Penatalaksanaan Penyakit Alzheimer
Mulai dengan donepezil 5 mg sekali sehari sebagai terapi farmakologis lini pertama, ditingkatkan menjadi 10 mg setelah 4-6 minggu jika ditoleransi dengan baik, dikombinasikan dengan intervensi nonfarmakologis sejak diagnosis ditegakkan. 1
Terapi Farmakologis Lini Pertama
Inhibitor Kolinesterase
- Donepezil adalah pilihan utama karena dosis sekali sehari, profil efek samping yang menguntungkan, tidak ada hepatotoksisitas, dan efikasi yang terbukti di semua stadium penyakit 1
- Mulai donepezil 5 mg sekali sehari selama minimal 4-6 minggu, kemudian tingkatkan menjadi 10 mg sekali sehari setelah periode awal jika ditoleransi dengan baik 1
- Konsumsi donepezil bersama makanan untuk meminimalkan efek samping gastrointestinal 1
Alternatif Inhibitor Kolinesterase
- Rivastigmine dapat dipertimbangkan sebagai alternatif, dimulai dengan 1,5 mg dua kali sehari bersama makanan, ditingkatkan 1,5 mg dua kali sehari setiap 4 minggu sesuai toleransi, dengan dosis maksimum 6 mg dua kali sehari (12 mg per hari) 1
- Galantamine juga dapat dipertimbangkan, dimulai dengan 4 mg dua kali sehari bersama makanan pagi dan malam, ditingkatkan menjadi 8 mg dua kali sehari setelah 4 minggu, dan dapat ditingkatkan menjadi 12 mg dua kali sehari berdasarkan toleransi individual 1
Terapi untuk Penyakit Sedang hingga Berat
- Tambahkan memantine 20 mg/hari ketika pasien berkembang ke Alzheimer sedang atau berat, karena menunjukkan perbaikan signifikan secara statistik pada kognisi dan dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan inhibitor kolinesterase 1, 2
- Memantine dapat dikombinasikan dengan donepezil untuk manfaat tambahan pada stadium sedang hingga berat 2
Pemantauan Respons Terapi
- Berikan waktu 6-12 bulan untuk menilai manfaat terapi dengan benar sebelum mempertimbangkan penghentian, menggunakan penilaian global dokter, laporan pengasuh utama, tes neuropsikologis, dan bukti perubahan perilaku atau fungsional 1
- Efek samping inhibitor kolinesterase bersifat kolinergik, terjadi pada 7-30% pasien, umumnya ringan dan sementara, termasuk mual, muntah, diare, pusing, nyeri perut, sakit kepala, dan kelelahan 1
Intervensi Nonfarmakologis
Strategi Perilaku dan Lingkungan
- Terapkan strategi nonfarmakologis bersamaan dengan pengobatan sepanjang perjalanan penyakit, termasuk modifikasi lingkungan dan rutinitas, langkah-langkah keselamatan, alat bantu orientasi, dan dukungan pengasuh 3, 1
- Gunakan pendekatan "tiga R" (repeat/ulangi, reassure/yakinkan, redirect/alihkan): pengasuh mengulangi instruksi atau jawaban sesuai kebutuhan dan mengalihkan pasien ke aktivitas lain untuk mengalihkan perhatian dari situasi bermasalah 3
- Rutinitas yang dapat diprediksi sangat penting dan dapat mencegah masalah perilaku tertentu, seperti toileting terjadwal atau prompted voiding untuk mengurangi inkontinensia urin 3
Keamanan Pasien
- Pasien yang berisiko mengembara harus didaftarkan dalam Program Safe Return Alzheimer's Association dan dilindungi dengan penggunaan pintu dan gerbang terkunci yang tepat 3
Program Latihan Fisik
- Pasien harus melakukan latihan berjalan harian selama 5-30 menit sebagai bagian dari program latihan multi-komponen komprehensif total 50-60 menit per hari, didistribusikan sepanjang hari untuk mengakomodasi kelelahan 4
- Program latihan lengkap harus mencakup latihan aerobik (10-20 menit, 3-7 hari per minggu), latihan resistensi (1-3 set dari 8-12 repetisi, 2-3 hari per minggu), dan latihan keseimbangan (1-2 set dari 4-10 latihan berbeda, 2-7 hari per minggu) 4
- Rutinitas harian yang dapat diprediksi dengan latihan pada waktu yang konsisten sangat penting untuk integrasi rutinitas dan pemeliharaan jangka panjang 4
Penatalaksanaan Gangguan Perilaku dan Mood
Depresi
- Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) seperti citalopram dan sertraline adalah agen pilihan untuk pengobatan depresi pada pasien dengan demensia karena efektif dan memiliki sedikit efek samping antikolinergik 3
Gejala Psikotik dan Agitasi Berat
- Ketika gangguan perilaku menetap meskipun terapi inhibitor kolinesterase dan intervensi nonfarmakologis, penggunaan agen psikotropik mungkin diperlukan 3, 1
- Agen antipsikotik atipikal direkomendasikan untuk kontrol delusi, halusinasi, agitasi psikomotor berat, dan perilaku agresif yang bermasalah 3
- Risperidone: dosis awal 0,25 mg per hari sebelum tidur; maksimum 2-3 mg per hari, biasanya dua kali sehari dalam dosis terbagi; gejala ekstrapiramidal dapat terjadi pada 2 mg per hari 3
- Olanzapine: dosis awal 2,5 mg per hari sebelum tidur; maksimum 10 mg per hari, biasanya dua kali sehari dalam dosis terbagi; umumnya ditoleransi dengan baik 3
- Quetiapine: dosis awal 12,5 mg dua kali sehari; maksimum 200 mg dua kali sehari; lebih menyebabkan sedasi; waspadai hipotensi ortostatik sementara 3
Prinsip Penggunaan Psikotropik
- Mulai dengan dosis rendah, tingkatkan perlahan, dan pantau efek samping 3
- Tingkatkan dosis sampai respons yang memadai terjadi atau efek samping muncul 3
- Setelah gangguan perilaku terkontrol selama empat hingga enam bulan, dosis agen psikotropik harus dikurangi secara berkala untuk menentukan apakah farmakoterapi lanjutan diperlukan 3
Edukasi dan Dukungan Keluarga
- Edukasi keluarga sangat penting untuk penatalaksanaan optimal, dengan aliansi antara dokter keluarga dan keluarga, terutama pengasuh utama 3
- Setelah diagnosis Alzheimer ditegakkan, dokter harus bertemu dengan pasien dan keluarga untuk menjawab pertanyaan dan memberikan informasi tentang diagnosis, prognosis, kebutuhan perawatan masa depan, pilihan pengobatan, dan perencanaan lanjutan 3
- Pelatihan psikoedukasi komprehensif untuk pengasuh dan penggunaan kelompok dukungan serta sumber daya komunitas dapat mengurangi stres pengasuh, memperbaiki perilaku pasien, dan menunda institusionalisasi pasien 3
Perencanaan Perawatan Komprehensif
- Kembangkan rencana penatalaksanaan komprehensif segera setelah diagnosis, membahas nilai dan preferensi pasien dan keluarga, kondisi komorbid, dan termasuk diskusi tentang harapan realistis untuk terapi obat, preferensi pasien dan keluarga, perencanaan lanjutan, dan optimalisasi kondisi komorbid 1
- Diskusi awal tentang perintah "jangan resusitasi", penggunaan antibiotik untuk infeksi, dan inisiasi pemberian makan melalui selang akan membantu dokter memahami keyakinan dan preferensi pasien dan keluarga 3
Pertimbangan Tambahan
- Vitamin E (2.000 IU harian) dapat memperlambat perkembangan gejala fungsional, berdasarkan satu studi yang terstruktur dengan baik dan konsensus ahli saat ini 1
- Penurunan kognitif cepat (RCD) terjadi pada hingga sepertiga pasien, lebih umum pada demensia sedang, dan pasien dengan RCD mungkin mencapai manfaat lebih besar dari rivastigmine dan galantamine 1