What is the best management approach for a patient with liver cirrhosis due to Hepatitis B?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 22, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Terbaik untuk Pasien Sirosis Hati karena Hepatitis B

Untuk pasien dengan sirosis hati karena Hepatitis B, terapi antiviral oral dengan tenofovir atau entecavir sebagai monoterapi adalah pilihan utama, dengan pertimbangan transplantasi hati untuk kasus dekompensasi. 1

Pendekatan Berdasarkan Status Kompensasi

Sirosis Kompensata

Indikasi Terapi:

  • Terapi antiviral harus dimulai jika HBV DNA ≥2,000 IU/mL, tanpa mempertimbangkan kadar AST/ALT 1
  • Terapi dapat dipertimbangkan bahkan ketika HBV DNA <2,000 IU/mL untuk mengurangi risiko dekompensasi 1
  • Kadar AST/ALT tidak boleh digunakan sebagai kriteria untuk memulai terapi karena pasien sirosis sering memiliki kadar transaminase yang hampir normal meskipun sudah ada fibrosis signifikan 1

Pilihan Obat:

  • Monoterapi dengan tenofovir atau entecavir adalah pilihan yang direkomendasikan karena efikasi antiviral yang poten dan hambatan genetik tinggi terhadap resistensi obat 1
  • Peginterferon-α dapat digunakan dengan monitoring ketat pada pasien dengan fungsi hati yang masih terjaga, namun memerlukan pengawasan terhadap perburukan fungsi hati dan efek samping 1
  • Terapi jangka panjang umumnya diperlukan, sehingga pemilihan obat harus mempertimbangkan efikasi antiviral, efek samping, dan hambatan genetik terhadap virus resisten 1

Sirosis Dekompensata

Prinsip Manajemen:

  • Terapi antiviral segera direkomendasikan jika HBV DNA terdeteksi dengan tes PCR, tanpa mempertimbangkan kadar AST/ALT 1, 2
  • Pasien sebaiknya dirawat di institusi yang dapat memberikan manajemen komprehensif untuk komplikasi sirosis 1, 2
  • Transplantasi hati harus dipertimbangkan bersamaan dengan terapi antiviral 1, 2

Pilihan Obat:

  • Monoterapi oral dengan tenofovir atau entecavir adalah pilihan utama 1, 2
  • Untuk entecavir pada sirosis dekompensata, dosis yang direkomendasikan adalah 1 mg per hari 2, 3
  • Penggunaan peginterferon-α DIKONTRAINDIKASIKAN karena risiko komplikasi serius seperti infeksi dan gagal hati 1, 2
  • Lamivudine tidak boleh digunakan karena tingkat resistensi yang tinggi 2

Monitoring Selama Terapi

Sirosis Kompensata:

  • Fungsi hati harus diperiksa setiap 2-6 bulan 1
  • HBV DNA diukur dengan real-time PCR dan status HBeAg diperiksa setiap 2-6 bulan 1

Sirosis Dekompensata:

  • Fungsi hati harus diperiksa setiap 1-3 bulan 1, 2
  • HBV DNA diukur dengan real-time PCR dan status HBeAg diperiksa setiap 2-6 bulan 1, 2
  • Monitoring ketat terhadap parameter klinis dan laboratorium sangat penting, terutama untuk risiko asidosis laktat 2, 3
  • Perhatikan kemungkinan flare hepatitis yang dapat terjadi selama terapi 2

Hasil yang Diharapkan dan Prognosis

Timeline Perbaikan Klinis:

  • Perbaikan klinis sering memerlukan 3-6 bulan terapi antiviral 1, 2
  • Beberapa pasien dapat mengalami perbaikan lambat selama 3-6 bulan dengan terapi NA, berpotensi menghindari kebutuhan transplantasi 2
  • Progresi ke gagal hati masih mungkin terjadi bahkan selama terapi antiviral pada beberapa pasien 1

Manfaat Jangka Panjang:

  • Terapi entecavir menunjukkan perbaikan skor Child-Pugh pada hampir setengah (27/55) pasien dengan sirosis dekompensata, dengan tingkat survival bebas transplantasi 1 tahun sebesar 87.1% 1
  • Pada pasien dengan sirosis, terapi entecavir mengurangi risiko kejadian hepatik (HR 0.51), HCC (HR 0.55), mortalitas terkait hati (HR 0.26), dan mortalitas semua penyebab (HR 0.34) 4
  • Supresi HBV DNA yang berkepanjangan dan adekuat dapat menstabilkan pasien dan mencegah progresi penyakit hati dekompensata 2

Pertimbangan Khusus

Peringatan Penting:

  • Pasien dengan penyakit hati dekompensata memiliki risiko lebih tinggi untuk asidosis laktat 3
  • Terapi harus dihentikan jika terdapat temuan klinis atau laboratorium yang mengarah ke asidosis laktat atau hepatotoksisitas yang jelas 3
  • Beberapa pasien dengan penyakit hati lanjut dengan skor Child-Pugh atau MELD tinggi mungkin sudah melewati titik tidak dapat kembali dan masih memerlukan transplantasi hati meskipun dengan terapi antiviral 2

Transplantasi Hati:

  • Terapi pra-transplantasi dengan NA poten dengan hambatan resistensi tinggi direkomendasikan untuk mencapai kadar HBV DNA serendah mungkin sebelum transplantasi 2
  • Terapi antiviral pra dan pasca-transplantasi telah dilaporkan mengurangi risiko reaktivasi hepatitis setelah transplantasi hati 1
  • Terapi dengan NA yang menginduksi HBV DNA tidak terdeteksi saat transplantasi akan menurunkan risiko rekurensi HBV pada graft 2

Durasi Terapi:

  • Terapi antiviral biasanya harus dilanjutkan tanpa batas waktu (seumur hidup) pada pasien dengan sirosis dekompensata 2
  • Penghentian terapi umumnya tidak direkomendasikan kecuali tercapai hilangnya HBsAg dan serokonversi anti-HBs yang dipertahankan selama 6-12 bulan 2
  • Monitoring fungsi hepatik harus dilakukan dengan ketat secara klinis dan laboratorium setidaknya beberapa bulan pada pasien yang menghentikan terapi anti-hepatitis B 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Decompensated Hepatitis B Causing Ascites

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.