiko 10 tahun bila tersedia) 2
- Tentukan target TD berdasarkan komorbiditas 2
- Pilih strategi awal:
- Pilih kelas obat dari empat pilihan lini pertama, pertimbangkan komorbiditas spesifik 2
- Evaluasi ulang setiap bulan hingga mencapai target, kemudian setiap 3-5 bulan 2
- Titrasi atau tambahkan obat kedua/ketiga bila target tidak tercapai dalam beberapa minggu 2