Apa itu Penyakit Alzheimer?
Penyakit Alzheimer (AD) adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan penurunan kognitif, kehilangan memori, dan gangguan kemampuan berpikir, yang disebabkan oleh akumulasi patologis plak amiloid-beta dan neurofibrillary tangles di otak. 1
Patofisiologi Dasar
Penyakit Alzheimer memiliki dua ciri patologis utama yang telah dikenal selama lebih dari seratus tahun 1:
- Plak amiloid ekstraselular: Terbentuk dari akumulasi protein amiloid-beta (Aβ), terutama isoform Aβ42, yang mengendap di korteks serebral 1
- Neurofibrillary tangles intraselular: Terbentuk dari hiperfosforilasi protein tau yang menyebabkan destabilisasi mikrotubulus neuronal 1
- Degenerasi neuronal dan sinaptik: Kedua perubahan patologis ini menyebabkan kerusakan neuronal yang luas dan kehilangan sinaps 1
Spektrum Klinis Penyakit
Penyakit Alzheimer berkembang melalui beberapa tahap 1:
Tahap Preklinik (Asimtomatik)
- Individu memiliki biomarker positif untuk patologi Alzheimer tetapi tidak menunjukkan gejala kognitif 1
- Perubahan patologis dapat dimulai 10 tahun atau lebih sebelum munculnya gejala klinis 1
- Tidak semua individu dengan biomarker positif akan berkembang menjadi demensia 1
Tahap Prodromal (Mild Cognitive Impairment karena AD)
- Gangguan memori episodik yang objektif tetapi belum cukup parah untuk mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari 1
- Kesulitan melakukan aktivitas instrumental seperti berbelanja, memasak resep kompleks, dan mengelola keuangan 1
- Sekitar 30-50% pasien dengan MCI akan berkembang menjadi demensia AD dalam periode 5-10 tahun 1
- Tingkat konversi tahunan berkisar 5-17% tergantung pada populasi 1
Tahap Demensia AD
- Penurunan memori dan fungsi eksekutif yang signifikan, disertai gangguan domain kognitif lainnya (visuospasial, bahasa) 1
- Ketidakmampuan melakukan aktivitas dasar kehidupan sehari-hari seperti mandi, berpakaian, dan makan 1
- Gejala neuropsikiatrik umum terjadi: apati, psikosis, gangguan mood, dan agitasi 1
- Atrofi temporal medial yang mempengaruhi amigdala dan hipokampus, dengan pembesaran kornu temporal 1
Epidemiologi dan Dampak
- Penyebab demensia paling umum: AD menyumbang 60-80% dari semua kasus demensia secara global 1
- Beban populasi: Diperkirakan 46,8 juta orang hidup dengan demensia pada tahun 2015, dan diproyeksikan mencapai 131,5 juta pada tahun 2050 1
- Prevalensi biomarker: Sekitar 30% individu normal secara kognitif berusia 65 tahun ke atas memiliki bukti biomarker akumulasi amiloid 1
Kriteria Diagnostik Modern
Diagnosis klinis AD memerlukan kombinasi presentasi klinis dan bukti biomarker 1:
Komponen Klinis
- Pola karakteristik gangguan memori episodik 1
- Gangguan kognitif yang cukup untuk mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari (untuk demensia AD) 1
Komponen Biomarker
- Biomarker cairan serebrospinal (CSF): Penurunan Aβ42, peningkatan tau total, dan peningkatan fosfo-tau 1
- Pencitraan amiloid PET: Peningkatan retensi tracer amiloid 1
- Pencitraan tau PET: Peningkatan retensi tracer tau 1
- MRI struktural: Atrofi lobus temporal medial 1
- FDG-PET: Pola karakteristik hipometabolisme glukosa serebral 1
Peringatan Penting dalam Diagnosis
Patologi campuran sangat umum terjadi, terutama pada usia lanjut 1:
- Penyakit serebrovaskular sering terjadi bersamaan dengan patologi AD 1, 2
- Lewy body disease dapat muncul sebagai komorbiditas 1
- Proteinopati TDP-43 dan penyakit argyrophilic grain juga dapat terjadi bersamaan 3
- Kehadiran patologi lain selain AD harus didokumentasikan dan tidak boleh diabaikan dalam diagnosis 1
Faktor Risiko
Faktor Genetik
- Alel apolipoprotein E (APOE) ε4 merupakan faktor risiko genetik terkuat untuk AD sporadik 4
- Mutasi genetik dominan pada kasus familial (jumlah kecil) 1
Faktor yang Dapat Dimodifikasi
- Penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik 1
- Penyakit psikiatrik dan penggunaan obat psikoaktif 1
- Diet, aktivitas fisik, dan keterlibatan kognitif 4
- Cedera kepala dan faktor lingkungan 4, 5
Prinsip Manajemen Saat Ini
Tidak ada terapi yang dapat menyembuhkan atau menghentikan progresi penyakit secara definitif 4, 5:
- Inhibitor kolinesterase: Memberikan perbaikan simptomatik tetapi tidak memperlambat progresi penyakit 5
- Antagonis reseptor NMDA: Efektif untuk gejala tetapi tidak mengubah perjalanan penyakit 5
- Terapi yang sedang dikembangkan: Terapi yang menargetkan amiloid-beta dan tau, terapi gen, dan imunoterapi menunjukkan potensi untuk modifikasi penyakit 4, 5