What are anticholinergic substances?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apa Maksud Antikolinergik

Antikolinergik adalah kelas obat yang memblokir neurotransmitter asetilkolin pada reseptor muskarinik di otak dan jaringan perifer, sehingga menghambat aktivitas sistem saraf parasimpatis. 1

Mekanisme Kerja Dasar

  • Obat antikolinergik mencegah akumulasi asetilkolin pada reseptor muskarinik, yang menghambat stimulasi sistem saraf parasimpatis 1
  • Blokade reseptor muskarinik ini menghasilkan efek yang dapat diprediksi di berbagai sistem organ 1
  • Antikolinergik generasi pertama dapat menembus sawar darah-otak dan memblokir reseptor muskarinik sentral, yang menyebabkan efek kognitif 1
  • Antikolinergik yang lebih baru seperti tiotropium memiliki absorpsi sistemik yang terbatas dan penetrasi minimal ke sistem saraf pusat 1

Efek pada Sistem Tubuh

Sistem Pernapasan:

  • Bronkodilatasi terjadi melalui blokade tonus otot polos bronkial yang dimediasi vagal 1
  • Antikolinergik lebih efektif pada COPD dibandingkan asma 2
  • Onset kerja lebih lambat dibanding beta-2 agonis, mencapai maksimum dalam 30-90 menit dan berlangsung 4-6 jam untuk ipratropium 2

Sistem Urinaria:

  • Blokade reseptor muskarinik mengurangi kontraksi kandung kemih, membantu mengatasi inkontinensia urin 1
  • Dapat menyebabkan retensi urin dan memperburuk gejala hiperplasia prostat pada pria 3

Sistem Sekresi:

  • Mengurangi lakrimasi, salivasi, dan perspirasi berlebihan dengan memblokir stimulasi muskarinik 1
  • Mengurangi produksi sekret di saluran saliva, bronkial, dan gastrointestinal 4

Sistem Kardiovaskular:

  • Takikardia terjadi akibat blokade tonus vagal pada nodus sinoatrial 1

Sistem Mata:

  • Menyebabkan midriasis dan sikloplegia dari blokade otot konstriktor pupil dan otot siliaris 1
  • Dapat memperburuk glaukoma sudut sempit 3

Penggunaan Klinis

Kondisi Respiratori:

  • Digunakan sebagai bronkodilator pada COPD 2
  • Kombinasi dengan beta-2 agonis pada dosis submaksimal menghasilkan efek aditif 2

Enuresis pada Anak:

  • Oxybutynin, tolterodine, dan propiverine memiliki dokumentasi efikasi dan keamanan yang wajar pada anak 2
  • Hanya diindikasikan pada anak dengan enuresis yang gagal dengan terapi standar 2
  • Efektif pada sekitar 40% anak dan sering memerlukan kombinasi dengan desmopressin 2

Keracunan Agen Saraf:

  • Atropin adalah "standar emas" untuk keracunan agen saraf karena memblokir overstimulasi reseptor muskarinik 1

Efek Samping dan Risiko

Efek Samping Akut (Sindrom Antikolinergik):

  • Mulut kering, penglihatan kabur, takikardia, konfusi, dan hipertermia 1
  • Retensi urin dan disfungsi kandung kemih 3
  • Konstipasi dan gangguan gastrointestinal 3
  • Hipoaktif atau tidak ada bising usus 2
  • Kulit kering, kemerahan, dan midriasis 2

Risiko Jangka Panjang (Terutama pada Lansia):

  • Gangguan kognitif signifikan termasuk masalah memori, konfusi, dan delirium 3, 5
  • Efek kognitif lebih menonjol pada pasien di atas 75 tahun 3
  • Peningkatan risiko jatuh yang dapat menyebabkan fraktur dan hematoma subdural 3
  • Penurunan fungsional dengan skor aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL) yang menurun 3
  • Peningkatan kunjungan unit gawat darurat dan tingkat rawat inap 3

Beban Antikolinergik Kumulatif

  • Sekitar sepertiga hingga setengah dari obat yang umum diresepkan untuk lansia memiliki aktivitas antikolinergik 5
  • Efek kumulatif dari beberapa obat antikolinergik secara signifikan meningkatkan risiko hasil yang merugikan 3
  • Banyak obat yang bukan termasuk kelas antikolinergik juga memiliki efek antikolinergik, termasuk antidepresan, antipsikotik, dan antihistamin 6

Peringatan Khusus untuk Lansia

  • American Geriatrics Society merekomendasikan menghindari oxybutynin pada dewasa berusia 65 tahun ke atas karena risiko signifikan gangguan kognitif, delirium, dan demensia 3
  • Lansia lebih sensitif terhadap efek antikolinergik karena perubahan fisiologis penuaan 3
  • Kriteria Beers dan kriteria STOPP/START mengidentifikasi banyak obat antikolinergik sebagai berpotensi tidak tepat untuk lansia 3

Rekomendasi Praktis

  • Hindari obat antikolinergik pada lansia bila memungkinkan, terutama mereka yang memiliki gangguan kognitif, faktor risiko demensia, atau glaukoma sudut sempit 3
  • Untuk kondisi alergi, antihistamin generasi kedua lebih disukai daripada generasi pertama karena efek antikolinergik yang berkurang 3
  • Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin 3
  • Tinjau regimen obat secara teratur untuk mengidentifikasi dan mengurangi beban antikolinergik 3
  • Untuk pasien dengan kandung kemih overaktif, pertimbangkan agen antikolinergik topikal daripada sistemik untuk meminimalkan efek samping kognitif 3

References

Guideline

Mechanism of Action and Clinical Applications of Anticholinergics

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Risks Associated with Long-Term Anticholinergic Medication Use

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Anticholinergics in palliative medicine: an update.

The American journal of hospice & palliative care, 2013

Research

Anticholinergics: theoretical and clinical overview.

Expert opinion on drug safety, 2016

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.