What is the mechanism of action of captopril and how do I choose the right medication for hypertension?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Mekanisme Kerja Captopril dan Pemilihan Obat Hipertensi

Mekanisme Kerja Captopril

Captopril bekerja dengan menghambat enzim angiotensin-converting enzyme (ACE), yang mencegah konversi angiotensin I menjadi angiotensin II, sehingga menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi dan pengurangan sekresi aldosteron. 1

Secara spesifik, captopril:

  • Menghambat ACE (peptidyldipeptide carboxy hydrolase) yang bertanggung jawab mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor endogen yang poten 1
  • Menurunkan sekresi aldosteron dari korteks adrenal, yang berkontribusi pada pengurangan retensi natrium dan cairan 1
  • Meningkatkan aktivitas renin plasma (PRA) akibat hilangnya umpan balik negatif dari penurunan angiotensin II 1
  • Menghambat degradasi bradikinin (karena ACE identik dengan "bradykininase"), yang dapat meningkatkan konsentrasi bradikinin dan prostaglandin E2, berkontribusi pada efek terapeutik 1
  • Menurunkan resistensi arteri perifer pada pasien hipertensi tanpa mengubah atau bahkan meningkatkan cardiac output 1

Efek maksimal terjadi 60-90 menit setelah pemberian oral, dengan absorpsi sekitar 75% yang berkurang 30-40% bila diminum bersama makanan 1. Waktu paruh eliminasi kurang dari 2 jam pada fungsi ginjal normal 1.

Pemilihan Obat Hipertensi yang Sesuai

Ambang Batas Memulai Terapi Farmakologis

Mulai terapi antihipertensi farmakologis pada:

  • Semua pasien dengan TD ≥140/90 mmHg (rekomendasi kuat) 2
  • Pasien dengan penyakit kardiovaskular (CVD) dan TD sistolik 130-139 mmHg (rekomendasi kuat) 2
  • Pasien tanpa CVD tetapi dengan risiko kardiovaskular tinggi, diabetes mellitus, atau penyakit ginjal kronik dan TD sistolik 130-139 mmHg (rekomendasi kondisional) 2

Pilihan Obat Lini Pertama

WHO merekomendasikan salah satu dari empat kelas obat berikut sebagai terapi awal: 2

  1. Diuretik thiazide atau thiazide-like
  2. ACE inhibitor (seperti captopril)
  3. Angiotensin receptor blocker (ARB)
  4. Calcium channel blocker (CCB) dihydropyridine long-acting

Keempat kelas ini memiliki bukti kualitas tinggi dalam menurunkan kejadian kardiovaskular 2.

Strategi Monoterapi vs Terapi Kombinasi

Terapi kombinasi (preferensi single-pill combination) direkomendasikan sebagai terapi awal untuk:

  • Hipertensi grade 2 atau 3 (TD ≥160/100 mmHg atau TD ≥20/10 mmHg di atas target) 2
  • Risiko kardiovaskular total tinggi atau sangat tinggi 2
  • Pasien yang memerlukan penurunan TD cepat 2

Monoterapi dapat dipertimbangkan untuk:

  • Peningkatan TD ringan dengan risiko kardiovaskular rendah atau sedang 2
  • Pasien hipertensi tanpa komplikasi dan lansia (inisiasi bertahap) 2

Kombinasi yang Efektif dan Ditoleransi Baik

Kombinasi dua obat yang direkomendasikan: 2

  • Diuretik thiazide + ACE inhibitor
  • Diuretik thiazide + ARB
  • CCB + ACE inhibitor
  • CCB + ARB
  • CCB + diuretik thiazide
  • β-blocker + CCB (dihydropyridine)

Peringatan penting: Kombinasi dua penghambat sistem renin-angiotensin (ACE inhibitor + ARB, atau dengan renin inhibitor) berpotensi berbahaya dan tidak direkomendasikan karena meningkatkan risiko kardiovaskular dan ginjal 2.

Target Tekanan Darah

Target TD yang direkomendasikan: 2

  • <140/90 mmHg untuk semua pasien hipertensi tanpa komorbiditas (rekomendasi kuat)
  • <130/80 mmHg untuk pasien dengan CVD yang diketahui (rekomendasi kuat) 2
  • <130/80 mmHg untuk pasien risiko tinggi (dengan risiko CVD tinggi, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronik) (rekomendasi kondisional) 2

Pertimbangan Khusus untuk Captopril

Dosis captopril yang tepat:

  • Dosis harian tidak melebihi 150 mg (biasanya 25-50 mg dua atau tiga kali sehari) 3, 4
  • Diminum 1 jam sebelum makan karena makanan mengurangi absorpsi 30-40% 1
  • Efektif sebagai monoterapi pada hipertensi ringan-sedang 5, 6, 3
  • Lebih efektif bila dikombinasi dengan diuretik pada hipertensi yang lebih berat 5, 3

Keuntungan captopril:

  • Efektivitas serupa dengan diuretik thiazide dan beta-blocker 5, 4
  • Meningkatkan kualitas hidup lebih baik dibanding methyldopa atau propranolol 5
  • Efek samping lebih rendah pada dosis yang tepat (≤150 mg/hari): ruam kulit 0,5-4%, gangguan pengecapan 0,1-3%, proteinuria 0,5%, neutropenia 0,3% 5

Peringatan Klinis Penting

Hindari atau gunakan dengan hati-hati pada:

  • Kehamilan (kontraindikasi absolut) 2, 4
  • Stenosis arteri renalis bilateral berat 2, 4
  • Deplesi natrium berat (risiko hipotensi simptomatik) 1, 4
  • Penyakit kolagen dengan gagal ginjal 4
  • Sindrom hiperkalemia 4

Penyesuaian dosis diperlukan pada gangguan fungsi ginjal karena terjadi retensi captopril 1.

Algoritma Pemilihan Obat

  1. Evaluasi TD dan risiko kardiovaskular (gunakan kalkulator risiko 10 tahun bila tersedia) 2
  2. Tentukan target TD berdasarkan komorbiditas 2
  3. Pilih strategi awal:
    • TD 140-159/90-99 mmHg + risiko rendah-sedang → monoterapi 2
    • TD ≥160/100 mmHg atau risiko tinggi → terapi kombinasi 2
  4. Pilih kelas obat dari empat pilihan lini pertama, pertimbangkan komorbiditas spesifik 2
  5. Evaluasi ulang setiap bulan hingga mencapai target, kemudian setiap 3-5 bulan 2
  6. Titrasi atau tambahkan obat kedua/ketiga bila target tidak tercapai dalam beberapa minggu 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.