What is Alzheimer's disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Apa itu Penyakit Alzheimer?

Penyakit Alzheimer (AD) adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan penurunan kognitif, kehilangan memori, dan gangguan kemampuan berpikir, yang disebabkan oleh akumulasi patologis plak amiloid-beta dan neurofibrillary tangles di otak. 1

Patofisiologi Dasar

Penyakit Alzheimer memiliki dua ciri patologis utama yang telah dikenal selama lebih dari seratus tahun 1:

  • Plak amiloid ekstraselular: Terbentuk dari akumulasi protein amiloid-beta (Aβ), terutama isoform Aβ42, yang mengendap di korteks serebral 1
  • Neurofibrillary tangles intraselular: Terbentuk dari hiperfosforilasi protein tau yang menyebabkan destabilisasi mikrotubulus neuronal 1
  • Degenerasi neuronal dan sinaptik: Kedua perubahan patologis ini menyebabkan kerusakan neuronal yang luas dan kehilangan sinaps 1

Spektrum Klinis Penyakit

Penyakit Alzheimer berkembang melalui beberapa tahap 1:

Tahap Preklinik (Asimtomatik)

  • Individu memiliki biomarker positif untuk patologi Alzheimer tetapi tidak menunjukkan gejala kognitif 1
  • Perubahan patologis dapat dimulai 10 tahun atau lebih sebelum munculnya gejala klinis 1
  • Tidak semua individu dengan biomarker positif akan berkembang menjadi demensia 1

Tahap Prodromal (Mild Cognitive Impairment karena AD)

  • Gangguan memori episodik yang objektif tetapi belum cukup parah untuk mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari 1
  • Kesulitan melakukan aktivitas instrumental seperti berbelanja, memasak resep kompleks, dan mengelola keuangan 1
  • Sekitar 30-50% pasien dengan MCI akan berkembang menjadi demensia AD dalam periode 5-10 tahun 1
  • Tingkat konversi tahunan berkisar 5-17% tergantung pada populasi 1

Tahap Demensia AD

  • Penurunan memori dan fungsi eksekutif yang signifikan, disertai gangguan domain kognitif lainnya (visuospasial, bahasa) 1
  • Ketidakmampuan melakukan aktivitas dasar kehidupan sehari-hari seperti mandi, berpakaian, dan makan 1
  • Gejala neuropsikiatrik umum terjadi: apati, psikosis, gangguan mood, dan agitasi 1
  • Atrofi temporal medial yang mempengaruhi amigdala dan hipokampus, dengan pembesaran kornu temporal 1

Epidemiologi dan Dampak

  • Penyebab demensia paling umum: AD menyumbang 60-80% dari semua kasus demensia secara global 1
  • Beban populasi: Diperkirakan 46,8 juta orang hidup dengan demensia pada tahun 2015, dan diproyeksikan mencapai 131,5 juta pada tahun 2050 1
  • Prevalensi biomarker: Sekitar 30% individu normal secara kognitif berusia 65 tahun ke atas memiliki bukti biomarker akumulasi amiloid 1

Kriteria Diagnostik Modern

Diagnosis klinis AD memerlukan kombinasi presentasi klinis dan bukti biomarker 1:

Komponen Klinis

  • Pola karakteristik gangguan memori episodik 1
  • Gangguan kognitif yang cukup untuk mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari (untuk demensia AD) 1

Komponen Biomarker

  • Biomarker cairan serebrospinal (CSF): Penurunan Aβ42, peningkatan tau total, dan peningkatan fosfo-tau 1
  • Pencitraan amiloid PET: Peningkatan retensi tracer amiloid 1
  • Pencitraan tau PET: Peningkatan retensi tracer tau 1
  • MRI struktural: Atrofi lobus temporal medial 1
  • FDG-PET: Pola karakteristik hipometabolisme glukosa serebral 1

Peringatan Penting dalam Diagnosis

Patologi campuran sangat umum terjadi, terutama pada usia lanjut 1:

  • Penyakit serebrovaskular sering terjadi bersamaan dengan patologi AD 1, 2
  • Lewy body disease dapat muncul sebagai komorbiditas 1
  • Proteinopati TDP-43 dan penyakit argyrophilic grain juga dapat terjadi bersamaan 3
  • Kehadiran patologi lain selain AD harus didokumentasikan dan tidak boleh diabaikan dalam diagnosis 1

Faktor Risiko

Faktor Genetik

  • Alel apolipoprotein E (APOE) ε4 merupakan faktor risiko genetik terkuat untuk AD sporadik 4
  • Mutasi genetik dominan pada kasus familial (jumlah kecil) 1

Faktor yang Dapat Dimodifikasi

  • Penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik 1
  • Penyakit psikiatrik dan penggunaan obat psikoaktif 1
  • Diet, aktivitas fisik, dan keterlibatan kognitif 4
  • Cedera kepala dan faktor lingkungan 4, 5

Prinsip Manajemen Saat Ini

Tidak ada terapi yang dapat menyembuhkan atau menghentikan progresi penyakit secara definitif 4, 5:

  • Inhibitor kolinesterase: Memberikan perbaikan simptomatik tetapi tidak memperlambat progresi penyakit 5
  • Antagonis reseptor NMDA: Efektif untuk gejala tetapi tidak mengubah perjalanan penyakit 5
  • Terapi yang sedang dikembangkan: Terapi yang menargetkan amiloid-beta dan tau, terapi gen, dan imunoterapi menunjukkan potensi untuk modifikasi penyakit 4, 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.